Demi Anak Buruh Pabrik, Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman dan Nyaman

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare yang aman dengan pengasuh tersertifikasi untuk memfasilitasi para buruh pabrik di Bantul, Yogyakarta. Program ini merupakan jawaban atas tuntutan buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya melindungi anak dan mendukung pengasuhan berkualitas melalui daycare untuk meningkatkan tingkat partisipasi kerja perempuan di dunia kerja.

Tuntutan Buruh dan Jawaban Pemerintah

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkapkan bahwa ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kita sebut Tamasya. “Karena itu, saya sebagai pembantu Presiden mencoba menerjemahkan. Pada waktu itu Bapak Presiden Insya Allah sudah menjawab tuntutan para buruh, dan saya bagian pembantu yang menerjemahkan agar bisa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait,” ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, Jumat.

Fasilitas dan Layanan Tamasya

Tamasya telah dilengkapi dengan tenaga medis untuk memantau perkembangan anak, karena salah satu syarat yang ditentukan juga dalam daycare mesti menyediakan layanan rujukan. “Maka kami lihat, di sini juga ada dokternya. Kita ada empat menu, salah satunya adalah cek kesehatan gratis, kemudian cek tumbuh kembang, komunikasi orang tua, dan yang terakhir adalah tentang rujukan. Itulah empat syarat yang harus dipenuhi setiap Tamasya yang kita dampingi dari 3.366 se-Indonesia,” ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.

Mengapa Daycare Penting?

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa daycare sangat penting untuk meningkatkan tingkat partisipasi kerja perempuan di dunia kerja. “Ini bagian dari jawaban tuntutan para buruh, tentu step by step (secara bertahap) kita kerjakan, dan terus nanti saya koordinasikan dengan pihak terkait, setelah itu Insya Allah nanti perkembangannya akan saya segera laporkan kepada Bapak Presiden, tetapi ini bagian dari kita cek, kita tengok, bahwa anak-anak ini juga berhak untuk mendapatkan pola asuh, tetapi juga tidak menghentikan orang tuanya tetap bekerja,” tutur Mendukbangga Wihaji.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran Tamasya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan mendukung peningkatan partisipasi kerja perempuan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. “Hari ini, sudah ada 3.366 daycare dalam binaan kita, yang tadi syarat-syaratnya harus dipenuhi. Jangan sampai terulang kasus Yogyakarta yang viral waktu itu karena tidak ada izinnya dan pola asuhnya belum kita ketahui secara komprehensif,” kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.

Kedepannya, diharapkan program Tamasya dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan daycare di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan keluarga di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5623877/kemendukbangga-hadirkan-daycare-aman-guna-fasilitasi-anak-buruh-pabrik, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *