Prabowo Bertemu 2.600 Dosen, Bahas Masa Depan Pendidikan Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang diikuti sekitar 2.600 rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat malam. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan taklimat kepada ribuan dosen serta pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Pertemuan ini membahas masa depan pendidikan Indonesia.
Momen Penentu di Menit Akhir
Presiden Prabowo tiba di JCC sekitar pukul 16.00 WIB didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Turut mendampingi, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Peserta telah memasuki Hall B JCC sejak pukul 14.30 hingga 15.30 WIB. Mereka menempati kursi yang disusun dengan meja panjang dari bagian depan hingga belakang ruangan. Di bawah meja setiap peserta disediakan tas berisi sejumlah buku. Salah satunya berjudul Presiden Solusi yang disusun oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Sarasehan Kebangsaan berlangsung selama tiga hari, 26â28 Juni 2026, dengan mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”. Rangkaian kegiatan meliputi simposium dan diskusi panel mengenai pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.
Pada Sabtu (27/6) malam, ekonom Amerika Serikat Jeffrey Sachs dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada ribuan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan pada Minggu (28/6) akan dilanjutkan dengan peluncuran peta jalan dan agenda riset 2026 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala BRIN Arif Satria.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada pengembangan pendidikan tinggi dan sains di Indonesia. Pertemuan antara Prabowo dan 2.600 dosen serta pimpinan perguruan tinggi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong inovasi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bersaing di tingkat global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup rangkaian acara tersebut pada pukul 10.00 WIB. Dengan berakhirnya Sarasehan Kebangsaan, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan ide-ide yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong inovasi di Indonesia. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5624228/prabowo-hadiri-sarasehan-kebangsaan-untuk-beri-taklimat-ke-2600-dosen, without altering the facts of the original article.