Emas Mencapai Posisi Tertinggi dalam Sejarah, Permintaan Aman Melonjak Drastis

Emas Mencapai Posisi Tertinggi dalam Sejarah, Permintaan Aman Melonjak Drastis

Harga emas dunia telah mencapai level tertinggi dalam dua pekan pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Penguatan logam mulia ini didorong oleh aksi beli teknikal serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.

Kronologi Fakta

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Pertemuan itu dinilai akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.

Mengutip CNBC, Kamis (23/7/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$ 4.115,89 per ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli 2026 pada awal perdagangan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,1% menjadi US$ 4.120,60 per ounce.

Mengapa dan Dampak

Analisis Senior ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan, kenaikan harga minyak yang terjadi di pasar global merupakan salah satu faktor yang mendukung penguatan harga emas.

Menurutnya, investor yang khawatir dengan kenaikan harga minyak dan potensi inflasi di masa depan, memilih untuk memasuki aset safe haven seperti emas sebagai tempat penanaman modal yang lebih stabil.

Hal ini juga didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven lainnya seperti dollar AS dan obligasi Jepang.

Penutup

Dengan penguatan harga emas, investor yang memiliki posisi panjang emas diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keuntungan.

Namun, perlu diingat bahwa harga emas dapat fluktuatif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global.

Demikian informasi tentang penguatan harga emas dunia pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *