Data Center Ditimpuk Garam dan Cuka, Disebut Akar Genosida
**Data Center Ditimpuk Garam dan Cuka, Disebut Akar Genosida** Aktivis lingkungan dari grup Extinction Rebellion menimpuk proyek data center milik Microsoft di Amsterdam, Belanda. Mereka melemparkan puluhan balon berisi campuran asam, garam, dan bahan kimia lain ke fondasi bangunan dengan tujuan mempercepat kerusakan beton dan karat pada baja. Aksi ini terjadi pada pekan lalu tetapi baru diumumkan pada awal pekan ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Aktivis lingkungan dari kelompok Extinction Rebellion menimpuk proyek data center milik Microsoft di Amsterdam, Belanda. Mereka melemparkan puluhan balon berisi campuran asam asetat, hidrogen peroksida, garam, dan cat akrilik ke fondasi bangunan. Menurut pernyataan para aktivis, zat asam akan menggerus permukaan beton, sedangkan hidrogen peroksida dan garam bekerja mempercepat proses karat pada besi penyangga bangunan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pihak pengembang Pure Data Centers mengonfirmasi bahwa balon dilemparkan dari luar pagar pembatas. 2. Pembangunan data center hyperscale di Amsterdam telah melanggar larangan dari pemerintah Belanda karena kelangkaan pasokan listrik dan air. 3. Kompleks data center ini akan menghabiskan listrik setara dengan hampir seluruh rumah tangga di kota Amsterdam, serta 420 juta liter air per tahun untuk pendingin. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sumber kemarahan aktivis bukan hanya soal dampak lingkungan, melainkan cara proyek ini disetujui. Kota Amsterdam dan pemerintah Belanda telah melarang pembangunan data center skala besar (hyperscaler) sejak tahun 2022 karena kelangkaan pasokan listrik dan air. Namun, pengembang menemukan cara untuk meloloskan pembangunan data center hyperscale di Amsterdam. Caranya, bangunan dibagi menjadi tiga menara terpisah, sehingga tidak memenuhi definisi “hperscale”. Aktivis menganggap ini sebagai contoh kekuasaan perusahaan dan segelintir orang terkaya yang tidak bertanggung jawab. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pihak Microsoft belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini, tetapi polisi Amsterdam sedang menyelidiki kasus ini. Pihak pengembang berencana menempuh jalur hukum. Aksi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian protes sebelumnya, seperti menyemprotkan asam berbau busuk ke kantor perusahaan asuransi bahan bakar fosil, dan mengunci pintu masuk pasar asuransi Lloyd’s di London. Kritikus menilai tindakan melemparkan bahan kimia berisiko mencederai pekerja dan tidak menyelesaikan akar masalah. Namun, protes ini menyoroti kian menguatnya penolakan global terhadap laju pusat data AI yang boros energi, serta keterkaitannya dengan isu hak asasi manusia dan kebijakan yang dianggap menguntungkan korporasi besar di atas kepentingan publik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260721133147-37-752579/data-center-ditimpuk-garam-dan-cuka-disebut-akar-genosida, without altering the facts of the original article.