Dukun Jakarta yang Kenal Orang Istana: Miliaran Uang yang Menggantung
**Dukun Jakarta yang Kenal Orang Istana: Miliaran Uang yang Menggantung** Pada tahun 1949, Jakarta menjadi saksi kejadian penipuan yang sangat luar biasa. Raden Ajoe, seorang wanita yang mengaku sebagai dukun dan peramal, berhasil menipu banyak orang dengan janji mengubah nasib mereka menjadi kaya raya. Dengan menggunakan kebohongan dan tipu muslihat, Raden Ajoe berhasil mengumpulkan uang miliaran di masa itu. **Momen Penentu di Menit Akhir** Raden Ajoe memulai aksinya dengan memperkenalkan diri sebagai seorang dukun sekaligus peramal. Dia mengklaim memiliki kemampuan melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. “Jika harta karun itu digali, seluruhnya milik penemu dan bisa menjadi kaya raya,” kata Raden Ajoe, dikutip dari Nieuewe Courant (12 Oktober 1949). Hanya saja, Raden Ajoe mengatakan untuk mengetahui lokasi harta karun maupun mengubah nasib seseorang terlebih dahulu harus dilakukan ritual pemanggilan arwah di rumahnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Raden Ajoe meminta uang sebagai modal pelaksanaan ritual, dan banyak orang yang percaya dan berharap bisa cepat kaya pun menyerahkan uang tanpa banyak bertanya. 2. Raden Ajoe memainkan sandiwara lain di hadapan para pelanggan, berpura-pura menelepon seorang temannya yang disebut sebagai orang kaya di Istana Negara. 3. Setelah uang diterima, Raden Ajoe menjalankan ritual yang sebenarnya hanyalah kebohongan, dan memberikan nasihat sedikit demi sedikit kepada korban agar hubungan tetap terjaga dan permintaan uang terus berlanjut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan menggunakan kebohongan dan tipu muslihat, Raden Ajoe berhasil mengumpulkan uang miliaran di masa itu. Jumlah tersebut tergolong sangat besar pada masanya. Sebagai perbandingan, menurut Harian Indonesia (13 Juni 1950), harga 1 gram emas saat itu mencapai 44 gulden. Artinya, uang hasil penipuan sebesar 175.570 gulden cukup untuk membeli sekitar 4 kilogram emas. Jika dikonversikan dengan harga emas tahun 2024, nilainya setara sekitar Rp4 miliar. Sementara itu, di Yogyakarta, Raden Ajoe mengantongi Rp463 ribu. Pada 1949, harga emas tercatat sekitar Rp35 per gram. Dengan uang tersebut, seseorang bisa membeli sekitar 15 kilogram emas. Jika menggunakan harga emas saat ini, nilainya mencapai sekitar Rp15 miliar. Dengan demikian, total kerugian para korban diperkirakan setara sekitar Rp19 miliar dalam nilai sekarang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Akibat perbuatannya, Raden Ajoe akhirnya dijebloskan ke Penjara Salemba. Kejadian ini menunjukkan bahwa penipuan masih menjadi masalah yang serius di masyarakat. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan tidak percaya begitu saja pada orang yang mengaku memiliki kemampuan atau keahlian tertentu. Kita harus selalu melakukan pengecekan dan pengujian sebelum mempercayai seseorang atau memberikan uang mereka. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerugian dan menjaga keamanan diri sendiri.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260715160936-25-751065/heboh-dukun-di-jakarta-ngaku-kenal-orang-istana-sukses-raup-miliaran, without altering the facts of the original article.