Slow Jogging vs Jogging Biasa: Dokter Jelaskan Perbedaan dari Segi Manfaat dan Efeknya pada Tubuh
Slow Jogging vs Jogging Biasa: Dokter Jelaskan Perbedaan dari Segi Manfaat dan Efeknya pada Tubuh
Dalam beberapa tahun terakhir, jogging telah menjadi salah satu olahraga yang paling populer di kalangan masyarakat. Banyak orang yang melakukannya untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, ada beberapa gaya jogging yang dapat dilakukan, yaitu slow jogging dan jogging biasa. Dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO, Subsp.APK(K), MARS, menjelaskan perbedaan antara kedua gaya tersebut.
Pernyataan dokter Tresnanti Mirtha ini didukung oleh fakta bahwa slow jogging dilakukan dengan kecepatan yang sangat nyaman, bahkan hanya sedikit lebih cepat dari berjalan kaki, yaitu sekitar 3 hingga 5 km/jam. Saat melakukannya, seseorang masih dapat berbicara tanpa kehabisan napas atau menggunakan metode talk test. Sementara itu, jogging biasa dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi. Biasanya, napas mulai terasa lebih berat, denyut jantung meningkat, dan tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan kecepatan.
Dokter Tresnanti Mirtha menjelaskan bahwa baik slow jogging maupun jogging biasa merupakan olahraga kardio yang sangat baik. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa gaya hidup aktif itu sendiri adalah yang paling penting. “Saya tidak akan mengatakan (slow jogging) lebih baik, tetapi yang jelas akan lebih sesuai untuk seseorang yang baru memulai olahraga,” katanya.
Dalam hal manfaat, baik slow jogging maupun jogging biasa dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko penyakit jantung, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun, slow jogging dapat menjadi lebih sesuai untuk seseorang yang baru memulai olahraga karena intensitasnya yang lebih rendah.
Selain itu, dokter Tresnanti Mirtha juga menjelaskan bahwa efek slow jogging dan jogging biasa pada tubuh berbeda. Slow jogging dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan fleksibilitas otot, sementara jogging biasa dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kapasitas oksigen tubuh.
Dokter Tresnanti Mirtha juga menambahkan bahwa penting untuk memahami batasan tubuh masing-masing orang sebelum melakukan olahraga. “Jangan memaksakan diri untuk melakukan olahraga yang terlalu intens jika tubuh belum siap,” kata dia.
Dalam kesimpulan, baik slow jogging maupun jogging biasa merupakan olahraga kardio yang sangat baik. Yang perlu diperhatikan adalah gaya hidup aktif itu sendiri dan memahami batasan tubuh masing-masing orang sebelum melakukan olahraga. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan efektif.
Demikian informasi tentang perbedaan antara slow jogging dan jogging biasa. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.