Komunitas Slow Jogging di Indonesia, Fenomena yang Mulai Terkenal Setelah Viral di Korea Selatan

Komunitas Slow Jogging di Indonesia, Fenomena yang Mulai Terkenal Setelah Viral di Korea Selatan

Teknik berlari dengan kecepatan santai, sekitar 3 sampai 5 km/jam ini dengan cepat menarik atensi banyak pelari, khususnya bagi mereka yang mulai ingin mencoba karena dianggap ringan, tidak menguras tenaga, tetapi diklaim tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.

Sejarah Komunitas Slow Jogging Indonesia

Komunitas Slow Jogging Indonesia (SJI) bahkan sudah terbentuk sejak 30 Desember 2017. Pengurus SJI, Wijang Sri Isnandita (49) mengatakan komunitas ini awalnya dibentuk di Yogyakarta dan saling bertukar informasi melalui Facebook.

Karena banyaknya peminat, maka SJI mencoba untuk melebarkan ‘sayapnya’ dan mulai berlari di Jakarta, atau tepatnya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). “Dulu komunitas di Facebook. Tapi kami dulu tersebar, kami latihannya by video terus dikirim, nanti dibetulkan running performance-nya. Pesertanya mayoritas adalah bapak-bapak, yang mau mengawali belajar lari,” kata Wijang saat ditemui di Komplek GBK, Jakarta.

Alasan Mengapa Slow Jogging Populer

Slow jogging memang diketahui sebagai cara berlari yang relatif ringan dan tidak menguras tenaga, sehingga cocok untuk para pemula yang ingin mencoba berlari. Selain itu, slow jogging juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan keseimbangan otot, meningkatkan kekuatan jantung, dan meningkatkan sistem peredaran darah.

Menurut Wijang, komunitas slow jogging di Indonesia juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu pada cara menjalankan latihan. “Kami tidak menggunakan metode latihan yang sama seperti komunitas slow jogging di luar negeri. Kami memiliki metode latihan yang lebih sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Wijang.

Dampak Slow Jogging di Masyarakat

Slow jogging telah menarik perhatian banyak masyarakat, terutama di kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak yang ingin mencoba berlari. Komunitas slow jogging di Indonesia juga telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya olahraga dan kesehatan.

Menurut Wijang, komunitas slow jogging di Indonesia juga telah membantu meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan di kalangan anggota komunitas. “Kami semua adalah keluarga yang saling mendukung dan membantu satu sama lain. Kami memiliki kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat kuat,” kata Wijang.

Demikian informasi tentang komunitas slow jogging di Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kalian yang ingin mencoba berlari dengan cara yang lebih santai dan seimbang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *