Misteri Pembayaran Rp 20 Juta: Siapa Polisi yang Diduga Bayar Ketua BEM FH UBK?
Momen Penentu di Menit Akhir
Abdi, begitu dia biasa disapa, mengatakan bahwa uang itu diberikan pada Senin (15/6/2026) dini hari sebelum pelaksanaan aksi mahasiswa dari beberapa BEM Fakultas UBK. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI. Namun hal itu ditolak oleh yang bersangkutan. Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima uang tersebut. Abdimaludin satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026) lalu di Istana Wapres Jakarta.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Abdimaludin mengungkapkan bahwa Bang Aan memberikan uang tersebut agar mereka tidak berunjuk rasa di Istana Kepresidenan RI. “Akan tetapi, kita tetap turun (unjuk rasa),” ujarnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta pihak yang menyampaikan tudingan tersebut menjelaskan identitas oknum polisi yang dimaksud. “Polisi yang dimaksud dinas di mana dan spesifik?” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/6/2026). “Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi benar polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi , kan,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Penyebutan institusi kepolisian tidak bisa dilakukan secara umum tanpa identitas yang jelas. “Polisi mana? Polisi itu ada 400 ribu personel, 36 Polda dan 480 Polres,” katanya. Pihak Kampus UBK sudah memanggil Abdimaludin. Wakil Rektor III UBK Daniel Panda mengatakan Abdimaludin mengaku uang itu diserahkan pada Senin (15/6/2026) dini hari sebelum pelaksanaan aksi mahasiswa dari beberapa BEM Fakultas UBK. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan akuntabilitas oknum-oknum yang mengatasnamakan institusi kepolisian.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pihak kepolisian masih mencari identitas oknum polisi yang diduga terlibat. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan dan kontrol internal dalam institusi kepolisian. Apakah ada mekanisme yang efektif untuk mencegah dan menangani kasus-kasus seperti ini di masa depan? Semua pihak berharap kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7846783/siapa-aan-polisi-yang-diduga-bayar-ketua-bem-fh-ubk-rp-20-juta-agar-tak-demo-di-istana, without altering the facts of the original article.