Benteng di Gorontalo Direkatkan dengan Putih Telur, Konon Sebagai Upaya Anti-Gempa

**Benteng di Gorontalo Direkatkan dengan Putih Telur, Konon Sebagai Upaya Anti-Gempa** **Pembuka** Benteng Otanaha, sebuah cagar budaya yang berada di Kelurahan Dembe I, Kota Barat, Kota Gorontalo, telah menjadi salah satu spot wisata sejarah yang populer di daerah tersebut. Bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1522 oleh Portugis di masa Raja Ilato dan menawarkan pemandangan cantik dari Danau Limboto. **APA YANG TERJADI** Benteng Otanaha dibangun sebagai benteng pertahanan, keamanan, dan pemantauan, menurut Arief Setiawan, juru pelihara Benteng Otanaha dari Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo. Terletak di perbukitan, benteng ini memiliki tiga bangunan berbentuk tabung yang menghadap arah angin yang berbeda. Ketiga benteng itu bernama Benteng Otanaha, Benteng Otahiya, dan Benteng Ulupahu. **MENGGAPAI & DAMPAK** Menurut Arief, penamaan benteng ini pun memiliki cerita. Raja Ilato memiliki seorang putra bernama Naha yang dikenal gemar berpetualang dan menemukan kembali benteng ini. Setelah menikah dengan Ohihiya dan memiliki dua putra, Pahu dan Limono, Naha terlibat perang melawan Hemuto untuk memperluas wilayah. Dalam pertempuran tersebut, Naha dan Pahu gugur. Limono kemudian membalas kematian ayah dan saudaranya dengan mengalahkan Hemuto. Untuk mengenang perjuangan keluarganya, tiga benteng di kawasan ini diberi nama: Otanaha, yang berasal dari nama Naha; Otahiya, diambil dari nama ibunya, dan Ulupahu dari nama saudaranya. Namun, narasi sejarah benteng Otanaha yang beredar di media sosial dan masyarakat tentang struktur bangunan benteng direkatkan dengan putih telur burung maleo ternyata tidak benar. Menurut Arief, benteng dibangun dari batuan sedimen, batu gamping terumbu karang, sedimen plastik maupun non-plastik, dan batu andesit sejenis batuan beku vulkanik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Benteng Otanaha dibangun pada tahun 1522 oleh Portugis di masa Raja Ilato. 2. Benteng ini memiliki tiga bangunan berbentuk tabung yang menghadap arah angin yang berbeda. 3. Penamaan benteng ini memiliki cerita tentang perjuangan keluarga Raja Ilato. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Benteng Otanaha masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu spot menikmati sunset di Gorontalo. Berada di kawasan perbukitan, traveler bisa berwisata sejarah sembari menikmati pemandangan Danau Limboto sepuas hati. Benteng ini juga telah dua kali pemugaran dan saat ini sedang tahap pengajuan kembali sebagai status cagar budaya nasional. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kawasan Benteng Otanaho buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 18.00 Wita. Untuk harga tiketnya Rp 10 ribu untuk wisatawan domestik, Rp 25 ribu untuk wisatawan mancanegara. Bila datang ke sini, traveler jangan memanjat sampai ke bagian atas bangunan benteng ya. Walaupun ketinggian benteng hanya 3 meteran saja, namun faktor keselamatan tetaplah nomor satu. Juga, bangunan benteng adalah cagar budaya yang harus kita jaga keberlanjutannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-8578482/konon-katanya-benteng-di-gorontalo-ini-direkatkan-dengan-putih-telur, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *