2 Pengusaha RI yang Sukses Berkat Gunung Kawi: Kisah Konglomerat dari Tanah Air
Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu tempat ziarah yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, termasuk dalam urusan usaha. Dua pengusaha besar Indonesia, Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong, diketahui rutin mendatangi Gunung Kawi untuk memohon petunjuk sebelum mengambil keputusan penting. Kisah mereka menjadi contoh bagaimana kepercayaan terhadap Gunung Kawi dapat berdampak pada kesuksesan bisnis.
Momen Penentu di Gunung Kawi
Ong Hok Liong, pendiri Bentoel, merupakan salah satu pengusaha yang rajin berziarah ke Gunung Kawi. Pada 1954, Ong tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Setelah terbangun, dia menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam. Mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokoknya yang saat itu belum berkembang. Atas tafsir mimpi tersebut, Ong kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel, sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas.
Keputusan itu menjadi titik balik perjalanan bisnis Ong. Setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokok terus meningkat. Perusahaan berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan.
Kepercayaan yang Membentuk Keputusan
Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group, juga memiliki kepercayaan terhadap Gunung Kawi. Salim rutin bolak-balik Surabaya-Gunung Kawi hingga tiga sampai lima kali setiap tahun. Setiap kali hendak memulai bisnis besar, dia berdiam diri di kuil China di kawasan Gunung Kawi untuk meminta petunjuk kepada peramal dan menjalankan sejumlah ritual. Salah satu kisah yang paling dikenal berkaitan dengan penunjukan Mochtar Riady untuk mengembangkan Bank Central Asia (BCA).
Menurut Richard dan Nancy, keputusan tersebut juga dipengaruhi keyakinan yang diperoleh Salim setelah menemui peramal di Gunung Kawi. “Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan dia berkata kalau ‘aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mohctar’,” tulis keduanya. Di tangan Mochtar Riady, BCA kemudian berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kisah Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong menunjukkan bagaimana kepercayaan terhadap Gunung Kawi dapat berdampak pada kesuksesan bisnis. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari strategi bisnis mereka, yang membantu mereka membuat keputusan penting. Bagi pengusaha, kepercayaan dan keyakinan dapat menjadi faktor penting dalam mencapai kesuksesan.
Namun, kesuksesan bisnis tidak hanya bergantung pada kepercayaan dan keyakinan. Strategi bisnis yang tepat, manajemen yang efektif, dan kemampuan adaptasi juga menjadi faktor penting. Oleh karena itu, pengusaha harus mempertimbangkan berbagai faktor untuk mencapai kesuksesan bisnis.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kisah Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong menjadi inspirasi bagi pengusaha yang ingin mencapai kesuksesan bisnis. Namun, perjalanan bisnis tidak pernah berhenti. Pengusaha harus terus berinovasi, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan untuk tetap kompetitif. Dengan demikian, mereka dapat mempertahankan kesuksesan bisnis dan terus berkembang di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710144741-25-749854/2-pengusaha-ri-sering-bolak-balik-ke-gunung-kawi-jadi-konglomerat, without altering the facts of the original article.