Fenomena ‘Life After Breakup’ Kian Marak, Ahli Bagikan 6 Tips Ampuh untuk Healing

Fenomena ‘Life After Breakup’ kini marak di media sosial, di mana banyak orang membagikan rutinitas baru mereka setelah putus cinta. Aktivitas tersebut, seperti olahraga di gym, ikut kelas pilates atau yoga, lari pagi, solo date, belajar hal baru, hingga fokus pada self-care dan healing, tampaknya menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari mantan. Namun, pakar pengembangan diri Mel Robbins menjelaskan bahwa kebiasaan menyibukkan diri setelah putus cinta memiliki dasar ilmiah.

Proses Biologis Pasca Putus Cinta

Menurut Mel Robbins, putus cinta bukan hanya persoalan emosional, tetapi juga proses biologis yang mempengaruhi otak, sistem saraf, hingga hormon dalam tubuh. Saat seseorang menjalin hubungan, otak dan sistem saraf membentuk pola keterikatan dengan pasangan. Ketika hubungan berakhir, tubuh mengalami kondisi yang mirip dengan gejala putus zat adiktif atau withdrawal. “Itulah mengapa Anda terus memikirkan mereka, ingin menghubungi mereka, atau merasa sangat kehilangan. Otak sedang berusaha beradaptasi dengan perubahan besar,” jelas Mel.

Tips Ampuh untuk Healing

Mel Robbins membagikan beberapa tips ampuh untuk membantu tubuh dan pikiran pulih setelah putus cinta. Pertama, sadari bahwa putus cinta juga proses biologis. Rasa sakit setelah putus cinta bukan berarti seseorang lemah, tetapi tubuh memang sedang mengalami perubahan neurologis, fisiologis, dan kimiawi karena kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Memahami hal tersebut dapat membantu seseorang lebih berbelas kasih kepada diri sendiri selama proses pemulihan.

<pKedua, terapkan aturan "No Contact" selama 30 hari. Salah satu langkah yang paling disarankan adalah menghentikan semua bentuk komunikasi dengan mantan selama 30 hari. Bukan hanya berhenti mengirim pesan, tetapi juga menghindari melihat unggahan media sosial, foto lama, atau mencari tahu aktivitas mereka. Menurut Mel, suara, foto, maupun unggahan mantan merupakan pemicu kuat yang dapat mengaktifkan kembali jalur saraf lama sehingga proses move on menjadi lebih lama.

Ketiga, beri waktu sekitar 11 minggu. Mel mengutip hasil penelitian yang menunjukkan sekitar 71% orang mulai merasa jauh lebih baik setelah 11 minggu atau hampir tiga bulan. Mengetahui bahwa proses ini membutuhkan waktu dapat membantu seseorang lebih realistis dan tidak menyalahkan diri sendiri karena belum bisa cepat move on.

Lingkungan dan Pola Pikir yang Berbeda

Keempat, ubah suasana kamar atau lingkungan. Lingkungan juga berpengaruh terhadap proses pemulihan. Mel menyarankan melakukan perubahan sederhana, seperti memindahkan posisi tempat tidur, mengganti sprei, mengecat ulang kamar, atau menyimpan barang-barang pemberian mantan di tempat yang tidak mudah terlihat. Perubahan kecil tersebut membantu otak membangun asosiasi baru dan menandai dimulainya fase kehidupan yang berbeda.

Kelima, berhenti berusaha mengontrol mantan. Mel juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip Let Them atau “biarkan saja”. Jika mantan sudah memiliki pasangan baru, terlihat bahagia, atau tidak pernah menghubungi lagi, seseorang tidak perlu terus-menerus menganalisis atau berusaha mengendalikan keadaan tersebut. Semakin seseorang mencoba mengontrol tindakan orang lain, semakin sulit pula dirinya melepaskan hubungan yang telah berakhir.

Keenam, sibukkan diri, tetapi bukan sebagai pelarian. Fenomena ‘Life After Breakup’ yang ramai di media sosial, seperti rutin ke gym, ikut kelas pilates, yoga, lari, atau mencoba hobi baru, menurut Mel memang dapat membantu proses pemulihan jika dilakukan dengan tujuan yang tepat. Aktivitas tersebut sebaiknya menjadi cara membangun kehidupan baru, bukan sekadar upaya membuat mantan menyesal atau membuktikan sesuatu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Proses pemulihan setelah putus cinta memang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Dengan memahami bahwa putus cinta adalah proses biologis dan emosional, serta menerapkan tips yang tepat, seseorang dapat lebih cepat pulih dan memulai kehidupan baru. Oleh karena itu, penting untuk bersabar dan tidak menyalahkan diri sendiri karena belum bisa cepat move on. Dengan perubahan pola pikir dan lingkungan, seseorang dapat membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih seimbang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716155853-33-751377/tren-life-after-breakup-makin-ramai-ahli-bagikan-6-tips-healing, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *