Kemenperin dan Danareksa Sinergi Kembangkan Kawasan Industri, Investasi dan Hilirisasi Kian Menggeliat
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan PT Danareksa (Persero) memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan industri strategis guna mempercepat proses industrialisasi di Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kawasan industri memiliki fungsi penting dalam membangun ekosistem manufaktur yang efisien dan kompetitif. “Kawasan industri tidak hanya menjadi lokasi beroperasinya perusahaan manufaktur, tetapi juga menjadi penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, serta instrumen penting dalam mempercepat transformasi industri nasional yang lebih maju dan berkelanjutan,” kata Agus.
Kemenperin dan Danareksa Sinergi Kembangkan Kawasan Industri
Kerja sama antara Kemenperin dan Danareksa ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan industri yang lebih maju dan berkelanjutan. Danareksa saat ini membawahi tujuh kawasan industri strategis, yakni KIT Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Medan, Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Surabaya Industrial Estate Rungkut, dan Kawasan Industri Makassar. Secara total, tujuh kawasan industri dalam holding Danareksa memiliki luas sekitar 7.800 hektare dengan tingkat okupansi sekitar 70 persen.
Apa yang Terjadi?
Hingga pertengahan 2026, Indonesia tercatat memiliki 179 kawasan industri dengan luas hampir 100.000 hektare. Kawasan tersebut menampung sekitar 11.970 tenant, merealisasikan investasi senilai Rp 6.744,58 triliun, serta menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja. Dalam pertemuan antara Kemenperin dan Danareksa, kedua pihak membahas pengembangan kawasan industri ke depan, mulai dari konsolidasi kawasan industri BUMN, transformasi menuju kawasan industri hijau, hingga rencana pembangunan dan perluasan kawasan baru.
Mengapa dan Dampaknya
Pengembangan kawasan industri masih menghadapi sejumlah kendala, seperti persoalan pertanahan dan tata ruang, infrastruktur, lingkungan hidup, perizinan, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan dan insentif. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci percepatan pengembangan kawasan industri yang berdaya saing. “Kami menyambut baik komitmen Danareksa dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional melalui pengembangan kawasan industri. Ke depan, kami berharap kawasan industri BUMN dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pembangunan industri ke berbagai daerah, serta menjadi penggerak pemerataan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Agus.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemenperin dan Danareksa harus terus bekerja sama untuk mengembangkan kawasan industri yang lebih maju dan berkelanjutan. Dengan demikian, kawasan industri dapat menjadi penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, serta instrumen penting dalam mempercepat transformasi industri nasional. Pengembangan kawasan industri juga diharapkan dapat memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Pulau Jawa. Dengan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan industri yang lebih maju dan berkelanjutan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7846350/kemenperin-bersama-danareksa-perkuat-kawasan-industri-genjot-hilirisasi-dan-investasi, without altering the facts of the original article.