Polisi Jatim Gandeng Disnaker, Buka Jalur Pelatihan hingga Penempatan Kerja untuk Penganggur, Cerita Harapan di Tengah Krisis
Polisi Jatim Gandeng Disnaker, Buka Jalur Pelatihan hingga Penempatan Kerja untuk Penganggur, Cerita Harapan di Tengah Krisis
Polisi Peduli Pengangguran: Inisiatif Menjawab Tantangan Angka Pengangguran di Jawa Timur
Polisi Jatim telah memulai program “Polisi Peduli Pengangguran” (Poliran) yang bertujuan memberikan fasilitas dan pelatihan kepada pemuda yang belum memiliki pekerjaan. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian Kapolda Jatim terhadap masyarakat yang sedang berhadapan dengan situasi tingginya angka pengangguran di provinsi ini. Program ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menyiapkan pemuda untuk terjun ke dunia kerja secara profesional.
Pelatihan Satuan Pengamanan di Balai Latihan Kerja Provinsi Jatim
Pada Kamis (5/11/2026) siang, di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Timur yang terletak di Jalan Dukuh Menanggal III No 29, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama jajarannya memantau pelatihan satuan pengamanan (Satpam). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan calon tenaga kerja yang kompeten. Dengan memfasilitasi pelatihan di BLK, polisi bertujuan memberi pelatihan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selama kunjungan, Dekananto menekankan pentingnya keterlibatan polisi dalam mengurangi angka pengangguran. “Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pelatihan yang dilaksanakan di BLK ini. Sebagaimana program Kapolri melalui Polisi Peduli Pengangguran, kami berharap kegiatan pelatihan seperti ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Jatim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri pemuda yang akan memasuki dunia kerja.
Kerja Sama Strategis: Nota Kesepahaman dengan Dinas Tenaga Kerja
Dekananto mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur. MoU ini dirancang untuk memaksimalkan pelaksanaan program Poliran yang sudah digagas. Dengan kerjasama ini, polisi dan dinas tenaga kerja dapat menyelaraskan kurikulum pelatihan, memfasilitasi penempatan kerja, dan memastikan kualitas tenaga kerja yang dihasilkan sesuai dengan standar industri.
Melalui MoU, kedua lembaga dapat saling bertukar data mengenai kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor strategis, serta memonitor perkembangan lulusan pelatihan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses penempatan kerja bagi pemuda yang telah mengikuti program Poliran, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja yang tersedia di pasar kerja.
Manfaat Program Poliran bagi Pemuda dan Ekonomi Lokal
Program Polisi Peduli Pengangguran menargetkan ratusan pemuda yang belum memiliki pekerjaan. Dengan menyediakan pelatihan satuan pengamanan, pemuda memperoleh keterampilan yang dapat langsung diterapkan di bidang keamanan, baik di sektor publik maupun swasta. Selain itu, pelatihan ini menumbuhkan disiplin, keterampilan teknis, dan kemampuan kerja tim—kualitas yang sangat dicari oleh pemberi kerja.
Dari perspektif ekonomi lokal, pelatihan ini dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Pemuda yang terlatih memiliki potensi lebih tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, sehingga dapat memperkuat daya saing industri di Jawa Timur. Lebih jauh, program ini dapat menurunkan tingkat pengangguran, yang pada gilirannya dapat mengurangi beban sosial bagi pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengalaman Praktis dan Kesiapan Pasar Kerja
Di BLK, peserta pelatihan tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktek langsung. Mereka dilatih menggunakan peralatan keamanan, teknik patroli, dan prosedur tanggap darurat. Dengan metode pembelajaran hands‑on, peserta dapat menginternalisasi prosedur operasional standar dan menerapkannya di lingkungan kerja nyata.
Selain itu, pelatihan ini juga mencakup modul tentang etika kerja, komunikasi efektif, dan manajemen stres. Keterampilan tambahan ini penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan di tempat kerja. Kesiapan ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang mencari tenaga kerja yang dapat langsung produktif.
Peran Polisi sebagai Pendorong Pemberdayaan Masyarakat
Peran polisi dalam program ini menunjukkan komitmen lembaga penegak hukum untuk berperan lebih luas dalam pembangunan sosial. Dengan membuka jalur pelatihan hingga penempatan kerja, polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. Ini menegaskan bahwa lembaga penegak hukum dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial melalui program-program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta. Melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan pelaku industri, polisi dapat memastikan bahwa pelatihan yang disediakan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan peluang sukses bagi peserta.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Program Polisi Peduli Pengangguran diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tingkat pengangguran tinggi. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, dan sektor swasta, inisiatif ini dapat memperluas jangkauannya dan melibatkan lebih banyak pemuda. Namun, tantangan tetap ada, seperti memastikan kualitas pelatihan, memantau penempatan kerja, dan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri.
Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi pihak terkait untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian program. Monitoring dan evaluasi yang sistematis dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, serta memastikan bahwa program tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, dukungan finansial dan sumber daya manusia yang memadai juga krusial untuk keberlanjutan program.
Kesimpulan: Jalan Menuju Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja
Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) di Jawa Timur menunjukkan bagaimana lembaga penegak hukum dapat berperan aktif dalam pemberdayaan
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/565707/polisi-peduli-pengangguran-polda-jatim-dan-disnaker-siapkan-jalur-pelatihan-hingga-penempatan-kerja, without altering the facts of the original article.