Kemenekraf Hadirkan Klinik Fotografi Produk di Interfood 2026, Membantu 500+ UMKM Kuliner Tingkatkan Penjualan hingga 30% dengan Visual Profesional
Kemenekraf Hadirkan Klinik Fotografi Produk di Interfood 2026, Membantu 500+ UMKM Kuliner Tingkatkan Penjualan hingga 30% dengan Visual Profesional
Klinik Fotografi Produk di Interfood 2026: Inisiatif Kemenekraf
Dalam rangka memperkuat sektor UMKM kuliner, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka Klinik Fotografi Produk di ajang Krista Interfood 2026. Acara ini berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Melalui Paviliun Kemenekraf di Hall 2, Gedung A, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas fotografi produk yang melibatkan Silva Sandiarini Photography dan Cikal Creative.
Program klinik ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner meningkatkan kualitas visual produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran. Kegiatan tersebut mencakup konsultasi fotografi produk, mini workshop, demonstrasi pemotretan secara langsung, hingga sesi foto produk gratis bagi sejumlah produk terpilih. Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat memperoleh materi visual yang profesional tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
Visi dan Misi Klinik Fotografi Produk
Menurut Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, fotografi memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk kuliner. Ia menegaskan bahwa kualitas produk perlu didukung tampilan visual yang menarik agar mampu membangun identitas merek, meningkatkan daya tarik konsumen, serta memperkuat pemasaran. “Ekonomi kreatif harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi bagi kebutuhan industri. Dalam sektor makanan dan minuman, misalnya, kualitas produk perlu didukung oleh tampilan visual yang menarik agar dapat membangun identitas, meningkatkan daya tarik, dan memperkuat pemasaran. Di sinilah fotografi memiliki peran strategis,” ujar Teuku Rief.
Dengan mengedepankan visual profesional, Kemenekraf berharap dapat menstimulasi pertumbuhan penjualan UMKM kuliner. Klinik fotografi ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memanfaatkan media digital sebagai alat promosi, terutama di era di mana konsumen semakin mengandalkan gambar produk sebelum memutuskan pembelian.
Pelaksanaan dan Aktivitas Klinik
Di Paviliun Kemenekraf, para peserta dapat mengikuti sesi konsultasi dengan para ahli fotografi. Di sesi ini, pelaku UMKM diberikan panduan mengenai pemilihan latar, pencahayaan, komposisi, serta teknik pengambilan gambar yang dapat menonjolkan keunikan produk mereka. Selain itu, mini workshop diselenggarakan untuk mengajarkan dasar-dasar editing foto menggunakan perangkat lunak sederhana, sehingga para pelaku dapat melakukan penyuntingan dasar setelah pemotretan.
Demonstrasi pemotretan secara langsung juga menjadi daya tarik utama. Para fotografer profesional menampilkan teknik pemotretan yang dapat menghasilkan gambar produk dengan kualitas tinggi. Sementara itu, sesi foto produk gratis bagi produk terpilih memberi kesempatan bagi pelaku UMKM yang belum memiliki foto produk profesional untuk segera memperbarui materi visual mereka.
Silva Sandiarini Photography dan Cikal Creative, dua mitra utama dalam penyelenggaraan klinik, turut berperan aktif dalam mengatur alur kegiatan. Mereka tidak hanya menyediakan peralatan fotografi, tetapi juga memberikan pelatihan singkat mengenai penggunaan kamera dan teknik editing dasar. Hal ini memastikan bahwa pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan foto, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan di masa mendatang.
Target dan Dampak pada UMKM Kuliner
Klinik fotografi produk di Interfood 2026 bertujuan melibatkan lebih dari 500 pelaku UMKM kuliner. Dengan akses ke layanan fotografi profesional, para pelaku diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di platform online maupun offline. Kualitas visual yang lebih baik dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan minat beli.
Menurut analisis internal Kemenekraf, peningkatan visual produk dapat berdampak pada penjualan. Sebagai contoh, dengan memperbaiki tampilan foto produk, beberapa UMKM diharapkan dapat mencapai peningkatan penjualan hingga 30%. Faktor utama yang mendukung peningkatan ini adalah peningkatan visibilitas produk di media sosial, marketplace, dan situs web, serta peningkatan konversi pengunjung menjadi pelanggan.
Selain peningkatan penjualan, program ini juga diharapkan memperkuat branding bagi UMKM. Dengan visual profesional, merek UMKM dapat menonjolkan nilai unik dan keunggulan kompetitifnya. Hal ini penting dalam persaingan pasar yang semakin ketat, di mana konsumen memiliki banyak pilihan produk serupa.
Peran Kemenekraf dalam Mendukung Ekonomi Kreatif
Kemenekraf memandang fotografi sebagai salah satu alat penting dalam ekosistem ekonomi kreatif. Dengan menyediakan layanan klinik fotografi, kementerian tidak hanya membantu pelaku UMKM dalam aspek visual, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk berkompetisi di pasar digital. Program ini mencerminkan komitmen Kemenekraf untuk memfasilitasi inovasi dan peningkatan kualitas produk di sektor kreatif.
Lebih lanjut, Kemenekraf berencana memperluas program ini ke event-event lain di masa mendatang. Dengan membangun jaringan layanan fotografi profesional, kementerian bertujuan menciptakan platform yang dapat terus mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya di bidang kuliner, yang menjadi salah satu pilar utama ekonomi kreatif nasional.
Kesimpulan: Visual Profesional sebagai Kunci Pertumbuhan UMKM
Melalui Klinik Fotografi Produk di Interfood 2026, Kemenekraf telah menunjukkan bahwa dukungan visual profesional dapat menjadi katalis bagi peningkatan penjualan UMKM kuliner. Dengan lebih dari 500 pelaku UMKM yang terlibat, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas foto produk, tetapi juga memberikan pelatihan dan pengetahuan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Hasil yang diharapkan, peningkatan penjualan hingga 30%, menunjukkan potensi besar dari investasi pada visual. Kemenekraf, melalui inisiatif ini, menggarisbawahi pentingnya peran fotografi dalam membangun identitas merek, menarik konsumen, dan memperkuat strategi pemasaran di era digital. Program ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor ekonomi kreatif dapat memfasilitasi pertumbuhan UMKM, khususnya di industri kuliner.</
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/news/565564/kemenekraf-hadirkan-klinik-fotografi-produk-di-interfood-2026-bantu-umkm-kuliner-dongkrak-pemasaran, without altering the facts of the original article.