Ipda Kadek Sumerta, Polisi yang Peduli: Melindungi Kaum Disabilitas di Gianyar dengan Hati

Ipda Kadek Sumerta, seorang polisi yang peduli, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan kegiatan sosialnya di Yayasan Bhakti Senang Hati, Gianyar. Sebagai anggota Polri, ia tidak hanya menjalankan tugas pokoknya sebagai aparat keamanan, tetapi juga meluangkan waktu untuk membantu kaum disabilitas. Ipda Kadek Sumerta adalah contoh nyata dari seorang polisi yang memiliki hati.

Awal Mula Keterlibatan Ipda Kadek

Ipda Kadek bercerita bahwa awal mula dirinya berkegiatan di yayasan itu pada tahun 2017 silam. Saat itu, ia datang ke Yayasan Bhakti Senang Hati dengan seragam polisi lengkap dan melihat aktivitas belajar para kaum disabilitas, tetapi tidak didampingi oleh guru yang mengajar. Karena sudah berkumpul, ia memperkenalkan diri. Memang kesan awalnya mereka sangat canggung, termasuk mereka takut karena yang ada di hadapan mereka adalah polisi yang berseragam.

Namun, Ipda Kadek tidak menyerah. Ia kemudian tergerak hatinya untuk menjadi guru di yayasan kaum disabilitas tersebut. Ia mengajarkan baca tulis sambil pelan-pelan juga menyerap segala permasalahan para anak binaannya di Yayasan Bhakti Senang Hati. Dengan pola mengajar tidak seperti di sekolah-sekolah formal, ia mencoba menyerap bagaimana sih permasalahan mereka, karena tingkat kemampuan anak-anak difabel yang ada di yayasan ini berbeda-beda.

Meningkatkan Kemandirian Kaum Disabilitas

Ipda Kadek kemudian melatih para kaum disabilitas itu cara memasak, membuat hidangan untuk menjamu tamu. Ia juga bekerja sama dengan sejumlah agen pariwisata di Bali agar Yayasan Bhakti Senang Hati menjadi salah satu destinasi wisata para turis asing di Gianyar. Jadi, hal-hal yang dilakukan Ipda Kadek bertujuan meningkatkan kemampuan mereka tentang mengenal baca tulis, meningkatkan keterampilan mereka bagaimana cara melayani orang asing, dan membuat hidangan walaupun itu hidangan nasional dan bagaimana menumbuhkan semangat mereka sehingga mereka bisa percaya diri, kemandirian yang diutamakan di sini.

Mengapa Ipda Kadek Melakukan Ini?

Ipda Kadek menjelaskan bahwa aksinya menjadi pelindung kaum disabilitas di Gianyar merupakan konsep hidup yang dia jalankan, yakni Tri Hita Karana, yang artinya hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam. Jadi, apa yang dilakukan Ipda Kadek di Yayasan Bhakti Senang Hati ini adalah implementasi dari hubungan manusia dengan manusia, di mana kita sesama manusia harus saling peduli, saling memberikan kasih sayang kita kepada sesama umat manusia.

Dampak dan Apresiasi

Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati, I Nyoman Sukadana, merasakan betul peran Ipda Kadek sejak pertama kali kenal pada tahun 2017. Ia meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak mereka baca tulis karena sebagian besar anak-anak mereka tidak pernah mengenyam pendidikan. Pengurus Yayasan Bhakti Senang Hati, Ida Bagus Nyoman Sancaya (Usman), juga mengungkap kebaikan Ipda Kadek terhadap dirinya dan para penyandang disabilitas lainnya di yayasan tersebut. Konsistensi dan komitmen Ipda Kadek membina kaum disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati itu diapresiasi atasannya, Kapolsek Blahbatu Kompol Luh Putu Sri Sumartini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ipda Kadek Sumerta berharap dapat terus mendampingi yayasan ini, walaupun nanti dirinya tidak berdinas jadi polisi. Ia ingin para kaum disabilitas di yayasan itu tidak ada batasan dengan dirinya, sehingga mereka dapat menganggapnya sebagai sosok ayah. Dengan demikian, Ipda Kadek Sumerta akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan kegiatan sosialnya di Yayasan Bhakti Senang Hati, Gianyar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8573059/cerita-ipda-kadek-sumerta-jadi-polisi-pelindung-kaum-disabilitas-di-gianyar, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *