Dari Gobel Hingga Sukses: Kisah Inspiratif Rachmat Gobel Membangun Industri Elektronik

Rachmat Gobel: Membangun Industri Elektronik Indonesia dari Nol

Rachmat Gobel, sosok yang baru saja meninggalkan kita pada Jumat, 10 Juli 2026, telah mencatatkan namanya dalam sejarah industri nasional Indonesia. Ia memimpin Gobel Group menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, sekaligus mempertahankan kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun. Rachmat Gobel merupakan putra pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel, dan sejak muda telah dipersiapkan untuk menjadi penerus perusahaan.

Latar Belakang dan Pendidikan

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, mendirikan Gobel Group dengan cita-cita membangun industri sebagai sarana memajukan Indonesia. Untuk mencapai cita-cita tersebut, Thayeb memilih menjalin kemitraan dengan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (kini Panasonic) melalui skema joint venture. Rachmat Gobel kemudian dikirim ke Jepang untuk menempuh pendidikan dan memahami langsung budaya kerja dan industri manufaktur. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, pada 1987, dan mengikuti program pelatihan di Matsushita Electric Industrial sebelum kembali ke Indonesia.

Momen Penentu di Awal Karier

Setelah kembali ke Indonesia, Rachmat Gobel memulai kariernya di Gobel Group pada 1989. Ia melewati sejumlah jenjang kepemimpinan sebelum dipercaya memimpin Panasonic Gobel Group. Di tangannya, perusahaan tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga meningkatkan penggunaan komponen lokal. Berbagai produk elektronik Panasonic berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, sejalan dengan upaya memperkuat basis manufaktur nasional.

Perjalanan di Dunia Politik

Pengalamannya di dunia industri membawa Rachmat Gobel aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ia mengoordinasikan berbagai bidang, mulai dari industri, teknologi, hingga infrastruktur. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017-2019. Sebelumnya, Rachmat Gobel juga sempat menjabat Menteri Perdagangan pada 2014-2015. Seusai dari kabinet, ia melanjutkan kiprah di dunia politik melalui Partai NasDem dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan jejak panjang di dunia industri nasional. Ia telah membangun industri elektronik Indonesia dari nol dan mempertahankan kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang. Gobel Group tetap menjadi salah satu pelaku penting manufaktur elektronik di Indonesia. Rachmat Gobel telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan kemitraan yang strategis, Indonesia dapat menjadi pemain penting di industri global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Industri elektronik Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan fondasi yang telah dibangun oleh Rachmat Gobel, Indonesia dapat terus meningkatkan kemampuan manufaktur dan meningkatkan penggunaan komponen lokal. Pemerintah dan pelaku industri harus terus bekerja sama untuk memperkuat basis industri nasional dan meningkatkan daya saing global. Rachmat Gobel telah meninggalkan warisan yang berharga, dan kini saatnya bagi kita untuk meneruskan perjuangannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710095156-25-749705/kisah-inspiratif-rachmat-gobel-menjalankan-warisan-industri-elektronik, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *