Kecelakaan Tragis di Lamteng, Dua Pemanen Sawit Tewas Tersengat Listrik dan Mengalami Luka Bakar Parah di Punggung serta Selangkangan Saat Bekerja di Kebun

Kecelakaan tragis di Lamteng menegaskan betapa berbahayanya kerja di kebun sawit, khususnya ketika peralatan berbahan besi berinteraksi dengan jaringan listrik bertegangan tinggi.

Peristiwa Kecelakaan di Kebun Sawit Lamteng

Peristiwa tersebut terjadi di Lamteng, Kampung Terbanggi Subing, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Dua pemanen sawit, yaitu Tukiyo dan Triyanto, sedang memanen buah sawit menggunakan galah besi sepanjang enam meter. Saat memanen, galah tersebut menabrak kabel listrik bertegangan tinggi yang tersembunyi di antara tanaman. Akibatnya, keduanya tersengat aliran listrik dan jatuh ke tanah.

Ipda Dony Tri Renaldo, Kapolsek Bumi Ratu Nuban, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Tukiyo memanen buah sawit menggunakan galah atau egrek berbahan pipa besi. Saat aktivitas berlangsung, alat tersebut diduga menyentuh jaringan listrik di sekitar lokasi hingga membuat Tukiyo tersengat aliran listrik. Melihat rekannya dalam kondisi berbahaya, Triyanto spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru membuat dirinya ikut tersengat listrik hingga keduanya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Menurut Ipda Dony, “Korban Triyanto bermaksud menolong rekannya, Tukiyo, yang lebih dahulu tersengat listrik. Namun, saat memberikan pertolongan, ia justru ikut tersengat hingga keduanya terjatuh dan tidak sadarkan diri.”

Setelah menerima laporan, personel Polsek Bumi Ratu Nuban langsung menuju lokasi untuk memeriksa dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Demang Sepulau Raya, Kecamatan Gunung Sugih. Namun, setelah menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan, keduanya dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Tukiyo mengalami luka di pipi kanan serta luka bakar pada kedua kaki, kepala bagian bel.

Alasan dan Dampak Kecelakaan di Kebun Sawit

Alasan utama terjadinya kecelakaan ini terletak pada penggunaan peralatan berbahan besi yang dapat menabrak kabel listrik bertegangan tinggi. Di kebun sawit, seringkali tidak ada penanda atau pengaman yang memadai untuk menandai keberadaan jaringan listrik. Hal ini meningkatkan risiko tersengat listrik bagi para pekerja. Selain itu, kondisi tanah yang lembab dan vegetasi yang lebat dapat menutupi kabel, sehingga pekerja tidak menyadari keberadaannya.

Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya berupa kehilangan nyawa dua pekerja, tetapi juga menimbulkan beban emosional bagi keluarga dan rekan kerja. Kematian dua pemanen sawit juga menambah beban ekonomi bagi keluarga yang bergantung pada pendapatan mereka. Di sisi lain, kecelakaan ini menyoroti pentingnya penegakan standar keselamatan kerja di industri perkebunan. Jika tidak ada peraturan yang ketat dan pelatihan yang memadai, risiko kecelakaan serupa dapat terus berlanjut.

Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja di Kebun Sawit

Setelah kecelakaan ini, pihak kepolisian dan dinas terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kebun sawit di daerah tersebut. Penilaian terhadap keberadaan jaringan listrik, penandaan kabel, serta penggunaan peralatan yang aman menjadi langkah penting. Selain itu, pelatihan keselamatan kerja bagi para pemanen harus menjadi prioritas, termasuk cara mengidentifikasi risiko listrik dan langkah-langkah pertolongan pertama.

Upaya pengamanan juga perlu melibatkan pemberian alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti sarung tangan isolasi dan alas kaki khusus. Penerapan sistem alarm atau sensor yang dapat mendeteksi kontak listrik juga dapat membantu mencegah kejadian serupa. Di sisi kebijakan, pemerintah daerah dapat menguatkan regulasi tentang instalasi listrik di kebun sawit, termasuk pembuatan rambu peringatan dan pemeliharaan rutin.

Kesimpulan dan Harapan

Kecelakaan tragis di Lamteng mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan kerja, khususnya di industri perkebunan. Kematian dua pemanen sawit akibat tersengat listrik menunjukkan betapa rapuhnya kesejahteraan pekerja ketika standar keselamatan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, semua pihak—dari pemilik kebun, pekerja, hingga pemerintah—harus berkolaborasi untuk meningkatkan penandaan jaringan listrik, menyediakan peralatan yang aman, dan melaksanakan pelatihan keselamatan secara rutin. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan tragedi serupa dapat dihindari di masa depan, sehingga para pemanen dapat bekerja dengan aman dan produktif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1221809/2-pemanen-sawit-tewas-tersengat-listrik-di-lamteng-alami-luka-bakar-di-punggung-dan-selangkangan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *