Perang Iran Buka Mata AS: Kekurangan Rudal Andalan, Trump Kena Bumerang
Perang Iran Buka Mata AS: Kekurangan Rudal Andalan, Trump Kena Bumerang
Persediaan rudal utama militer Amerika Serikat (AS) terus menyusut seiring memanasnya kembali konflik dengan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi potensi perang lain, termasuk jika terjadi konflik dengan China maupun Korea Utara. Perang Iran telah menjadi bumerang bagi Presiden Donald Trump, karena AS kehabisan rudal andalan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada fase awal konflik yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury, militer AS menghabiskan ribuan rudal presisi jarak jauh serta rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan Iran. Menurut para analis, hingga pertempuran besar dengan Iran mereda pada April lalu, Pentagon telah menghabiskan sedikitnya setengah stok pencegat rudal balistik THAAD, hampir separuh rudal pertahanan udara Patriot, serta sekitar 30% rudal jelajah Tomahawk.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kondisi stok amunisi kini jauh dari ideal. Analis pertahanan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus mantan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian, mengatakan bahwa jika perang berlanjut dengan laju seperti lima hari terakhir, persediaan rudal akan semakin terkuras sehingga menciptakan tingkat risiko baru yang lebih tinggi, khususnya di kawasan Indo-Pasifik. Oleh karena itu, diperlukan sedikitnya tiga tahun untuk mengembalikan stok ke tingkat sebelum perang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah meminta tambahan anggaran kepada Kongres untuk menutup biaya konflik Iran, namun usulan tersebut diperkirakan menghadapi pembahasan yang sulit. Di sisi lain, Pentagon menyatakan tengah mempercepat perluasan kapasitas industri pertahanan. Namun, kebijakan tersebut hanya akan memberikan dampak terbatas dalam jangka pendek karena peningkatan kapasitas produksi tetap membutuhkan waktu. AS juga berupaya mengurangi beban produksinya dengan memberikan lisensi kepada negara mitra, seperti Jerman dan Ukraina, untuk memproduksi rudal Patriot di dalam negeri. Namun, proses tersebut tidak berlangsung cepat. Peningkatan kapasitas produksi rudal menjadi sangat penting bagi AS untuk menghadapi potensi perang di masa depan. Rudal andalan seperti THAAD, Patriot, dan Tomahawk memiliki peran penting dalam strategi pertahanan AS. Oleh karena itu, AS harus memastikan bahwa persediaan rudal tersebut selalu dalam kondisi yang memadai untuk menghadapi ancaman dari negara-negara lain. Dengan demikian, AS dapat mempertahankan kesiapannya dalam menghadapi potensi perang di masa depan. Dalam beberapa tahun ke depan, AS diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi rudalnya. Namun, proses tersebut tidak akan berjalan dengan cepat. Oleh karena itu, AS harus terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dan memastikan bahwa persediaan rudalnya selalu dalam kondisi yang memadai. Dengan demikian, AS dapat mempertahankan kesiapannya dalam menghadapi potensi perang di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713070634-4-750248/perang-iran-jadi-bumerang-trump-as-kehabisan-rudal-andalan, without altering the facts of the original article.