Harga Cabai di Surabaya Meroket ke Rp60 Ribu per Kg, Pemkot Luncurkan Program Urban Farming untuk Jaga Pasokan dan Harga

Harga Cabai di Surabaya Meroket ke Rp60 Ribu per Kg menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen, mengingat peran penting cabai dalam masakan sehari-hari. Fenomena ini memicu kebijakan baru dari Pemerintah Kota Surabaya yang meluncurkan program Urban Farming untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga.

Perubahan Harga Cabai di Pasar Tradisional Surabaya

Selama beberapa bulan terakhir, harga cabai di pasar tradisional Surabaya berada di kisaran Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Namun, pada akhir Oktober 2026, harga komoditas tersebut sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Pedagang di Pasar Balongsari, Rahma, mengaku pernah menjual cabai dengan harga Rp60 ribu per kilogram. Kondisi tersebut berdampak pada penjualan karena sebagian pembeli mengurangi jumlah belanja. “Harga cabai sempat sampai Rp60 ribu per kilogram. Pembeli banyak yang mengurangi jumlah belanja. Kalau biasanya beli setengah kilogram, sekarang ada yang hanya beli seperempat kilogram. Tapi sekarang harganya sudah di kisaran Rp52 ribu sampai Rp55 ribu,” ujar Rahma.

Data Inflasi Nasional Menunjukkan Dampak Harga Cabai

Kenaikan harga cabai juga tercermin dalam data inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat cabai merah, cabai rawit, dan tomat menjadi komoditas yang mendorong inflasi Oktober 2026 sebesar 0,22 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dengan andil terhadap inflasi umum mencapai 0,15 persen. “Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Berikutnya cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen,” tambah Ateng.

Alasan Kenaikan Harga Cabai di Surabaya

Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa harga cabai di Surabaya meroket ke Rp60 ribu per Kg. Pertama, kondisi iklim yang tidak menentu mempengaruhi produksi cabai di daerah penghasil utama. Kekurangan hujan di beberapa kabupaten menyebabkan penurunan hasil panen, sehingga pasokan di pasar tradisional menjadi terbatas. Kedua, transportasi dan biaya logistik meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar. Hal ini menambah beban biaya bagi pedagang yang harus mengirim cabai dari daerah asal ke Surabaya. Ketiga, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing berdampak pada import komoditas pengganti ketika pasokan lokal menurun. Semua faktor ini berkontribusi pada kenaikan harga cabai di Surabaya.

Dampak Kenaikan Harga Cabai bagi Konsumen dan Pedagang

Penurunan volume pembelian yang dilaporkan oleh pedagang seperti Rahma menunjukkan bahwa konsumen mulai menyesuaikan pola belanja mereka. Pembelian cabai berkurang, sehingga pendapatan pedagang menurun. Di sisi lain, konsumen yang tetap membeli cabai mungkin harus menyesuaikan anggaran makan harian, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Selain itu, kenaikan harga cabai berpotensi memicu kenaikan harga hidangan berbasis cabai di restoran dan warung, yang dapat memperlebar efek inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Program Urban Farming sebagai Solusi Pemerintah Kota Surabaya

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Urban Farming sebagai upaya menjaga pasokan dan menstabilkan harga cabai. Program ini dirancang untuk memanfaatkan lahan kosong di kawasan perkotaan, termasuk taman kota, halaman rumah, dan gedung perkantoran. Dengan menanam cabai secara vertikal atau hidroponik, kota dapat menambah produksi lokal secara signifikan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi lokal dan berkelanjutan.

Strategi Implementasi Urban Farming

Program Urban Farming di Surabaya melibatkan beberapa langkah strategis. Pertama, Pemerintah menyediakan pelatihan bagi warga dan pelaku usaha kecil tentang teknik budidaya cabai modern. Kedua, disediakan subsidi kecil bagi penanam yang menggunakan sistem hidroponik atau aeroponik, sehingga biaya awal tidak menjadi beban besar. Ketiga, dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mengembangkan varietas cabai yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Keempat, infrastruktur distribusi dioptimalkan agar cabai yang ditanam di kota dapat langsung masuk ke pasar tradisional, mengurangi waktu dan biaya transportasi.

Harapan dan Tantangan Program Urban Farming

Harapan utama dari program ini adalah menurunkan harga cabai di Surabaya, sehingga harga cabai di Surabaya meroket ke Rp60 Ribu per Kg tidak lagi menjadi masalah bagi konsumen. Selain menurunkan harga, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Namun, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan lahan di kota yang padat. Selain itu, pengetahuan teknis tentang budidaya cabai modern masih terbatas di kalangan warga. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pasokan cabai yang dihasilkan cukup stabil untuk memenuhi permintaan pasar.

Kesimpulan

Kenaikan harga cabai di Surabaya menjadi sorotan utama dalam kebijakan ekonomi kota. Dengan harga cabai yang pernah mencapai Rp60 ribu per Kg, pemerintah kota memutuskan untuk meluncurkan program Urban Farming sebagai solusi jangka pendek dan panjang. Program ini berfokus pada peningkatan produksi lokal, penurunan biaya distribusi, serta peningkatan kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk lokal. Meskipun masih ada tantangan, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan di wilayah metropolitan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/565286/harga-cabai-di-surabaya-tembus-rp60-ribu-per-kg-pemkot-siapkan-panen-dari-urban-farming, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *