Lurah Cibeunying Ungkap Data Pembangunan Infrastruktur 2026, Pastikan Program PSPKB Tepat Sasaran dengan 12 Proyek Prioritas

Program Sinergitas Pembangunan Kelurahan Bedas (PSPKB) menjadi sorotan utama di wilayah Kelurahan Cibeunying pada tahun anggaran 2026, ketika Lurah Cibeunying, Ojat Kurnia, SE, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan sarana dan prasarana. Fokus utama peninjauan tersebut adalah perbaikan jalan setapak dan pemeliharaan drainase, dua komponen penting yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Peninjauan Langsung: Menjamin Kualitas dan Kesesuaian RAB

Dalam kunjungan yang dilaksanakan pada hari ini, Ojat Kurnia menilai progres pembangunan secara detail. Ia memastikan bahwa setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola program. Peninjauan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis maupun administratif yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek.

Selama kegiatan, Ojat didampingi oleh jajaran perangkat kelurahan, termasuk Ketua LPM Kelurahan Cibeunying, Ayi Tarkib, dan Ketua Forum RW Kelurahan Cibeunying, Wawan Hermawan. Selain itu, para ketua kelompok masyarakat (Pokmas) yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan turut hadir. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi lintas lembaga yang kuat dalam mewujudkan program ini.

Ojat menekankan bahwa peninjauan ini tidak hanya bersifat administratif, namun juga bertujuan untuk memastikan bahwa hasil akhir pembangunan benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan warga. Ia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini penting untuk menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggunakan akses jalan di kawasan tersebut.

PSPKB 2026: Inisiatif Bupati Bandung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Program Sinergitas Pembangunan Kelurahan Bedas (PSPKB) tahun anggaran 2026 merupakan inisiatif yang didirikan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di tingkat kelurahan dengan memanfaatkan dana APBD Kabupaten Bandung. Fokus utamanya adalah memperkuat infrastruktur dasar, seperti jalan setapak dan drainase, yang menjadi tulang punggung kehidupan sehari-hari warga.

PSPKB mengedepankan pendekatan sinergis, di mana setiap proyek pembangunan diharapkan dapat saling mendukung satu sama lain. Hal ini memungkinkan terciptanya jaringan infrastruktur yang terintegrasi, sehingga tidak hanya meningkatkan aksesibilitas tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan untuk investasi dan pengembangan ekonomi lokal.

Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat Cibeunying

Perbaikan jalan setapak dan pemeliharaan drainase di Kelurahan Cibeunying memiliki dampak signifikan bagi kualitas hidup penduduk. Jalan setapak yang lebih baik memudahkan mobilitas warga, baik untuk aktivitas harian maupun kegiatan ekonomi. Peningkatan aksesibilitas ini juga dapat merangsang pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

Drainase yang terjaga dengan baik mengurangi risiko banjir, terutama di musim hujan. Dengan mengurangi potensi banjir, keamanan dan kenyamanan warga terjaga, serta terhindar dari kerugian ekonomi yang disebabkan oleh kerusakan infrastruktur dan properti. Selain itu, drainase yang baik juga berperan dalam menjaga kualitas lingkungan, mengurangi pencemaran air, dan memperbaiki kesehatan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, inisiatif PSPKB juga berkontribusi pada pencapaian target pembangunan infrastruktur daerah. Dengan memanfaatkan dana APBD secara efisien, program ini menunjukkan bahwa investasi publik dapat dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

Koordinasi Lintas Lembaga: Kunci Keberhasilan Program

Ojat Kurnia menegaskan pentingnya koordinasi antara Tim Pembinaan dan Pengawasan Program PSPKB tingkat kelurahan dengan pihak terkait lainnya. Melalui koordinasi ini, semua pihak dapat saling bertukar informasi mengenai perkembangan proyek, identifikasi masalah, dan solusi yang tepat. Hal ini menjadi kunci untuk memastikan proyek berjalan lancar, berkualitas, dan tepat waktu.

Peran perangkat kelurahan, LPM, Forum RW, serta Pokmas menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Setiap lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab masing-masing, mulai dari pengawasan, pelaporan, hingga partisipasi langsung dalam pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian, proyek tidak hanya menjadi hasil kerja lembaga pemerintah, tetapi juga refleksi kolaborasi aktif warga setempat.

Kesimpulan: PSPKB 2026 sebagai Motor Pembangunan Kelurahan Cibeunying

Peninjauan langsung oleh Lurah Cibeunying, Ojat Kurnia, SE, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan Program Sinergitas Pembangunan Kelurahan Bedas (PSPKB) tahun anggaran 2026 berjalan sesuai rencana. Fokus pada perbaikan jalan setapak dan pemeliharaan drainase menunjukkan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, yang pada gilirannya akan memperkuat mobilitas, keamanan, dan kesejahteraan warga.

Dengan koordinasi yang kuat antara lembaga pemerintah, perangkat kelurahan, serta masyarakat, PSPKB menjadi contoh bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan secara efektif di tingkat lokal. Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga menciptakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup jangka panjang bagi penduduk Kelurahan Cibeunying.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kabupaten-bandung/1188729/lurah-cibeunying-tinjau-pembangunan-infrastruktur-pastikan-program-pspkb-2026-tepat-sasaran, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *