Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian, Kutip Pidato Presiden RI Soal Ini
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada 28 Februari lalu, mendapat pujian dari berbagai pihak. Sebelum meninggal, Khamenei dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Iran, terutama setelah menjadi salah satu tokoh utama Revolusi Iran pada 1979. Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 hingga wafatnya.
Perjalanan Hidup dan Pengaruh Ayatollah Ali Khamenei
Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu kini disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sejak Jumat (3/7/2026), sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026). Semasa hidup, Khamenei dikenal sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam politik Iran. Ia pernah mengalami masa-masa sulit sebagai tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an.
Pada masa penjaranya, Khamenei memiliki pengalaman yang cukup unik. Ia pernah berbagi sel dengan seorang pemuda yang merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Awalnya, pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya. Namun, Khamenei berusaha membantunya dan akhirnya memancing pemuda itu untuk berbicara tentang keimanannya.
Momen Penentu di Balik Jeruji Besi
Pemuda tersebut akhirnya mengungkap bahwa dia tidak percaya pada agama apapun karena khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam. Mendengar pengakuan itu, Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu.
Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. “Tahukah kamu bahwa Presiden Sukarno dari Indonesia pernah mengatakan pada Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’.”
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pemikiran Soekarno itu juga menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara. Meski memiliki latar belakang agama, ideologi, dan pandangan politik yang berbeda, mereka sama-sama menghadapi penindasan dari rezim Shah. “Persatuan seperti itulah yang menghubungkan kita sekarang. Masalah yang kita hadapi sama, dan nasib kita tidak pasti. Agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah di antara kita.”
Kematian Ayatollah Ali Khamenei meninggalkan dampak besar bagi Iran dan dunia internasional. Sebagai tokoh penting dalam sejarah Iran, peranannya dalam membentuk kebijakan dan arah negara tidak dapat diabaikan. Walaupun telah meninggal, warisan pemikirannya, terutama terkait persatuan dan kesadaran akan kebutuhan bersama, akan terus dikenang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pengaruh Khamenei tidak hanya dirasakan di Iran, tetapi juga di negara-negara lain yang memiliki hubungan dengan Iran. Oleh karena itu, kematian beliau menjadi momen penting untuk merenungkan arah politik dan sosial di Iran dan sekitarnya. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Iran dan negara-negara lain untuk mewujudkan persatuan dan kesadaran akan kebutuhan bersama masih terbuka lebar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.