Gelombang El Nino dan Godzilla Mengancam, Harga Pangan Diprediksi Melonjak hingga 2028
Ancaman Gelombang El Nino dan Godzilla pada Harga Pangan
Pangan global diprediksi akan mengalami lonjakan harga hingga 2028 akibat gelombang El Nino dan Godzilla yang mengancam. Para ekonom menilai rantai pasok pangan global kini menghadapi “dua guncangan sekaligus”, yakni konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi dan pupuk serta cuaca ekstrem akibat pemanasan global yang diperkirakan semakin diperparah oleh El Nino berkekuatan sangat besar. El Nino adalah fenomena alam yang terjadi ketika perubahan pola angin memungkinkan air laut hangat menyebar ke wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator. Kondisi ini dapat memicu gelombang panas, banjir besar, hingga badai yang lebih ekstrem di berbagai belahan dunia.
Momen Penentu di Menit Akhir
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) bulan lalu mengonfirmasi bahwa kondisi pemanasan di Samudra Pasifik mulai terbentuk. Lembaga tersebut memperkirakan terdapat peluang sebesar 63% suhu permukaan laut akan meningkat lebih dari 2 derajat Celsius di atas normal pada akhir tahun ini. Adapun kemunculan El Nino ekstrem diperkirakan datang pada saat yang sangat buruk, ketika masyarakat di berbagai negara masih terbebani lonjakan biaya hidup akibat inflasi dalam beberapa tahun terakhir.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Para ekonom mengatakan cuaca ekstrem dapat memperparah tekanan terhadap harga pangan dan kembali mendorong inflasi global. Kondisi tersebut juga membuat bank-bank sentral khawatir karena suku bunga kemungkinan harus dipertahankan pada level tinggi lebih lama. Analis bank asal Italia, UniCredit, mengatakan fenomena El NiNo kembali mengangkat isu climateflation, yakni inflasi akibat perubahan iklim. “Gelombang panas yang baru-baru ini melanda Eropa menjadi pengingat bahwa kondisi dasar iklim telah berubah. El NiNo dapat menambah tekanan baru pada akhir tahun ini karena memperkuat dampak pemanasan global,” tulisnya dalam catatan riset.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Adapun tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda adalah: El Nino memiliki sejarah panjang mengganggu hasil panen dunia. Lebih dari satu abad lalu, El Nino yang diyakini menjadi salah satu yang paling kuat dalam sejarah memicu kekeringan besar di China, Afrika bagian selatan, Brasil, Mesir, dan India. Bencana tersebut menyebabkan kondisi kelaparan yang diperburuk oleh kebijakan kolonial saat itu hingga menewaskan jutaan orang, termasuk lebih dari 6 juta orang di India pada periode 1876-1878. Dalam beberapa dekade terakhir, El Nino kuat juga terjadi pada periode 1981-1982, 1996-1997, 2015-2016, dan 2023-2024. Namun, proyeksi NOAA menunjukkan siklus 2026-2027 berpotensi menjadi lebih parah dibandingkan peristiwa-peristiwa sebelumnya sehingga meningkatkan risiko kekeringan, banjir, gagal panen, dan gangguan pasokan pangan secara global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Analis Goldman Sachs memperkirakan kekuatan El Nino kali ini dapat mendorong kenaikan harga komoditas pangan dunia hingga 15,8%. Lonjakan tersebut diperkirakan akan berdampak luas terhadap konsumen di berbagai negara. Di kawasan zona euro misalnya, harga pangan diproyeksikan naik sekitar 1,3%. UniCredit memperkirakan skenario El Nino ekstrem masih sangat mungkin terjadi dan dapat memangkas produksi pertanian dunia hingga 14,3%, setara dengan kehilangan output senilai US$342 miliar atau sekitar £254 miliar. Menurut UniCredit, lonjakan harga berbagai komoditas utama bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi. “Guncangan harga dapat mencapai 10% hingga 50% pada komoditas utama, sementara tanaman yang paling rentan, termasuk beras, minyak sawit, gula, dan kopi, dapat melonjak antara 50% hingga 100% atau bahkan lebih tinggi,” kata UniCredit. Lembaga tersebut mengingatkan bahwa sistem pangan global memang masih memiliki cadangan untuk menghadapi tekanan pada paruh kedua 2026. Namun ruang untuk melakukan kesalahan sangat kecil.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713064956-4-750245/el-nino-godzilla-mengamuk-siap-siap-harga-pangan-melonjak-hingga-2028, without altering the facts of the original article.