Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian pada Presiden RI, Ini Katanya
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, semasa hidupnya pernah mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, untuk menjelaskan pentingnya persatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi. Khamenei mengisahkan pengalaman saat menjadi tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an. Ia berbagi sel dengan beberapa tahanan, termasuk seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh.
Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian pada Presiden RI
Dalam memoar Cell No. 14 (2021), Khamenei menceritakan pengalaman saat menjadi tahanan politik. Ia berusaha membantu seorang pemuda komunis yang jarang makan dan tampak kehilangan semangat. Pemuda itu akhirnya mengungkap alasan mengapa selalu menjaga jarak, yakni khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam. Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan dan menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu.
Momen Penentu di Menit Akhir
Khamenei kemudian mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. “Tahukah kamu bahwa Presiden Sukarno dari Indonesia pernah mengatakan pada Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’,” tulis Khamenei dalam memoarnya. Menurut Khamenei, pemikiran Soekarno itu juga menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pemikiran Soekarno tentang kesatuan kebutuhan ini memiliki dampak yang signifikan dalam hubungan antara Khamenei dan pemuda komunis tersebut. Sejak saat itu, hubungan keduanya menjadi lebih akrab. Beberapa tahun kemudian, Khamenei menjadi salah satu tokoh penting Revolusi Iran yang menggulingkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979. Sejak 1989, dia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran hingga akhirnya wafat dan dimakamkan pada tahun ini.
Kematian Khamenei meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Iran dan dunia internasional. Ia dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam politik Iran dan memiliki peran penting dalam membentuk kebijakan negara. Dengan pengalamannya sebagai tahanan politik dan perjuangannya dalam Revolusi Iran, Khamenei meninggalkan warisan yang akan terus dikenang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Iran dan masyarakat internasional kini harus menantikan langkah-langkah selanjutnya dalam politik Iran. Siapa yang akan menggantikan posisi Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa warisan Khamenei akan terus mempengaruhi politik Iran dalam waktu yang lama. Presiden RI, sebagai tokoh yang pernah dikutip oleh Khamenei, juga diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Iran di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.