Rupiah Menguat Lagi: Mungkinkah Balik ke Kisaran Rp17.000?
Rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini, mencapai level Rp18.045/US$, atau terapresiasi 0,14%. Penguatan ini terjadi seiring dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke level 100,788. Dengan tren ini, muncul pertanyaan apakah kurs rupiah mampu kembali ke level kisaran Rp17.000/US$ dalam jangka pendek?
Momen Penguatan Rupiah
Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), rupiah dibuka menguat dan terus bergerak di rentang Rp18.045-Rp18.075/US$. Penguatan ini terjadi setelah indeks dolar AS (DXY) melemah untuk sesi kedua beruntun. Pelemahan DXY mendapat angin segar dari perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global. Selain itu, tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkat juga mempengaruhi pergerakan mata uang.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ekonom Bank BTN Myrdal Gunarto menyatakan bahwa syarat rupiah bisa kembali ke level Rp17.000-an adalah tekanan global yang mereda, harga minyak dunia yang konsisten di kisaran US$70 per barel, dan pandangan investor global terhadap Indonesia yang kembali normal. “Kalau mau balik di bawah Rp 18.000 syaratnya ya tekanan global mereda, perang beneran selesai, harga minyak juga turun di bawah 70 dolar per barrel, dan pandangan investor global terhadap Indonesia juga balik normal lagi,” kata Myrdal.
Myrdal menambahkan bahwa jika kombinasi kondisi tersebut tercipta, maka rupiah bisa menguat hingga ke Rp17.600 per dolar. “Nah kalau itu udah terjadi ya saya rasa sih investor akan balik dan bikin rupiah kembali menguat sih ke level di bawah Rp 18.000,” ujar Myrdal. “Karena proyeksi kita di level sekitar Rp 17.600,” tegasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan demikian, penguatan rupiah saat ini masih harus diwaspadai dengan perkembangan global yang mempengaruhi nilai tukar. Selain itu, pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh rupiah untuk kembali ke level yang stabil masih terbuka lebar.
Dalam beberapa bulan terakhir, rupiah telah mengalami fluktuasi yang signifikan. Namun, dengan penguatan saat ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, pelaku pasar dan investor perlu terus memantau perkembangan global dan domestik untuk menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan nilai tukar rupiah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710174922-17-749935/rupiah-menguat-lagi-bisa-balik-ke-kisaran-rp17000, without altering the facts of the original article.