BPBD Jateng Terapkan Sistem Rolling Seluruhnya, Upaya Cegah Kematian Relawan Karhutla di Tengah Musim Kebakaran
BPBD Jateng menerapkan sistem rolling secara menyeluruh sebagai upaya mencegah kematian relawan karhutla di tengah musim kebakaran, menanggapi tragedi lima relawan yang gugur saat bertugas di Jawa Timur.
Implementasi Sistem Rolling di Kawasan Rawan Kebakaran
Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, sistem rolling atau rotasi tugas diterapkan di area Lawu dan Sumbing. “Di Lawu maupun di Sumbing kami terapkan sistem rolling atau bergantian tugas,” ujarnya pada Rabu (21/10/2026). Langkah ini diambil agar tenaga relawan tidak terus-menerus menanggung tekanan fisik dan psikologis di tempat yang berbahaya.
Bergas menekankan pentingnya menjaga keselamatan relawan. Ia memohon kepada para relawan agar tidak memaksakan diri untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau. “Ya saya minta jangan memaksa ke titik api yang sulit, karena berbahaya, alat yang mereka bawa juga alat sederhana bukan peralatan panjat tebing,” jelasnya. Dengan prinsip kehati-hatian, BPBD Jateng berusaha memastikan setiap relawan dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan tidak terbebani tugas berlebihan.
Di Gunung Lawu, relawan yang tinggal di dekat puncak gunung dibantu warga lokal yang mendirikan tenda untuk menjaga pipa-pipa air. “Mereka akamsi (warga lokal) tapi kami pesan agar hati-hati, mereka tetap bertahan di sana demi menjaga pipa air agar tidak terbakar,” tambah Bergas. Keberadaan tenda ini menjadi salah satu langkah mitigasi yang membantu mencegah kebakaran menyebar ke infrastruktur penting.
Reaksi Terhadap Kematian Relawan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Tragedi lima orang relawan karhutla yang meninggal di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026) menjadi pemicu refleksi mendalam bagi BPBD Jateng. Dari kelima korban, tiga meninggal di lapangan, sementara dua lainnya mengalami luka serius. Kejadian ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi relawan di medan yang keras dan berbahaya.
BPBD Jateng, yang memiliki pengalaman menangani kebakaran hutan, menilai bahwa sistem rolling dapat mengurangi risiko tersebut. Dengan rotasi tugas, setiap relawan memiliki periode istirahat yang cukup, mengurangi kelelahan yang dapat memicu kesalahan operasional. Selain itu, rotasi juga memungkinkan tim untuk menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi terkini, seperti intensitas api dan cuaca.
Dampak Positif Sistem Rolling bagi Keamanan Relawan
Implementasi sistem rolling dapat meningkatkan keselamatan relawan dalam beberapa cara. Pertama, rotasi tugas mengurangi paparan langsung terhadap api dalam jangka panjang, sehingga menurunkan risiko terjadinya luka bakar parah atau kematian. Kedua, rotasi memberi kesempatan bagi relawan untuk beristirahat secara fisik dan mental, sehingga kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat tetap optimal. Ketiga, sistem ini memfasilitasi pelatihan berkelanjutan, karena setiap relawan dapat mengambil alih tugas dari rekan yang sedang beristirahat, memperdalam pemahaman tentang prosedur keselamatan.
Selain itu, BPBD Jateng menekankan bahwa sistem rolling juga mendukung koordinasi tim. Dengan rotasi, setiap anggota tim menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi tugas yang berbeda, meningkatkan sinergi antar relawan. Hal ini penting dalam situasi kritis di mana keputusan cepat dan akurat dapat menyelamatkan nyawa.
Peran Warga Lokal dalam Mitigasi Kebakaran
Warga lokal di Gunung Lawu berperan aktif dalam menjaga pipa-pipa air dan menghindari penyebaran kebakaran. Tenda yang dibangun oleh warga menjadi tempat beristirahat bagi relawan, sekaligus membantu meminimalisir risiko kebakaran menyebar ke infrastruktur penting. Kolaborasi antara BPBD Jateng dan masyarakat lokal menegaskan pentingnya sinergi antara pihak berwenang dan komunitas dalam menghadapi bencana kebakaran hutan.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
BPBD Jateng telah mengambil langkah proaktif dengan menerapkan sistem rolling untuk melindungi relawan karhutla. Melalui rotasi tugas, penekanan pada keselamatan, dan kolaborasi dengan warga lokal, diharapkan risiko kematian relawan dapat diminimalkan. Meskipun belum ada data statistik baru, pendekatan ini menunjukkan komitmen BPBD Jateng dalam menanggulangi kebakaran hutan secara lebih aman dan efektif.
Semoga kebijakan ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola tenaga relawan dan meminimalkan risiko di tengah musim kebakaran yang semakin sering terjadi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1270282/cegah-kematian-relawan-karhutla-bpbd-jateng-terapkan-sistem-rolling, without altering the facts of the original article.