Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian, Ternyata Pidato Presiden RI yang Ini yang Dikirim
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada 28 Februari lalu, meninggalkan kenangan tentang bagaimana ia pernah mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, untuk menjelaskan pentingnya persatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi. Khamenei menggunakan kata-kata Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955 untuk menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara.
Apa yang Terjadi
Dalam memoar Cell No. 14 (2021), Khamenei menceritakan pengalamannya saat menjadi tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an. Saat itu, ia berbagi sel dengan beberapa tahanan, termasuk seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya.
Khamenei kemudian melihat kondisi mental pemuda itu semakin tertekan setelah ditangkap. Dia jarang makan dan tampak kehilangan semangat. Melihat keadaan tersebut, Khamenei berusaha membantunya, bahkan beberapa kali menyuapinya agar mau makan. Beberapa waktu kemudian, pemuda itu akhirnya mengungkap alasan mengapa selalu menjaga jarak. Dia mengaku khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam.
Mengapa dan Dampak
Mengapa Khamenei Mengutip Soekarno?
Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan dengan pemuda komunis itu. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu. Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei kemudian mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Menurut Khamenei, pemikiran Soekarno itu juga menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara.
Meski memiliki latar belakang agama, ideologi, dan pandangan politik yang berbeda, mereka sama-sama menghadapi penindasan dari rezim Shah. “Persatuan seperti itulah yang menghubungkan kita sekarang. Masalah yang kita hadapi sama, dan nasib kita tidak pasti. Agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah di antara kita,” lanjutnya.
Dampak bagi Pihak Terkait
Jawaban tersebut membuat pemuda komunis itu terkejut. Dia tidak menyangka seorang ulama akan mengutip pidato Soekarno untuk menjelaskan pentingnya persatuan. Sejak saat itu, hubungan keduanya menjadi lebih akrab. Beberapa tahun kemudian, Khamenei menjadi salah satu tokoh penting Revolusi Iran yang menggulingkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979.
Sejak 1989, dia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran hingga akhirnya wafat dan dimakamkan pada tahun ini. Kini, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu sedang disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sejak Jumat (3/7/2026), sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026).
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kehidupan politik Iran masih terus bergerak. Dengan wafatnya Khamenei, Iran harus siap menghadapi tantangan baru dalam negeri dan luar negeri. Soal hubungan dengan negara-negara lain, Iran masih terus berupaya meningkatkan pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Iran dalam beberapa tahun ke depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.