Gaji Tidak Naik, Gen X Pilih Bertahan di Kantor Toxic?
Generasi X (Gen X) tampaknya memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal gaji di tempat kerja. Mereka cenderung tidak berani meminta kenaikan gaji dan lebih memilih bertahan dengan keadaan yang ada, bahkan jika gaji mereka tidak naik. Hal ini berbeda dengan generasi Z (Gen Z) yang lebih berani membicarakan gaji dengan atasan dan memperjuangkan kompensasi yang mereka inginkan.
Keberanian Gen Z dalam Membicarakan Gaji
Laporan Salary Pulse 2026 dari Jobstreet by SEEK menunjukkan bahwa 60% Gen Z memilih memulai sendiri diskusi soal kenaikan gaji dengan atasan atau bagian sumber daya manusia (SDM). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan milenial yang mencapai 55% dan Gen X sebesar 37%. Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan mengatakan bahwa keberanian Gen Z untuk membicarakan gaji menjadi salah satu temuan paling menarik dalam survei tersebut.
Perbedaan Persepsi antara Gen X dan Gen Z
Survei menunjukkan bahwa hanya 41% Gen X yang merasa digaji layak. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Gen Z dan milenial yang sama-sama berada di level 49%. Padahal secara pendapatan, Gen X justru merupakan kelompok dengan penghasilan relatif lebih tinggi. Hampir separuh atau 49% pekerja Gen X memiliki gaji bulanan di atas Rp8 juta, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar sebesar 43%.
Mengapa Gen X Kurang Berani?
Wisnu mengutip survey JobStreet menilai bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh persepsi ketidakadilan yang dirasakan pekerja senior saat membandingkan tanggung jawab besar yang mereka emban dengan rekan kerja lain yang memiliki pengalaman lebih sedikit. Selain itu, Gen X juga tercatat menjadi kelompok yang paling tidak nyaman meminta kenaikan gaji.
Dampak bagi Dunia Kerja
Keberanian Gen Z dalam membicarakan gaji tampaknya membuahkan hasil. Gen Z menjadi generasi yang paling banyak menerima kenaikan gaji dalam 12 bulan terakhir, yakni mencapai 72%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pekerja Indonesia sebesar 62%. Wisnu mengatakan bahwa Gen X mesti belajar dari Gen Z dalam hal ini.
Dalam jangka panjang, perbedaan pendekatan antara Gen X dan Gen Z dalam hal gaji dapat mempengaruhi dinamika dunia kerja. Perusahaan perlu memperhatikan kebutuhan dan harapan pekerja dari berbagai generasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Perbedaan generasi dalam hal gaji dan dunia kerja masih akan menjadi topik yang relevan dalam waktu lama. Dengan memahami perbedaan pendekatan antara Gen X dan Gen Z, perusahaan dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kepuasan pekerja dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623163916-33-745114/gen-z-paling-berani-minta-naik-gaji-gen-x-terima-nasib, without altering the facts of the original article.