Para Ahli Analisis: Menunda Menopause Hingga Usia 60 Tahun Mungkin, Tapi Risiko Kesehatan dan Hormon Bisa Meningkat Tajam
Menopause bukan sekadar akhir dari menstruasi dan masa subur, melainkan fase penting yang menandai perubahan hormon besar dalam tubuh wanita. Perubahan ini memengaruhi kesehatan jantung, tulang, dan proses penuaan, sehingga muncul pertanyaan menarik: apakah menunda menopause hingga usia 60 tahun dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih lama?
Perjalanan Menopause: Dari Perimenopause hingga Menopause Permanen
Menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi estrogen dan progesteron secara signifikan. Pada tahap perimenopause, hormon-hormon ini menurun secara bertahap, menyebabkan gejala seperti hot flashes, perubahan suasana hati, dan perubahan pola tidur. Ketika menstruasi berhenti secara permanen, wanita memasuki fase menopause. Proses ini biasanya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun, namun faktor genetik, gaya hidup, dan kondisi kesehatan dapat memengaruhi usia kedatangan menopause.
Seorang influencer kesehatan, Kayla Barnes-Lentz, mengungkapkan upayanya menunda menopause hingga usia 60 tahun melalui kombinasi kebiasaan hidup sehat dan perawatan eksperimental. Ia mengklaim bahwa pendekatan ini dapat memperpanjang periode reproduksi dan menjaga keseimbangan hormon lebih lama. Namun, hingga kini belum ada strategi yang terbukti dapat menunda menopause secara aman dan efektif, menurut laporan dari Health.
Kenapa Menunda Menopause Mungkin Berhubungan dengan Umur Panjang?
Menurut Berenice Benayoun, profesor madya gerontologi dan ilmu biologi di Leonard Davis School of Gerontology, University of Southern California, menopause seringkali dianggap hanya sebagai masalah kesuburan. Padahal, penurunan estrogen dan progesteron juga berperan dalam memengaruhi kesehatan jantung, tulang, dan sistem saraf. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami menopause lebih awal cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung, stroke, dan osteoporosis.
Dengan menunda menopause, hormon estrogen akan tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi lebih lama, sehingga dapat membantu melindungi tulang dan jantung. Estrogen memiliki efek antioksidan dan memengaruhi metabolisme lipid, sehingga penurunan hormon ini dapat meningkatkan risiko aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, estrogen juga memengaruhi densitas tulang, sehingga penurunan hormon ini dapat menyebabkan osteoporosis.
Dampak Potensial Menunda Menopause pada Kesehatan Hormon
Menunda menopause dapat menambah risiko komplikasi kesehatan. Penurunan estrogen yang lebih lambat dapat meningkatkan risiko gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, dan masalah reproduksi. Selain itu, hormon progesteron yang menurun secara bertahap juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi sistem imun, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan penyakit kronis. Estrogen memengaruhi produksi antibodi dan reaksi inflamasi, sehingga penurunan hormon ini dapat memengaruhi respons imun tubuh.
Strategi Menunda Menopause: Kesehatan dan Eksperimen
Kayla Barnes-Lentz menggunakan kombinasi gaya hidup sehat seperti diet seimbang, olahraga teratur, dan suplementasi vitamin serta mineral untuk menunda menopause. Ia juga mencoba perawatan eksperimental seperti terapi hormon alternatif dan penggunaan herbal. Namun, efektivitas dan keamanan pendekatan ini belum terbukti secara ilmiah, sehingga tetap menjadi topik penelitian lebih lanjut.
Selain itu, beberapa ahli menyarankan penggunaan terapi hormon untuk menunda menopause, namun terapi ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara, trombosis, dan stroke. Oleh karena itu, penting bagi wanita yang mempertimbangkan menunda menopause untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh.
Kesimpulan: Menunda Menopause, Apakah Solusi yang Tepat?
Menunda menopause hingga usia 60 tahun dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, seperti melindungi tulang dan jantung, namun juga dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, penyakit kronis, dan komplikasi kesehatan lainnya. Saat ini belum ada strategi yang terbukti aman dan efektif untuk menunda menopause secara permanen. Oleh karena itu, wanita harus mempertimbangkan risiko dan manfaat secara cermat dan berkonsultasi dengan profesional medis sebelum memutuskan untuk menunda menopause.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/news/bisakah-menunda-menopause-hingga-usia-60-tahun-ini-kata-para-ahli-261011t.html, without altering the facts of the original article.