Parlemen Eropa Desak Investigasi Bos FIFA Terkait Kontroversi Kartu Merah AS
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada awalnya, Folarin Balogun menerima kartu merah kontroversial dalam laga Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina. Berdasarkan regulasi resmi, kartu merah otomatis memicu skorsing satu pertandingan, yang berarti Balogun seharusnya tak bisa bermain dalam laga krusial babak 16 besar melawan Belgia. Namun, alur pertandingan berubah di balik layar. Trump mengaku menghubungi Gianni Infantino secara langsung, menyebut kartu merah tersebut “tidak adil”. Meski mengklaim tidak memberikan imbalan apa pun, Trump kemudian secara terbuka berterima kasih kepada Infantino karena telah membalikkan ketidakadilan besar.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman Balogun dengan menggunakan celah hukum kontroversial yang belum pernah diterapkan di Piala Dunia sejak sistem kartu merah diperkenalkan. Balogun tetap bermain, meskipun pada akhirnya Amerika Serikat tetap tak berkutik dan kalah 1-4 dari Belgia. Langkah FIFA memicu gelombang kemarahan dari berbagai pihak di Eropa yang mengutuk keras runtuhnya netralitas politik dalam olahraga. UEFA, badan pengatur sepak bola Eropa, menggambarkannya sebagai “hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan”, sementara Federasi Sepak Bola Belgia meluncurkan tantangan formal terhadap kelayakan Balogun.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Komisioner Eropa Glenn Micallef juga menyebut pembatalan itu sebagai “keputusan yang salah”. Menurut William Gaillard, mantan Direktur Komunikasi dan Urusan Publik untuk UEFA, “Hal ini sangat bertentangan dengan aturan dan status FIFA […] dan ini merupakan skandal besar”. Kontroversi ini semakin memperkeruh hubungan Parlemen Eropa dengan FIFA. Sebelumnya, sebanyak 50 MEP juga telah mengirimkan surat terpisah yang menuntut penyelidikan atas keputusan FIFA memberikan penghargaan FIFA Peace Award kepada Presiden Donald Trump.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Sekelompok Anggota Parlemen Eropa (MEP) meluncurkan inisiatif untuk menyelidiki peran Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang diduga tunduk pada tekanan Presiden AS Donald Trump. Dalam surat yang diperoleh oleh Euronews, para MEP mendesak 27 asosiasi sepak bola di Uni Eropa (UE) untuk mengambil tindakan formal dan menuntut transparansi atas proses pengambilan keputusan FIFA yang dinilai cacat hukum. “Kami merasa bahwa sudah saatnya Asosiasi Sepak Bola Eropa, yang semuanya merupakan asosiasi anggota FIFA, untuk turun tangan dan meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan [kasus Balogun],” demikian bunyi teks tersebut. Para penandatangan meminta asosiasi sepak bola untuk memastikan bahwa para pejabat senior FIFA dimintai pertanggungjawaban jika ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka melanggar aturan tentang netralitas politik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260708155754-33-749214/kontroversi-kartu-merah-as-parlemen-eropa-minta-bos-fifa-diselidiki, without altering the facts of the original article.