Kapolda Jatim Baru Diuji Keseriusannya, PWNU Jatim Desak Tindakan Nyata, Kritik Tajam Terhadap Hanya Omong Kosong
Kapolda Jatim baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, menegaskan kesiapan dalam melawan kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang, memicu reaksi positif sekaligus kritik tajam dari kalangan ulama di Jawa Timur. Pernyataan tegasnya menyertakan janji kuat untuk menumpas peredaran narkoba, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang implementasi nyata di lapangan.
Peresmian Kapolda Jatim dan Komitmen Menangkal Narkoba
Surabaya, 13 Oktober 2026 – Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dilantik sebagai Kapolda Jawa Timur pada pagi hari, menandai awal kepemimpinannya di kepolisian provinsi. Dalam sambutannya, Dekananto menekankan tekadnya untuk memerangi kejahatan narkotika, menegaskan bahwa “kesiapan” dan “komitmen” menjadi landasan utama tugasnya. Pernyataan tersebut disambut hangat oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi keagamaan.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman—yang akrab dipanggil Gus Firjaun—mengucapkan selamat kepada Dekananto atas dilantikannya. Ia berharap pimpinan kepolisian baru ini membawa “angin segar” dan semangat perubahan. Gus Firjaun juga menyambut baik komitmen menumpas kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang, namun menegaskan perlunya bukti konkret di lapangan.
Harapan dan Kritik dari PWNU Jatim
Gus Firjaun menekankan bahwa publik kini menantikan wujud nyata dari ketegasan komitmen menumpas kejahatan narkotika. Ia mengingatkan bahwa “sosok pemimpin” yang diharapkan bukan sekadar ahli berbicara, melainkan juga memiliki kemampuan dan kemauan keras untuk bekerja nyata. “Mudah-mudahan dengan jabatan yang baru ini membawa semangat baru dan betul-betul membawa perubahan untuk menekan berbagai macam bentuk kejahatan peredaran narkoba dan obat-obat terlarang,” ujarnya.
Reaksi tersebut mencerminkan harapan masyarakat dan kalangan keagamaan bahwa kepolisian harus lebih proaktif. Kritik ini muncul di tengah situasi di mana penegakan hukum seringkali dianggap lambat dan tidak memadai, sehingga menimbulkan ketidakpuasan publik. Gus Firjaun menegaskan bahwa publik harus menunggu dan melihat bagaimana keseriusan dan kesungguhan Dekananto terwujud dalam tindakan sehari-hari.
Implikasi bagi Penegakan Hukum di Jawa Timur
Keputusan ini memiliki implikasi luas bagi penegakan hukum di provinsi. Jika Dekananto berhasil menerapkan strategi yang lebih tegas dan terfokus, maka dapat terjadi penurunan signifikan dalam tingkat peredaran narkotika. Hal ini tidak hanya berdampak pada keamanan publik, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, karena penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah serius di Jawa Timur.
Di sisi lain, kritik dari PWNU Jatim menandakan bahwa publik menuntut lebih dari sekadar janji. Mereka menilai bahwa kebijakan harus diikuti dengan tindakan konkret: penyelidikan yang lebih intens, penegakan hukum yang lebih tegas, serta kerja sama lintas lembaga yang lebih sinergis. Tanpa langkah-langkah tersebut, janji manis dapat kehilangan kredibilitasnya.
Peran PWNU Jatim dalam Memantau Tindakan Polisi
Pengawasan dari organisasi keagamaan seperti PWNU Jatim dapat menjadi mekanisme tambahan untuk memastikan kepolisian tetap berada pada jalur yang benar. Melalui dialog dan kolaborasi, PWNU dapat membantu menyoroti area-area yang memerlukan perbaikan, serta menekan agar kebijakan tidak hanya menjadi teori. Ini juga dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, menciptakan rasa kepercayaan yang lebih besar.
Dalam konteks ini, pernyataan Gus Firjaun menegaskan pentingnya bukti konkret di lapangan. Ia mengajak publik untuk menilai keberhasilan Dekananto berdasarkan hasil nyata, bukan hanya kata-kata. Hal ini menandakan adanya harapan bahwa kepolisian akan lebih transparan dan akuntabel dalam setiap operasi melawan narkoba.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan dilantiknya Kapolda Jatim baru, harapan tinggi menunggu aksi nyata dalam menumpas kejahatan narkotika. Pernyataan tegas Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, dipadukan dengan kritik konstruktif dari PWNU Jatim, menciptakan dinamika yang dapat memacu kebijakan lebih berani dan efektif. Namun, kesuksesan strategi ini akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan, serta kemampuan kepolisian untuk menjawab tuntutan publik akan tindakan konkret.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/563083/uji-keseriusan-kapolda-jatim-baru-pwnu-jatim-desak-aksi-nyata-tidak-hanya-yang-pandai-bicara, without altering the facts of the original article.