Mochamad Iriawan Sebut Investasi pada Manusia Kunci Kemajuan Bangsa
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyatakan bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan Indonesia saat ini adalah investasi pada manusia. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menjadi faktor penentu daya saing bangsa di tengah transisi energi global, perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta semakin ketatnya persaingan ekonomi dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Mochamad Iriawan saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Kemitraan Strategis untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Kemitraan antara Pertamina dan Kemnaker difokuskan pada penguatan pelatihan vokasi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari upaya membangun SDM unggul yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mochamad Iriawan menilai kolaborasi ini memiliki makna strategis, bahkan geopolitis. Menurutnya, di tengah perubahan lanskap energi dunia menuju ekonomi rendah karbon, bangsa yang mampu memenangkan kompetisi adalah bangsa yang memiliki SDM berkualitas dan terus meningkatkan kompetensinya.
Meningkatkan Kompetensi dan Budaya Keselamatan Kerja
Penguatan kapasitas tenaga kerja menjadi kebutuhan mendesak mengingat peran Pertamina yang semakin besar dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pengembangan kompetensi dan budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perusahaan. Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyambut positif kolaborasi tersebut dan menyebut Pertamina sebagai aset strategis bangsa yang perlu terus diperkuat melalui pengembangan SDM dan hubungan industrial yang sehat.
Implementasi Program untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Sebagai implementasi langsung dari kerja sama tersebut, Pertamina dan Kemnaker menjalankan dua program utama. Pertama, penyelenggaraan Training of Trainer (ToT) HSSE Passport bagi para instruktur Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) Kemnaker. Hingga Juni 2026, program ini telah dilaksanakan di lima kota, yakni Bekasi, Sidoarjo, Semarang, Medan, dan Serang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM di bidang K3 dan mendukung upaya Pertamina dalam meningkatkan produksi minyak nasional.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemitraan antara Pertamina dan Kemnaker merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM di bidang K3. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama yang kuat antara semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.