Strategi Pemkot Malang Kelola 107 Hektare RTH di Musim Kemarau Panjang, Gandeng CSR dan Jadwal Ulang untuk Jaga Ketersediaan Air dan Hijau Kota
Strategi Pemkot Malang Kelola 107 Hektare RTH di Musim Kemarau Panjang, Gandeng CSR dan Jadwal Ulang untuk Jaga Ketersediaan Air dan Hijau Kota menjadi sorotan utama dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem kota yang sedang menghadapi tekanan kemarau yang semakin intens.
Perubahan Anggaran Operasional RTH pada 2026
Perawatan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang mengalami penurunan drastis pada anggaran operasional tahun 2026. Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengungkapkan bahwa anggaran untuk perawatan RTH pada 2026 hanya sebesar Rp 632 juta, dibandingkan dengan Rp 3,8 miliar pada 2025. Penurunan ini berarti selisih sekitar Rp 3,25 miliar atau 83,7 persen dalam satu tahun. Angka ini menandai tantangan signifikan bagi pelaksanaan program pemeliharaan taman kota.
Kendala Sumber Daya Manusia dan Peralatan
Selain penurunan anggaran, kendala sumber daya manusia juga menjadi hambatan. Beberapa petugas lapangan telah memasuki masa pensiun, namun belum semuanya mendapatkan pengganti. Di sisi lain, sejumlah peralatan yang digunakan dalam perawatan RTH mengalami kerusakan dan belum dapat diperbaiki. Keterbatasan ini memperburuk situasi, mengingat kebutuhan perawatan yang tinggi di tengah musim kemarau panjang.
Strategi Pengelolaan RTH di Musim Kemarau Panjang
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Strategi Pemkot Malang Kelola 107 Hektare RTH di Musim Kemarau Panjang, Gandeng CSR dan Jadwal Ulang untuk Jaga Ketersediaan Air dan Hijau Kota menekankan pentingnya penjadwalan ulang kegiatan penyiraman. DLH Kota Malang akan menyesuaikan frekuensi penyiraman dan menargetkan area yang paling membutuhkan perawatan intensif. Dengan pendekatan ini, diharapkan penggunaan air dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kesehatan vegetasi.
Peran CSR dalam Mendukung RTH
Strategi ini juga memanfaatkan kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan lokal. Melalui kerja sama ini, perusahaan dapat menyediakan dana tambahan, peralatan, atau tenaga kerja sukarela untuk membantu perawatan taman. Pendekatan kolaboratif ini menjadi solusi kreatif dalam mengatasi keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.
Dampak Terhadap Ketersediaan Air dan Kualitas Lingkungan
Musim kemarau panjang menekan ketersediaan air di kota, sehingga strategi pengelolaan RTH menjadi krusial. Penjadwalan ulang penyiraman dan pemanfaatan CSR membantu menjaga keseimbangan air, mengurangi risiko kekeringan, dan memastikan vegetasi tetap hijau. Selain itu, upaya ini turut berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, penyediaan tempat rekreasi, dan stabilitas mikroklimat di wilayah perkotaan.
Implementasi dan Monitoring
Strategi Pemkot Malang Kelola 107 Hektare RTH di Musim Kemarau Panjang, Gandeng CSR dan Jadwal Ulang untuk Jaga Ketersediaan Air dan Hijau Kota diimplementasikan melalui sistem monitoring digital. Data real-time tentang kondisi vegetasi, penggunaan air, dan efektivitas perawatan akan dipantau secara berkala. Informasi ini memungkinkan penyesuaian cepat dalam rencana kerja, sehingga efisiensi dan efektivitas program dapat terjaga.
Peran Masyarakat dalam Menjaga RTH
Masyarakat juga diundang untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga RTH. Program edukasi dan kampanye kebersihan di taman kota dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya perawatan lingkungan. Keterlibatan komunitas menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kondisi alam.
Kesimpulan
Dengan menurunnya anggaran operasional, keterbatasan tenaga kerja, dan tantangan musim kemarau panjang, Strategi Pemkot Malang Kelola 107 Hektare RTH di Musim Kemarau Panjang, Gandeng CSR dan Jadwal Ulang untuk Jaga Ketersediaan Air dan Hijau Kota menunjukkan pendekatan inovatif. Melalui penyesuaian jadwal penyiraman, kerja sama CSR, dan partisipasi masyarakat, Kota Malang berupaya menjaga ketersediaan air, keindahan taman, dan kualitas lingkungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/malang/562793/siasat-pemkot-malang-kelola-107-hektare-rth-saat-kemarau-panjang-gandeng-csr-dan-penjadwalan-ulang, without altering the facts of the original article.