Menteri Ara Luncurkan Program Baru untuk Lawan Rentenir, Begini Caranya

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan program Kredit Program Perumahan (KPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai upaya untuk menekan praktik rentenir di Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama UMKM, untuk memiliki akses keuangan yang lebih baik dan terjangkau. Dengan subsidi bunga sebesar 5%, plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar, dan dapat direvolving sampai dengan Rp20 miliar, program ini dinilai dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program KUR Perumahan: Solusi untuk UMKM

Program KUR Perumahan ini diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan. Selain itu, program ini juga menyasar UMKM dari berbagai jenis usaha untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha. Dengan suku bunga 6% dan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta, program ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan keuangan mereka.

Mengapa Program Ini Penting?

Menteri Maruarar Sirait menilai bahwa program KUR Perumahan dapat menjadi salah satu cara untuk menekan praktik rentenir di Indonesia. Ia berharap bahwa dengan program ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman dari rentenir. “Masa bangsa sebesar ini tidak bisa mengalahkan rentenir? Malu kita. Bangsa sebesar ini dengan begitu banyak orang-orang pintar, dengan begitu banyak kewenangan yang diberikan, berpuluh-puluh tahun tidak bisa mengalahkan rentenir,” kata Menteri Maruarar.

Dampak Program Ini ke Depan

Dengan program KUR Perumahan, diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama UMKM, untuk memiliki akses keuangan yang lebih baik dan terjangkau. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan keuangan UMKM, sehingga mereka dapat meningkatkan usahanya dan meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu menekan praktik rentenir di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman dari rentenir.

OJK juga melakukan optimalisasi SLIK OJK untuk mendukung program tiga juta rumah arahan Presiden Prabowo Subianto. Adapun langkah yang dilakukan antara lain, mempercepat pembaharuan data kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari 1,5 bulan menjadi hanya tiga hari; dan menerapkan ambang batas (threshold) nominal kredit di atas Rp1 juta dalam informasi debitur di SLIK.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menteri Maruarar Sirait juga mengungkapkan bahwa alokasi KUR Perumahan untuk 2026 naik menjadi Rp50 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp36 triliun. “Kita naikkan alokasi KUR Perumahan, dari tadinya Rp36 triliun, hari ini diputuskan oleh Menko Airlangga menjadi Rp50 triliun. Jadi artinya program Presiden Prabowo ini sangat berhasil,” kata Menteri Maruarar. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kemampuan keuangan masyarakat dan menekan praktik rentenir di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706173737-17-748485/menteri-ara-mau-lawan-rentenir-pakai-program-ini, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *