BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar
BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar menjadi sorotan utama bagi para pelaku usaha kreatif di Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang produk handmade. Sejak awal tahun 2026, BRI telah meluncurkan program yang menargetkan peningkatan kapasitas ekspor UMKM, dengan contoh sukses yang menonjol berasal dari kota Semarang, yakni EKKYTA.
Perjalanan EKKYTA: Dari Hobi Merajut ke Rekor Ekspor
Berawal dari hobi merajut, EKKYTA memulai aktivitasnya pada tahun 2011 di Semarang. Indah Prihatiningsih, pemilik usaha, memanfaatkan keahlian tangan untuk menciptakan produk-produk unik seperti basket rajut karakter dan tas makrame. Produk ini dikenal karena keunikan, ketahanan, dan nilai estetika yang tinggi. Seiring waktu, EKKYTA tidak hanya terpaku pada satu teknik, melainkan terus mengembangkan berbagai eksplorasi, termasuk memanfaatkan limbah kain perca untuk menghasilkan karya yang tetap fungsional sekaligus memiliki karakter. Inovasi ini menjadi salah satu kunci diferensiasi yang memisahkan EKKYTA dari pelaku usaha lain yang menggunakan teknik rajut serupa.
Indah menyatakan bahwa hobi merajut menjadi awal perjalanannya membangun EKKYTA. “EKKYTA berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang menjadi sebuah usaha kreatif. Berbekal semangat belajar, saya terus mengeksplorasi berbagai teknik dan inovasi rajut untuk menciptakan produk yang unik, estetik, serta memiliki nilai jual tinggi.” Keterangan tersebut diterbitkan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Ia juga menegaskan bahwa partisipasi dalam program pelatihan BRI melalui Rumah BUMN (RB) Semarang membuka peluang baru bagi EKKYTA.
Peran BRI dalam Mendukung Ekspor Produk Handmade
BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar menegaskan komitmen bank ini untuk memperkuat ekosistem UMKM kreatif. Melalui linkumkm by BRI, EKKYTA mendapatkan akses ke berbagai program pelatihan, pendanaan, dan jaringan ekspor. Program ini membantu pelaku usaha untuk memahami mekanisme pasar internasional, mempersiapkan dokumen ekspor, serta meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar global.
Dengan dukungan BRI, EKKYTA berhasil menembus pasar internasional melalui pihak ketiga. Produk handmade mereka kini tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga di antarkota, antarpulau, dan bahkan di luar negeri. Nilai ekspor mencapai Rp 150 miliar, menandai pencapaian rekor bagi UMKM handmade di Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa model bisnis berbasis kreativitas, didukung oleh lembaga keuangan, dapat menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi UMKM Kreatif
BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar memiliki dampak yang luas bagi pelaku usaha kreatif. Pertama, peningkatan ekspor memberikan aliran modal masuk yang dapat digunakan untuk memperluas kapasitas produksi, membeli bahan baku berkualitas, atau meningkatkan teknologi produksi. Kedua, pencapaian rekor ini menambah reputasi produk lokal di mata pasar global, sehingga membuka peluang bagi UMKM lain untuk mengikuti jejak sukses EKKYTA.
Secara sosial, keberhasilan EKKYTA juga memicu peningkatan kesadaran akan nilai tambah produk handmade. Hal ini dapat memperkuat identitas budaya Indonesia di panggung internasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi para pengrajin muda. Selain itu, penggunaan limbah kain perca sebagai bahan baku menunjukkan potensi ekonomi sirkular, yang dapat menginspirasi pelaku UMKM lain untuk mengadopsi praktik berkelanjutan.
Strategi Diferensiasi dan Kualitas Produk
BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar menyoroti pentingnya strategi diferensiasi. EKKYTA berhasil menonjolkan produk dengan nilai estetika tinggi, keunikan desain, serta ketahanan material. Inovasi penggunaan limbah kain perca menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat diintegrasikan dengan keberlanjutan. Proses ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan eksposur produk di pasar internasional.
Proses penciptaan produk yang unik dan berkualitas menjadi tantangan tersendiri bagi EKKYTA. Namun, dukungan pelatihan dan pendanaan dari BRI memudahkan pemilik usaha untuk mengoptimalkan proses produksi, memperbaiki teknik, dan menyesuaikan produk dengan selera pasar global. Hasilnya, produk handmade EKKYTA tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi standar kualitas internasional, sehingga dapat bersaing di pasar ekspor.
Potensi Pertumbuhan UMKM Handmade di Masa Depan
BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar menegaskan bahwa potensi pertumbuhan UMKM kreatif masih sangat besar. Dengan model bisnis yang fleksibel, dukungan keuangan, serta akses ke pasar global, pelaku UMKM dapat mengembangkan lini produk baru, menjajaki segmen pasar yang lebih luas, dan meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, kolaborasi antara BRI, pemerintah, dan sektor swasta dapat menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi pelaku UMKM, sehingga memperkuat daya saing produk lokal di kancah internasional.
Inovasi dalam penggunaan bahan baku, teknik produksi, dan strategi pemasaran menjadi kunci utama dalam mencapai rekor ekspor. BRI Dorong UMKM Handmade Capai Rekor Ekspor, Produk Lokal Tembus Pasar Internasional dengan Nilai Rp 150 Miliar juga menekankan pentingnya pemahaman pasar, adaptasi terhadap tren global, dan kualitas produk yang konsisten. Dengan pendekatan holistik ini, UMKM kreatif
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20261008114731-25-774371/berkembang-bareng-bri-produk-handmade-umkm-ini-tembus-pasar-ekspor, without altering the facts of the original article.