Barista Mikael Jasin Bongkar Kelebihan dan Kekurangan Susu Kacang Mede untuk Kopi

Barista Mikael Jasin, yang akrab disapa Miki, baru-baru ini membagikan pengalamannya dalam mengembangkan formulasi susu kacang mede lokal untuk digunakan sebagai bahan pembuatan minuman kopi. Menurutnya, susu kacang mede memiliki profil rasa yang netral dan creamy, sehingga cocok digunakan sebagai alternatif susu sapi dalam pembuatan kopi.

Miki, yang merupakan juara World Barista Championship 2024, menjelaskan bahwa saat mengembangkan susu kacang mede varian Barista untuk Arummi, ia menekankan dua elemen penting, yaitu rasa yang tidak menutupi rasa kopi dan struktur yang lebih stabil saat dipanaskan. “Karena kalau di kejuaraan, yang dinilai kan rasa dan visual, kan,” katanya.

Pengembangan Susu Kacang Mede untuk Kopi

Miki menjelaskan bahwa susu kacang mede memiliki beberapa kelebihan, seperti profil rasa yang netral dan creamy, serta kaya akan rasa tanpa overpowering. “Dia juga rich, tapi enggak nutupin rasanya kopi, atau matcha, atau cokelat,” katanya.

Saat mengembangkan susu kacang mede, Miki juga mempertimbangkan beberapa faktor, seperti tekstur dan stabilitas saat dipanaskan. “Tapi, kejuaraan itu juga refleksi dari industrinya. Tuntutan di kafe-kafe ya mesti begitu,” katanya.

Variasi Susu Kacang Mede untuk Kopi

Miki juga menjelaskan bahwa ada beberapa variasi susu kacang mede yang dapat digunakan untuk kopi, seperti varian Barista, Klasik, dan cokelat. Varian Barista memiliki profil rasa yang netral dan cocok digunakan untuk latte art, sedangkan varian Klasik memiliki rasa yang lebih ringan dan cocok digunakan untuk minuman kopi yang lebih manis dan dingin.

Varian cokelat, menurut Miki, sangat cocok digunakan untuk membuat rasa mocca. “Jadi, kalau enggak terlalu suka ngopi, pengen ada rasa lainnya juga, pakai cokelat, enggak perlu dicampur apa-apa lagi,” katanya.

Mengapa Susu Kacang Mede Populer?

Miki menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong peningkatan minat konsumen Indonesia pada susu nabati adalah kesukaan orang Indonesia mencoba rasa baru. “Kalau di negara lain mungkin switch ke nabati karena memang ada alergen pada dasarnya. Kadang-kadang ada orang yang lactose intolerance, tapi juga alergi kacang,” katanya.

Namun, menurut Miki, di Indonesia, minat konsumen pada susu nabati lebih didorong oleh keinginan untuk mencoba rasa baru, bukan karena faktor kesehatan. “Jadi, memang agak lebih sulit. Tapi kalau di sini, saya merasa orang menjadi lebih tertarik, eh ada nih produk lokal yang biasanya kita makan di gado-gado, sekarang dijadikan menu-menu minuman,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan meningkatnya minat konsumen pada susu nabati, Miki berharap bahwa industri kopi di Indonesia dapat terus berkembang dan inovatif. “Jadi, locally source, locally produced,” katanya, menjelaskan bahwa Arummi menggunakan bahan baku kacang mede yang diperoleh dari dalam negeri.

Dalam kesempatan itu, Miki juga membagikan resep standar membuat minuman kopi yang nikmat. Biasanya, kata Miki, perbandingan antara kopi dan likuid atau cairan lainnya antara 1:5 atau 1:6. Satu bagian kopi ditambahkan lima atau enam cairan lainnya.

Dengan demikian, susu kacang mede dapat menjadi alternatif yang menarik bagi konsumen yang ingin mencoba rasa baru dan mendukung industri kopi di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8240438/plus-minus-susu-kacang-mede-untuk-campuran-kopi-menurut-barista-mikael-jasin, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *