Dari Bhayangkara ke DPRD Manado, Perjalanan Politik Herry Kolondam Bersama PDI Perjuangan yang Mengguncang Kancah Lokal

Herry Kolondam, seorang mantan perwira polisi yang kini menempati ruang publik di DPRD Kota Manado, menorehkan perjalanan karier yang tak biasa. Dari panggung kepolisian hingga ruang legislatif, kisahnya menyoroti bagaimana dedikasi pada negara dapat berlanjut di arena politik.

Pengabdian di Polri Selama 37 Tahun

Selama lebih dari tiga dekade, Herry Kolondam, SH, melayani negara melalui Polri. Ia memulai kariernya pada tahun 1980, menapaki jenjang pangkat hingga mencapai posisi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) sebelum pensiun pada Mei 2018. Di antara banyak tanggung jawabnya, ia pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Manado, sekaligus mengemban berbagai posisi penting di Korps Bhayangkara. Pengalaman luas ini menempatkannya sebagai figur yang dihormati di kalangan polisi, sekaligus menumbuhkan reputasi integritas dan kepemimpinan.

Transisi ke Politik: Tawaran yang Mengubah Nasib

Setelah pensiun, Herry tidak sempat memikirkan jalur politik. Namun, pada awal 2018, ia menerima tawaran langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Pertemuan itu terjadi ketika Herry masih mengenakan pakaian dinas, mengundang Olly untuk berdiskusi. Kesempatan tersebut membuka pintu bagi Herry untuk memasuki dunia politik, sebuah keputusan yang pada saat itu tampak tak terduga bagi banyak orang.

Peran Baru di DPRD Kota Manado

Sejak bergabung dengan fraksi PDI Perjuangan, Herry kini menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) sekaligus anggota Komisi 1 DPRD Kota Manado. Posisi ini menempatkannya di garis depan dalam menegakkan kode etik dan integritas di lingkungan legislatif. Sebagai anggota Komisi 1, ia berfokus pada urusan keuangan, pengelolaan anggaran, dan pengawasan fiskal, bidang yang sejalan dengan latar belakangnya dalam menegakkan hukum dan disiplin.

Podcast Tribun Manado: Menyampaikan Narasi Pribadi

Dalam program Tribun Podcast yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mappanganro, Herry membagikan kisah transisinya. Podcast tersebut berlangsung di Studio Podcast Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10/2026). Ia hadir mengenakan kemeja merah dengan lambang banteng, celana panjang, dan sepatu hitam, menampilkan citra profesional yang konsisten dengan latar belakangnya.

Pengaruh Latar Belakang Polri terhadap Kinerja Politik

Pengalaman Herry di Polri memberikan landasan kuat dalam memahami struktur birokrasi dan mekanisme penegakan hukum. Hal ini memudahkan ia dalam menavigasi proses legislatif, terutama dalam merancang kebijakan yang memerlukan koordinasi lintas lembaga. Selain itu, reputasi integritas yang telah terbangun selama bertahun-tahun memberi kepercayaan kepada publik, yang sangat penting bagi seorang wakil rakyat.

Kontribusi terhadap Pembangunan Kota Manado

Sebagai anggota Komisi 1, Herry berperan dalam pengawasan anggaran kota. Ia menilai dan mengawasi pengeluaran, memastikan alokasi dana sesuai dengan rencana pembangunan. Tugas ini menjadi krusial bagi Kota Manado, yang sedang berupaya memperkuat infrastruktur dan meningkatkan layanan publik. Dengan latar belakang kepolisian, ia menambahkan perspektif tentang keamanan dan ketertiban dalam setiap kebijakan fiskal.

Peran Ketua Badan Kehormatan: Menjaga Etika Politik

Posisi Ketua BK menuntut Herry untuk menegakkan kode etik dan menegur perilaku tidak etis di DPRD. Pengalaman menegakkan hukum di Polri mempersiapkannya untuk menghadapi situasi kompleks dalam menjaga integritas legislatif. Ia juga berperan dalam menyusun pedoman etika bagi anggota DPRD, memastikan setiap tindakan legislatif berada dalam kerangka moral dan hukum.

Dampak Sosial dan Politik

Transisi Herry dari Polri ke politik mencerminkan fleksibilitas karier bagi para pejabat publik. Ia menjadi contoh bagi mantan pegawai negeri lainnya bahwa pengabdian tidak berhenti pada satu institusi. Dampaknya terlihat pada peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif, karena kehadiran figur berpengalaman dan disiplin.

Kesimpulan: Dedikasi yang Berlanjut

Herry Kolondam menunjukkan bahwa dedikasi pada negara dapat berlanjut dalam bentuk yang berbeda. Dari menegakkan hukum di lapangan hingga menegakkan etika di ruang legislatif, ia menorehkan jejak positif bagi Kota Manado. Perjalanan hidupnya menginspirasi banyak orang bahwa layanan publik tidak terbatas pada satu jalur, melainkan dapat meluas ke berbagai bidang yang berfokus pada kebaikan bersama.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/manado/1896292/dari-korps-bhayangkara-ke-dprd-manado-ini-perjalanan-sosok-herry-kolondam-bersama-pdi-perjuangan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *