Mengenal Pohon dengan Minyak 70 Persen, Senjata Rahasia Indonesia di Era Energi Hijau
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau, salah satunya melalui pemanfaatan pohon nyamplung yang memiliki kandungan minyak hingga 70 persen. Pohon yang biasa tumbuh di kawasan pantai ini memiliki potensi besar sebagai sumber bahan bakar nabati, terutama dalam pengembangan bioavtur untuk pesawat terbang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan potensi ini sebagai salah satu upaya Indonesia mengejar target energi hijau.
Potensi Besar Pohon Nyamplung
Pohon nyamplung memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi, yakni sekitar 60â70 persen, menjadikannya salah satu kandidat paling menjanjikan sebagai sumber bahan bakar nabati. Minyak nyamplung berpotensi diolah menjadi biokerosin, biodiesel, hingga bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang saat ini menjadi kebutuhan penting dalam agenda transisi energi global. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Budi Leksono, menjelaskan bahwa produktivitas tanaman yang relatif tinggi menjadikan nyamplung sebagai salah satu kandidat unggulan tanaman energi berbasis tanaman hutan.
Mengapa Pohon Nyamplung Penting?
Pengembangan nyamplung sebagai tanaman energi tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional karena berbeda dengan kelapa sawit atau tanaman pangan lainnya, nyamplung tidak bersaing dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain itu, pohon nyamplung mampu tumbuh di lahan marginal, termasuk kawasan tandus dan lahan kritis yang sulit ditanami tanaman pangan. Dengan kata lain, nyamplung bisa menghasilkan energi tanpa harus membuka lahan pertanian baru.
Dampak Pemanfaatan Pohon Nyamplung
Pemanfaatan nyamplung juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan maupun pesisir. Lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tanpa mengorbankan fungsi ekologisnya. Pengembangan nyamplung juga dapat menjadi strategi rehabilitasi lingkungan, karena akar dan tajuknya membantu memperbaiki kondisi lahan, sementara kemampuannya menyerap karbon berkontribusi terhadap target Net Zero Emission yang tengah dikejar Indonesia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski memiliki potensi besar, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan nyamplung sebagai sumber energi hijau. Namun, dengan kerja sama antara BRIN, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB), diharapkan potensi nyamplung dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki senjata baru dalam pengembangan energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/06/indonesia-punya-pohon-dengan-minyak-hingga-70-persen-bisa-jadi-senjata-baru-di-era-energi-hijau, without altering the facts of the original article.