Menyentuh Hati, Begini Kisah Penderita Kanker Payudara Setelah Jalani Pemeriksaan PET-CT Scan
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dialami oleh wanita di seluruh dunia. Bagi banyak pasien kanker, perjalanan pengobatan tidak berhenti setelah terapi selesai dijalani. Setelah melalui berbagai rangkaian pengobatan, pasien juga perlu mengetahui bagaimana tubuh merespons terapi yang telah dilakukan. Salah satu pasien kanker payudara yang menjalani pemeriksaan PET-CT Scan untuk mengevaluasi kondisinya setelah terapi adalah Andria.
Andria didiagnosis kanker payudara pada 2023 setelah menemukan benjolan pada payudaranya saat melakukan pemeriksaan mandiri. Ia kemudian menjalani mammografi dan breast screening test, yang hasilnya mengarah pada kondisi yang perlu ditangani lebih lanjut. Andria memutuskan melanjutkan pengobatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dengan Dr. dr. Bayu Brahma, Sp.B, Subsp.Onk(K), dengan menjalani operasi Breast Conserving Surgery, 6 kali kemoterapi, serta 30 sesi radioterapi sebagai bagian dari rencana terapi yang disusun tim dokter.
Momen Penentu di Menit Akhir
Setelah menyelesaikan rangkaian terapi, Andria menjalani evaluasi lanjutan menggunakan PET-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan pada 21 April 2026 untuk memantau kondisi penyakit serta respons tubuh terhadap pengobatan yang telah dijalani. Pemeriksaan PET-CT Scan merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang membantu dokter memahami kondisi kanker secara lebih menyeluruh. Dengan menggunakan zat radioaktif dosis rendah (low radiation), pemeriksaan ini dapat membantu menilai penyebaran penyakit, menentukan stadium, serta mengevaluasi respons terapi sebagai bagian dari proses penanganan selanjutnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kehadiran layanan PET-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan memperluas akses pasien terhadap pemeriksaan kanker yang komprehensif tanpa perlu menempuh perjalanan jauh. Layanan PET-CT Scan masih terbatas di Indonesia dan baru tersedia di kurang dari 10 rumah sakit. Oleh karena itu, kehadiran layanan ini dapat menjadi pilihan bagi pasien yang sebelumnya harus mencari pemeriksaan serupa ke luar negeri.
Menurut Dr. dr. Bayu Brahma, Sp.B, Subsp.Onk(K), pemantauan kondisi pasien setelah terapi merupakan bagian penting dalam penanganan kanker. “Pada pasien kanker, evaluasi setelah terapi berperan penting untuk menilai respons terhadap pengobatan yang telah dijalani. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk pemantauan lanjutan maupun terapi tambahan bila diperlukan.”
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Bagi Andria, pengalaman menjalani PET-CT memberikan kesan yang positif selama proses pemantauan pascaterapi. Ia mengaku merasa nyaman selama proses pemeriksaan berlangsung. “Yang paling saya rasakan adalah kenyamanannya. Saya mendapat informasi bahwa waktu pemeriksaannya relatif lebih cepat, tetapi yang paling berkesan bagi saya adalah pengalaman selama pemeriksaan. Walaupun harus menjalani pemeriksaan di dalam alat PET-CT, prosesnya tidak terasa mengintimidasi.”
Kini, Andria dapat memantau kondisi kesehatannya dengan lebih baik dan mendapatkan penanganan yang tepat. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi pasien kanker lainnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260706174031-33-748495/kisah-penderita-kanker-payudara-usai-jalani-pemeriksaan-pet-ct-scan, without altering the facts of the original article.