Jokowi Dilaporkan Tak Tahu Soal Ritual Injak Kepala Kerbau, Begini Reaksi Warganet
Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini menjadi sorotan warganet setelah menerima gelar ‘Baginda Pemuka Bangsa’ dari Kedatun Keagungan Lampung dalam prosesi adat yang digelar di Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung. Dalam momen tersebut, Jokowi terlihat duduk di sebuah kursi lengkap dengan pakaian adat yang dikenakannya, menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah.
Momen Penentu di Menit Akhir
Jokowi menerima gelar adat tersebut dalam prosesi yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun lalu. Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama yang bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan bahwa prosesi pemberian gelar adat atau muakhi itu merupakan penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi.
Namun, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengatakan bahwa Jokowi tidak tahu jika ada prosesi adat injak kepala kerbau saat diberikan gelar adat dalam safari politiknya di Lampung. PSI menyebut Jokowi mengikuti agenda adat tersebut sebagai bentuk penghormatan.
Apa yang Terjadi?
Menurut Bestari, Jokowi mengaku kaget lantaran tak tahu ada prosesi itu. Jokowi disebut sempat waswas momen tersebut akan menjadi pembicaraan di luar dan benar adanya. “Sehingga kemudian itu, pada saat beliau naik ke panggung juga beliau sudah sadari itu kemarin, semalam beliau bercerita, kami sedang di Solo ini. Jadi, apa sih sebetulnya ini, beliau juga menyatakan ‘Wah, saya ndak tahu kalau ada kepala itu, kerbau’. Begitu naik beliau melihat ada kepala kerbau,” kata Bestari.
Bestari menambahkan bahwa Jokowi sempat bergumam, ‘Wah ini nanti ramai ini’, ketika diminta untuk menjejakkan kaki di atas kepala kerbau. “Dan itu beliau juga, ‘Waduh ini lebih ramai lagi nanti ini’. Jadi beliau sama sekali tidak tahu prosesi itu, ya ikut saja, tanda penghargaan dari masyarakat Lampung dan itulah yang kemudian disebut sebagai satu simbol kesombongan oleh PDI, kader PDIP kan?” ucap Bestari.
Mengapa dan Dampak
Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, memiliki pendapat yang berbeda. Dia menilai tidak masuk akal jika Jokowi diklaim tak mengetahui ada prosesi adat injak kepala kerbau saat diberikan gelar adat di Lampung. Deddy bahkan mendapatkan kabar bahwa Jokowi yang menjadi ketua panitia acara adat tersebut.
“Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, nggak ada hubungan dengan kita. Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu,” kata Deddy.
Kejadian ini menimbulkan reaksi beragam dari warganet. Beberapa orang menganggap bahwa Jokowi telah menunjukkan rasa hormat terhadap adat dan budaya Lampung, sementara yang lain mengkritiknya sebagai tindakan yang tidak pantas.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam beberapa hari ke depan, Jokowi masih akan menjalani agenda-agenda lainnya, termasuk pertemuan dengan masyarakat Lampung. Apakah kejadian ini akan mempengaruhi agenda-agenda tersebut masih belum diketahui. Namun, yang jelas, kejadian ini telah menimbulkan perbincangan yang cukup luas di masyarakat.
Dengan kejadian ini, Jokowi diharapkan dapat lebih memahami dan menghormati adat dan budaya yang ada di Indonesia, serta dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8561362/terpopuler-jokowi-klaim-tak-tahu-ada-ritual-injak-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.