Kursi roda yang dikendalikan hanya dengan pikiran kini melaju cepat dan berbelok tajam, mengubah total cara mobilitas penyandang disabilitas di dunia

Kursi roda yang dikendalikan hanya dengan pikiran kini melaju cepat dan berbelok tajam, mengubah total cara mobilitas penyandang disabilitas di dunia. Inovasi ini datang dari AiMOGA Robotics, sebuah perusahaan teknologi yang berada di bawah naungan Chery Group. Selain mengembangkan robot humanoid, AiMOGA Robotics juga mengekspor teknologi kursi roda pintar yang memanfaatkan sinyal otak untuk menerjemahkan perintah pengguna menjadi gerakan.

Perjalanan Awal Teknologi Kursi Roda Berbasis Sinyal Otak

Konsep kursi roda yang dikendalikan hanya dengan pikiran tidak muncul begitu saja. Awalnya, penelitian tentang brain-computer interface (BCI) berfokus pada aplikasi medis, seperti membantu pasien dengan ALS atau stroke mengontrol perangkat eksternal. AiMOGA Robotics memanfaatkan kemajuan dalam electroencephalography (EEG) untuk menciptakan sistem yang lebih responsif dan akurat. Proses rekayasa dimulai di laboratorium di Wuhu, Provinsi Anhui, di mana para insinyur menggabungkan sensor EEG dengan algoritma pembelajaran mesin untuk menginterpretasikan pola aktivitas otak pengguna.

Setelah prototipe awal diuji di lingkungan laboratorium, perusahaan mengidentifikasi kebutuhan nyata pengguna kursi roda. Mereka mengadakan sesi uji coba dengan penyandang disabilitas yang beragam, mengumpulkan data tentang bagaimana otak merespons perintah visual, motorik, dan kognitif. Hasil uji ini membantu menyempurnakan model prediksi BCI sehingga kursi roda dapat beroperasi dengan kecepatan dan ketepatan yang memuaskan.

Prestasi Internasional di Global BCI × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026

Puncak prestasi datang pada kompetisi Global Brain-Computer Interface (BCI) × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China. Kursi roda kendali sinyal otak bernama AiMOGA BCI meraih juara pertama dalam kategori “Mind-Driven Wheelchair Challenge.” Dalam perlombaan tersebut, kursi roda berhasil menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, unggul 17 detik dibandingkan peserta yang menempati posisi kedua.

Kompetisi mengharuskan peserta menggunakan perangkat EEG untuk merekam aktivitas listrik otak. Sinyal tersebut kemudian diproses secara real-time untuk mengendalikan kursi roda dan menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan. Waktu penyelesaian menjadi indikator utama dalam kategori tersebut, sehingga kecepatan respons sistem BCI sangat menentukan hasil kompetisi. Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, Xie Yuyang, mengungkapkan bahwa unit yang digunakan dalam kompetisi dibawa langsung dari Wuhu, Provinsi Anhui, menuju Hangzhou. Setelah tiba di lokasi, kursi roda tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan persyaratan kompetisi.

Yang menarik, sejumlah fitur yang sebenarnya tersedia pada AiMOGA BCI tidak digunakan selama perlombaan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem tersebut memiliki fleksibilitas tinggi dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan kebutuhan pengguna. Fitur-fitur tersebut mencakup sistem navigasi otomatis, deteksi rintangan, serta penyesuaian kecepatan dan arah secara otomatis berdasarkan sinyal otak.

Bagaimana Kursi Roda yang Dikendalikan Hanya dengan Pikiran Mengubah Mobilitas Penyandang Disabilitas

Teknologi ini membawa dampak signifikan bagi penyandang disabilitas. Sebelumnya, kursi roda tradisional memerlukan bantuan fisik atau kontrol manual melalui joystick. Dengan sistem BCI, pengguna dapat menggerakkan kursi roda hanya dengan memikirkan gerakan. Ini mengurangi ketergantungan pada bantuan orang lain dan meningkatkan rasa kemandirian.

Selain meningkatkan kemandirian, kursi roda yang dikendalikan hanya dengan pikiran juga menawarkan kecepatan dan ketepatan yang lebih tinggi. Sistem BCI dapat memproses sinyal otak dalam hitungan milidetik, sehingga gerakan kursi roda dapat merespons hampir seketika. Kemampuan ini sangat berguna di lingkungan yang padat atau ketika pengguna harus menghindari rintangan secara cepat.

Dalam konteks sosial, adopsi teknologi ini dapat mengurangi stigma terhadap penyandang disabilitas. Dengan kemampuan untuk bergerak dengan lebih lancar dan cepat, pengguna dapat lebih mudah berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan profesional. Hal ini juga dapat membuka peluang kerja baru bagi penyandang disabilitas, karena mereka dapat melakukan tugas-tugas yang sebelumnya sulit atau tidak mungkin dilakukan.

Potensi Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi

Walaupun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan, masih ada tantangan yang harus diatasi sebelum teknologi ini dapat diadopsi secara luas. Salah satu tantangan utama adalah biaya produksi. Penggunaan sensor EEG dan algoritma canggih membuat harga awal produk masih tinggi. Untuk dapat menjangkau lebih banyak pengguna, perusahaan perlu mengoptimalkan proses produksi dan mencari solusi pendanaan yang lebih terjangkau.

Selain itu, keamanan data otak juga menjadi perhatian. Pengumpulan dan pemrosesan sinyal otak harus mematuhi standar privasi yang ketat. Perusahaan harus memastikan bahwa data pengguna tidak disalahgunakan dan hanya digunakan untuk tujuan pengendalian kursi roda.

Terakhir, adaptasi pengguna menjadi faktor penting. Meskipun teknologi BCI dapat dioperasikan dengan pikiran, pengguna masih perlu melatih otak mereka untuk menghasilkan sinyal yang dapat diinterpretasikan secara akurat. Program pelatihan dan dukungan psikologis akan menjadi bagian penting dalam implementasi teknologi ini.

Kesimpulan: Revolusi Mobilitas Berbasis Pikiran

Kursi roda yang dikendalikan hanya dengan pikiran telah menunjukkan potensi untuk mengubah cara penyandang disabilitas bergerak di seluruh dunia. Dengan kecepatan, ketepatan, dan kemandirian yang ditawarkan, teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga membuka peluang baru dalam integrasi sosial dan profesional. Meskipun masih ada tantangan, prestasi di kompetisi internasional menegaskan bahwa inovasi ini sudah berada di jalur yang tepat untuk meraih dampak positif yang luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/tekno/read/8303818/cukup-pakai-pikiran-kursi-roda-ini-bisa-melaju-dan-berbelok, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *