Rekam Karier Hengky Haryadi di Kepolisian dan Penugasan Terbarunya

Nama Brigjen Pol Hengky Haryadi kembali menjadi perhatian setelah dirinya dipercaya menduduki posisi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Penugasan tersebut menjadi bagian terbaru dari perjalanan panjangnya di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebelum menjadi Kapolda Papua Barat Daya, Hengky menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau. Ia baru menempati jabatan tersebut pada Januari 2026 setelah menggantikan Brigjen Adrianto Jossy Kusumo. Beberapa bulan kemudian, Polri kembali melakukan rotasi dan menempatkan Hengky sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Perjalanan karier Hengky sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996 dan memiliki pengalaman panjang pada fungsi reserse kriminal sebelum kemudian mendapat berbagai penugasan dalam struktur kepolisian.

Dari penugasan awal di Lampung, karier Hengky berkembang ke Jakarta. Ia kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Kapolres dan pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya.

Siapa Hengky Haryadi?

Hengky Haryadi merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian dan tercatat sebagai lulusan Akpol 1996. Setelah menyelesaikan pendidikan, Hengky menjalani penugasan di lingkungan kepolisian dengan pengalaman yang cukup panjang di bidang reserse kriminal.

Profil kariernya yang pernah dipublikasikan mencatat bahwa Hengky mengawali perjalanan sebagai Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, Polda Lampung. Setelah itu, ia mendapatkan penugasan sebagai Kapolsek Metro Gambir di Jakarta.

Dari sana, perjalanan kariernya terus berkembang hingga menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Awal Perjalanan Karier di Kepolisian

Karier awal Hengky Haryadi banyak berkaitan dengan fungsi reserse.

Sebagai Kasat Reskrim, tugas utamanya berhubungan dengan proses penegakan hukum, mulai dari penyelidikan hingga penyidikan berbagai tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum tempatnya bertugas.

Pengalaman di bidang tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional Hengky.

Setelah mendapatkan pengalaman di Lampung, ia kemudian melanjutkan penugasan di Jakarta. Perpindahan wilayah tugas tersebut memberikan pengalaman baru karena Jakarta memiliki karakter persoalan keamanan dan kriminalitas yang berbeda dibandingkan wilayah sebelumnya.

Pengalaman sebagai Kapolsek Metro Gambir

Salah satu jabatan yang pernah dijalani Hengky adalah Kapolsek Metro Gambir.

Jabatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di wilayah Jakarta. Sebagai Kapolsek, tanggung jawab Hengky tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian perkara pidana, tetapi juga mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum kepolisian sektor.

Pengalaman sebagai pimpinan kepolisian tingkat sektor menjadi bagian dari proses pengembangan karier sebelum dirinya dipercaya menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat

Perjalanan Hengky kemudian berlanjut sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Menurut profil yang dipublikasikan Liputan6, Hengky menjalankan jabatan tersebut pada Oktober 2017 hingga Desember 2019. Pada masa ini, ia menangani sejumlah kasus kriminal yang mendapat perhatian masyarakat.

Jabatan tersebut kembali menempatkannya dalam fungsi reserse yang memang menjadi salah satu bidang utama dalam perjalanan kariernya.

Pengalaman di Jakarta Barat juga menjadi bagian penting karena wilayah tersebut memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi dan beragam persoalan kriminalitas.

Penanganan Kasus Kriminal di Jakarta

Selama bertugas di Jakarta, Hengky terlibat dalam penanganan berbagai kasus kriminal.

Salah satu perkara yang tercatat dalam pemberitaan adalah penanganan kasus yang melibatkan Rosario de Marshall alias Hercules.

Selain perkara tersebut, ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengky juga diberitakan terlibat dalam pengungkapan penyelundupan 120 kilogram sabu dari jaringan narkoba internasional.

Catatan tersebut merupakan bagian dari rekam penugasan Hengky pada periode ketika ia menjalankan tugas di Jakarta.

Pengalaman menangani kasus kriminal dengan tingkat perhatian publik yang tinggi menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya sebelum kemudian dipercaya menduduki posisi di tingkat Polda.

Hengky dan Pengalaman sebagai Kapolres

Jabatan Kapolres menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan karier Hengky Haryadi.

Berbeda dengan Kasat Reskrim yang berfokus pada fungsi reserse, Kapolres memiliki tanggung jawab terhadap keseluruhan penyelenggaraan tugas kepolisian di tingkat wilayah hukum Polres.

Artinya, pengalaman sebagai Kapolres memberikan ruang bagi Hengky untuk menjalankan tugas yang lebih luas.

Ia tidak hanya harus memahami penegakan hukum, tetapi juga mengelola berbagai fungsi kepolisian seperti patroli, pelayanan masyarakat, lalu lintas, pembinaan masyarakat, intelijen, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur keamanan lainnya.

Rekam Pendidikan Pengembangan

Selain pengalaman lapangan, pendidikan pengembangan juga menjadi bagian dari perjalanan karier Hengky.

Profil yang dipublikasikan Liputan6 mencatat bahwa Hengky pernah mengikuti pendidikan PTIK, SESPIM, SESPIMTI, dan Lemhannas. Ia juga disebut meraih predikat siswa terbaik umum ketika mengikuti SESPIMTI Polri angkatan 2020.

Pendidikan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas perwira dalam lingkungan Polri.

Bagi seorang perwira yang kemudian mendapat tugas sebagai pimpinan kepolisian daerah, pengalaman pendidikan dan penugasan berjalan beriringan dalam membentuk perjalanan karier.

Dari Fungsi Reserse ke Jabatan Pimpinan

Jika melihat perjalanan Hengky Haryadi, terdapat perubahan tanggung jawab yang cukup jelas.

Pada tahap awal, ia banyak berkecimpung dalam fungsi reserse. Setelah itu, ia memperoleh pengalaman sebagai pimpinan kewilayahan melalui jabatan Kapolsek dan Kapolres.

Perjalanan tersebut kemudian berkembang ke jabatan di tingkat Polda.

Perubahan tersebut membuat ruang lingkup tanggung jawab Hengky semakin luas. Ia tidak lagi hanya berkonsentrasi pada penyelesaian perkara, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan organisasi kepolisian.

Menjadi Wakapolda Riau pada 2026

Salah satu penugasan terbaru sebelum menjadi Kapolda Papua Barat Daya adalah Wakapolda Riau.

Hengky resmi menjadi Wakapolda Riau pada 14 Januari 2026. Ia menggantikan Brigjen Adrianto Jossy Kusumo dalam serah terima jabatan yang berlangsung di Mapolda Riau.

Masa tugas tersebut berlangsung di tengah berbagai kegiatan kepolisian di Riau.

Sebagai Wakapolda, Hengky ikut menjalankan berbagai agenda yang berkaitan dengan organisasi, penegakan hukum, pembinaan personel, serta koordinasi kegiatan kepolisian di wilayah Riau.

Rekam Penugasan di Polda Riau

Selama menjadi Wakapolda Riau, Hengky terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menunjukkan luasnya tanggung jawabnya.

Pada Februari 2026, ia membuka pelatihan peningkatan kemampuan kehumasan bagi jajaran Polda Riau. Dalam kegiatan tersebut, Hengky menekankan pentingnya manajemen media dalam mendukung keberhasilan organisasi Polri.

Pada Mei 2026, Hengky juga membuka kegiatan peningkatan kemampuan Bhabinkamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan amanat mengenai peran Bhabinkamtibmas sebagai salah satu penghubung kepolisian dengan masyarakat.

Kegiatan-kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa tugasnya sebagai Wakapolda tidak hanya berkaitan dengan penindakan hukum, tetapi juga mencakup pembinaan organisasi dan pelayanan masyarakat.

Peran dalam Pemberantasan Narkoba

Salah satu agenda penegakan hukum yang menonjol selama Hengky menjadi Wakapolda Riau adalah Operasi Antik Lancang Kuning 2026.

Polda Riau mencatat 435 laporan polisi dengan 557 tersangka dalam operasi yang berlangsung pada 16 April hingga 7 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 487 tersangka ditahan, sementara 70 menjalani rehabilitasi. Data tersebut disampaikan Hengky dalam konferensi pers pada 12 Mei 2026.

Angka tersebut merupakan hasil operasi Polda Riau dan jajaran dalam periode tertentu.

Bagi Hengky, kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari agenda penegakan hukum yang dijalankan ketika ia masih menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin

Hengky juga tercatat terlibat dalam penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI di Riau.

Pada April 2026, ia memimpin jumpa pers terkait pengungkapan kasus PETI di Kabupaten Kuantan Singingi.

Polda Riau ketika itu menyampaikan hasil penindakan terhadap aktivitas PETI selama Januari hingga April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Hengky menyebut pendekatan penegakan hukum juga disertai strategi green policing berupa edukasi dan pencegahan.

Penanganan PETI menjadi salah satu contoh bagaimana tugas kepolisian dapat bersinggungan dengan persoalan lingkungan.

Keterlibatan dalam Pengembangan Organisasi

Rekam penugasan Hengky di Riau juga mencakup kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan organisasi kepolisian.

Pada Juli 2026, Polda Riau menyiapkan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Pusat Studi Lingkungan. Hengky hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur akademisi, Sespim Lemdiklat Polri, instansi lingkungan hidup, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan mahasiswa.

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan ilmu kepolisian berbasis riset serta pendekatan green policing.

Kehadiran Hengky dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa tugas pimpinan Polda juga mencakup pengembangan organisasi dan pemikiran mengenai model pelayanan kepolisian.

Dari Wakapolda Riau ke Kapolda Papua Barat Daya

Pada akhir Agustus 2026, perjalanan karier Hengky kembali mengalami perubahan.

Polri melakukan rotasi sejumlah perwira dan menetapkan Hengky sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Posisi tersebut sebelumnya dijabat Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

Sementara itu, posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengky kemudian diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu.

Rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Dalam keterangan resmi Polri, pergantian jabatan disebut sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.

Serah Terima Jabatan Kapolda Papua Barat Daya

Penugasan baru Hengky kemudian diikuti dengan serah terima jabatan.

Pada 2 September 2026, Polri menggelar upacara serah terima jabatan sejumlah pejabat. Dalam rangkaian tersebut, jabatan Kapolda Papua Barat Daya resmi diisi Brigjen Pol Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau.

Serah terima jabatan tersebut menandai perubahan fase dalam perjalanan karier Hengky.

Dari posisi wakil pimpinan Polda Riau, ia kini bertanggung jawab sebagai pimpinan utama Polda Papua Barat Daya.

Apa yang Berubah dalam Tugas Hengky?

Perubahan dari Wakapolda menjadi Kapolda membawa perbedaan dalam struktur tanggung jawab.

Ketika menjabat Wakapolda Riau, Hengky membantu Kapolda menjalankan berbagai tugas organisasi dan operasional.

Sebagai Kapolda Papua Barat Daya, ia kini memimpin keseluruhan organisasi Polda di wilayah tersebut.

Tugasnya mencakup koordinasi berbagai satuan kerja, pengelolaan personel, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, pelayanan masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya.

Dengan demikian, penugasan terbaru tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam perkembangan kariernya.

Pengalaman Lama dan Tugas Baru

Pengalaman Hengky di bidang reserse tetap menjadi bagian dari rekam profesionalnya. Namun, posisi sebagai Kapolda menuntut kemampuan mengelola organisasi dengan ruang lingkup lebih luas.

Pengalaman sebagai Kapolres memberinya latar belakang kepemimpinan di tingkat wilayah. Sementara pengalaman sebagai Wakapolda Riau memberinya pengalaman mengelola organisasi kepolisian daerah.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal dalam menjalankan tugas di Papua Barat Daya.

Karakter wilayah baru tentu membutuhkan penyesuaian tersendiri. Setiap Polda memiliki persoalan keamanan, kondisi geografis, struktur organisasi, serta hubungan masyarakat yang berbeda.

Apa Fokus Penugasan Hengky di Papua Barat Daya?

Sebagai Kapolda, fokus tugas Hengky mencakup berbagai aspek kepolisian.

Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu bagian utama. Selain itu, penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi tanggung jawab organisasi Polda.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

Pada September 2026, Hengky tercatat melakukan komunikasi dengan pimpinan DPR Papua Barat Daya. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara kepolisian dan lembaga daerah.

Agenda tersebut menunjukkan bahwa tugas Kapolda tidak hanya berlangsung di lingkungan internal kepolisian.

Mengapa Rekam Karier Hengky Menjadi Perhatian?

Rekam karier Hengky menjadi perhatian karena perjalanan tugasnya mencakup berbagai fungsi.

Ia memulai karier dengan pengalaman di bidang reserse, kemudian mendapatkan penugasan di tingkat kepolisian sektor dan resor, menjalankan tugas di lingkungan Polda, menjadi Wakapolda Riau, hingga akhirnya dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya.

Perubahan tanggung jawab tersebut menunjukkan perjalanan dari fungsi teknis menuju kepemimpinan organisasi.

Setiap penugasan memberikan pengalaman berbeda yang menjadi bagian dari perjalanan profesional seorang perwira.

Perjalanan Hengky Haryadi Setelah 2026

Penugasan sebagai Kapolda Papua Barat Daya menjadi fase terbaru dalam perjalanan Hengky Haryadi.

Belum lama sebelum penugasan tersebut, ia masih menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau dan terlibat dalam berbagai agenda kepolisian di wilayah tersebut.

Rotasi pada akhir Agustus kemudian mengubah penugasannya.

Mulai September 2026, Hengky menjalankan tanggung jawab baru di Papua Barat Daya. Pelaksanaan tugas tersebut akan menjadi bagian berikutnya dari rekam kariernya di lingkungan Polri.

Kesimpulan

Rekam karier Hengky Haryadi menunjukkan perjalanan panjang di lingkungan Polri dengan pengalaman yang banyak berkaitan dengan reserse, kepemimpinan kewilayahan, serta jabatan di tingkat Polda.

Setelah lulus Akpol 1996, Hengky menjalani sejumlah penugasan, termasuk sebagai Kasat Reskrim Polres Tulangbawang dan Kapolsek Metro Gambir. Kariernya kemudian berkembang di Jakarta hingga menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dan menduduki posisi pimpinan lainnya.

Pada Januari 2026, Hengky dipercaya menjadi Wakapolda Riau. Selama menjalankan tugas tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk penanganan narkoba, PETI, pembinaan Bhabinkamtibmas, kehumasan, dan pengembangan organisasi.

Perjalanan itu kemudian berlanjut setelah Polri menunjuknya sebagai Kapolda Papua Barat Daya pada akhir Agustus 2026. Serah terima jabatan pada 2 September 2026 menandai dimulainya tugas baru tersebut.

Kini, Hengky Haryadi menjalankan tanggung jawab sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Jabatan tersebut menjadi babak terbaru dalam perjalanan kariernya setelah melewati berbagai penugasan di sejumlah wilayah dan fungsi kepolisian.

penulis;M.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *