Hengky Haryadi dari Wakapolda Riau hingga Kapolda Papua Barat Daya
Perjalanan karier Brigjen Pol Hengky Haryadi kembali memasuki tahap baru pada 2026. Setelah menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau, Hengky mendapat penugasan sebagai Kapolda Papua Barat Daya dalam rangkaian rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Perubahan posisi tersebut ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026. Dalam rotasi itu, Hengky menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Sementara posisi Wakapolda Riau kemudian diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Perpindahan tersebut menarik perhatian karena Hengky belum lama menjabat sebagai Wakapolda Riau. Ia baru resmi menduduki posisi tersebut pada Januari 2026 setelah menggantikan Brigjen Adrianto Jossy Kusumo.
Kini, tanggung jawab Hengky berubah. Dari posisi wakil pimpinan kepolisian daerah di Riau, ia dipercaya menjadi orang nomor satu di jajaran Polda Papua Barat Daya.
Hengky Haryadi Sebelum Menjadi Wakapolda Riau
Sebelum bertugas di Riau, Hengky Haryadi telah memiliki pengalaman panjang di lingkungan Polri.
Kariernya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse dan penegakan hukum. Ia pernah menjalankan tugas di sejumlah wilayah dan menduduki jabatan yang berhubungan langsung dengan penanganan perkara kriminal.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang ke posisi kepemimpinan kewilayahan dan jabatan strategis di lingkungan kepolisian daerah.
Ketika mendapat tugas sebagai Wakapolda Riau, Hengky sudah membawa pengalaman tersebut untuk menjalankan tanggung jawab sebagai salah satu pimpinan Polda.
Kapan Hengky Haryadi Menjadi Wakapolda Riau?
Hengky Haryadi resmi menjabat sebagai Wakapolda Riau pada 14 Januari 2026.
Serah terima jabatan berlangsung di halaman Mapolda Riau dan dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Dalam kesempatan tersebut, Hengky menggantikan Brigjen Adrianto Jossy Kusumo.
Posisi Wakapolda merupakan salah satu jabatan penting dalam organisasi Polda. Wakapolda membantu Kapolda dalam menjalankan tugas dan mengelola organisasi kepolisian di tingkat provinsi.
Dengan jabatan tersebut, Hengky tidak hanya berhadapan dengan persoalan penegakan hukum, tetapi juga berbagai persoalan organisasi, operasional, pelayanan masyarakat, serta koordinasi antarbagian.
Apa Saja Tugas Hengky Saat Menjadi Wakapolda Riau?
Sebagai Wakapolda, Hengky ikut dalam berbagai kegiatan organisasi dan operasional Polda Riau.
Salah satu kegiatan yang tercatat adalah kehadirannya dalam serah terima jabatan sejumlah pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Riau pada Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Hengky hadir bersama Kapolda Riau dan jajaran pejabat utama Polda Riau.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa posisi Wakapolda tidak hanya berkaitan dengan urusan internal, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam berbagai agenda kepolisian daerah.
Hengky juga mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan penanganan tindak pidana dan keamanan di wilayah Riau.
Peran Hengky dalam Penanganan Narkoba di Riau
Salah satu agenda besar yang berlangsung ketika Hengky menjadi Wakapolda Riau adalah Operasi Antik Lancang Kuning 2026.
Dalam konferensi pers pada Mei 2026, Hengky menyampaikan hasil operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan Polda Riau dan jajaran.
Polda Riau mencatat sebanyak 435 laporan polisi dengan 557 tersangka yang diamankan selama operasi yang berlangsung pada 16 April hingga 7 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 487 tersangka ditahan dan 70 lainnya menjalani rehabilitasi.
Data tersebut merupakan hasil operasi kepolisian di wilayah Riau pada periode tertentu. Dalam konteks perjalanan Hengky, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting yang ia jalankan ketika menjabat Wakapolda.
Pemberantasan narkotika memang menjadi salah satu bidang yang membutuhkan koordinasi antara direktorat di tingkat Polda dengan kepolisian resor di berbagai daerah.
Hengky dan Agenda Kepolisian di Riau
Selain penanganan narkotika, Hengky juga terlibat dalam berbagai agenda kepolisian lainnya selama berada di Riau.
Pada Juli 2026, misalnya, ia hadir dalam kegiatan serah terima jabatan beberapa pejabat utama dan Kapolres. Kegiatan tersebut mencakup pergantian Dirintelkam, Kabid Humas, Kapolres Dumai, Kapolres Rokan Hilir, Kapolres Kepulauan Meranti, dan Kapolres Indragiri Hilir.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan salah satu fungsi Wakapolda dalam mendampingi Kapolda menjalankan organisasi.
Pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi kepolisian. Proses tersebut membutuhkan koordinasi agar pergantian kepemimpinan tidak mengganggu keberlangsungan pelayanan dan pelaksanaan tugas.
Hengky Haryadi dan Pengembangan Kepolisian di Riau
Pada Juli 2026, Hengky juga hadir dalam kegiatan penyiapan Pusat Studi Kepolisian dan Pusat Studi Lingkungan di Polda Riau.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset sekaligus mengembangkan konsep green policing yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan persoalan masyarakat.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa selama menjadi Wakapolda Riau, agenda Hengky tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap tindak pidana.
Ia juga berada dalam lingkungan organisasi yang mengembangkan pendekatan kepolisian berbasis penelitian, pendidikan, dan pemahaman terhadap persoalan sosial serta lingkungan.
Mengapa Jabatan Wakapolda Penting dalam Karier Hengky?
Jabatan Wakapolda Riau menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan karier Hengky karena memberikan pengalaman kepemimpinan pada tingkat kepolisian daerah.
Sebagai Wakapolda, ruang lingkup tugasnya lebih luas dibandingkan ketika seorang perwira menjalankan fungsi tertentu seperti reserse.
Wakapolda harus memahami berbagai fungsi dalam organisasi Polda. Koordinasi dengan pejabat utama, Kapolres, satuan kerja, dan unsur lainnya menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari latar belakang ketika Hengky mendapatkan tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Mutasi Polri pada Akhir Agustus 2026
Perubahan jabatan Hengky terjadi dalam rangkaian mutasi besar di tubuh Polri.
Pada 30 Agustus 2026, Kapolri menerbitkan tiga Surat Telegram yang mengatur rotasi sejumlah perwira tinggi dan menengah. Liputan6 melaporkan rotasi tersebut mencakup 424 personel.
Dalam rotasi itu, sejumlah jabatan Kapolda dan Wakapolda mengalami perubahan.
Hengky menjadi salah satu perwira yang mendapatkan penugasan baru. Dari Wakapolda Riau, ia ditunjuk menjadi Kapolda Papua Barat Daya.
Polri menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pejabat juga disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas.
Siapa yang Digantikan Hengky di Papua Barat Daya?
Sebelum Hengky menjabat, posisi Kapolda Papua Barat Daya diisi Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.
Dalam rotasi yang sama, Yulius mendapatkan penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Hengky kemudian ditetapkan sebagai pejabat baru yang memimpin Polda Papua Barat Daya. Informasi tersebut juga dikonfirmasi melalui sumber resmi kepolisian yang mencatat bahwa Hengky sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Pergantian tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses serah terima jabatan.
Serah Terima Jabatan Kapolda Papua Barat Daya
Serah terima jabatan menjadi tahap resmi dalam pergantian kepemimpinan Polda Papua Barat Daya.
Dalam rangkaian sertijab pejabat Polri pada 2 September 2026, Hengky resmi menerima tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Polri menjelaskan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus proses pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Pejabat yang menerima tugas baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab yang diberikan.
Bagi Hengky, proses tersebut menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai Wakapolda Riau sekaligus dimulainya tugas baru di Papua Barat Daya.
Perubahan Tanggung Jawab Hengky Haryadi
Perubahan dari Wakapolda menjadi Kapolda membawa perbedaan dalam struktur tanggung jawab.
Saat menjadi Wakapolda Riau, Hengky berada sebagai wakil kepala kepolisian daerah dan membantu Kapolda menjalankan organisasi.
Ketika menjadi Kapolda Papua Barat Daya, ia berada di posisi pimpinan tertinggi dalam struktur Polda tersebut.
Tanggung jawabnya mencakup pengendalian organisasi, koordinasi seluruh satuan kerja, pelaksanaan kebijakan kepolisian, pelayanan masyarakat, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya.
Dengan demikian, perubahan jabatan tersebut juga membawa ruang lingkup tanggung jawab yang lebih luas.
Bagaimana Pengalaman di Riau Menjadi Bekal di Papua Barat Daya?
Pengalaman Hengky di Riau memberinya kesempatan untuk bekerja dalam organisasi kepolisian daerah dengan berbagai karakter persoalan.
Selama sekitar beberapa bulan sebagai Wakapolda, ia terlibat dalam kegiatan penanganan narkotika, pergantian pejabat, pengembangan organisasi, serta agenda keamanan lainnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum menerima tugas baru.
Namun, Papua Barat Daya memiliki karakter wilayah dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pengalaman di Riau tidak berarti seluruh pola kerja dapat diterapkan dengan cara yang sama.
Sebagai Kapolda, Hengky perlu menyesuaikan pelaksanaan tugas dengan kondisi wilayah, struktur organisasi, serta kebutuhan masyarakat setempat.
Apa yang Berubah Setelah Hengky Menjadi Kapolda?
Setelah resmi menjadi Kapolda Papua Barat Daya, Hengky mulai menjalankan agenda sebagai pimpinan baru Polda.
Salah satu kegiatan yang tercatat adalah komunikasi dengan pimpinan DPR Papua Barat Daya pada September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antarlembaga untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dan lembaga daerah.
Komunikasi seperti ini menjadi salah satu aspek penting dalam pekerjaan Kapolda karena pelaksanaan tugas keamanan tidak berdiri sendiri. Kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, lembaga negara, serta berbagai unsur masyarakat.
Dari Riau ke Papua Barat Daya
Perjalanan Hengky Haryadi dari Riau menuju Papua Barat Daya berlangsung dalam waktu relatif singkat.
Pada Januari 2026, ia baru saja resmi menjadi Wakapolda Riau. Beberapa bulan kemudian, pada akhir Agustus, ia mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya dinamika penempatan pejabat dalam organisasi Polri.
Bagi Hengky, perpindahan wilayah tugas berarti menghadapi lingkungan kerja yang berbeda. Ia harus memahami karakter wilayah baru, berkoordinasi dengan pejabat dan personel setempat, serta melanjutkan program yang sudah berjalan.
Perjalanan Karier yang Terus Berlanjut
Penugasan sebagai Kapolda Papua Barat Daya bukanlah akhir dari perjalanan karier Hengky Haryadi.
Sebaliknya, jabatan tersebut menjadi fase baru dengan tanggung jawab yang berbeda dari posisi sebelumnya.
Jika di Riau ia bekerja sebagai Wakapolda bersama Kapolda dalam mengelola organisasi, kini ia memiliki kewenangan sebagai pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Pengalaman sebagai perwira reserse, pimpinan kewilayahan, pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya, hingga Wakapolda menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke jabatan saat ini.
Fokus Awal di Papua Barat Daya
Sebagai pejabat baru, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memahami kondisi internal organisasi dan karakter wilayah tugas.
Proses tersebut dapat mencakup koordinasi dengan pejabat utama Polda, para Kapolres, pemerintah daerah, TNI, lembaga legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur lainnya.
Komunikasi menjadi bagian penting dalam tahap awal kepemimpinan karena berbagai persoalan keamanan membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Kunjungan Hengky ke DPR Papua Barat Daya pada September 2026 menjadi salah satu kegiatan yang menunjukkan dimulainya komunikasi dengan lembaga daerah.
Apa Arti Perpindahan Ini bagi Polda Papua Barat Daya?
Pergantian Kapolda merupakan bagian dari siklus organisasi kepolisian.
Setiap pejabat membawa pengalaman dan latar belakang penugasan masing-masing. Dalam kasus Hengky, salah satu latar belakang yang menonjol adalah pengalaman panjang di bidang reserse serta pengalaman sebagai pimpinan kepolisian daerah.
Polda Papua Barat Daya kini berada di bawah kepemimpinannya dengan berbagai agenda keamanan dan pelayanan masyarakat.
Pelaksanaan tugas selanjutnya akan menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya sebagai Kapolda.
Kesimpulan
Perjalanan Hengky Haryadi dari Wakapolda Riau hingga menjadi Kapolda Papua Barat Daya merupakan salah satu perkembangan terbaru dalam kariernya di lingkungan Polri.
Hengky resmi menjadi Wakapolda Riau pada 14 Januari 2026. Selama berada di Riau, ia terlibat dalam berbagai agenda kepolisian, termasuk penanganan narkotika melalui Operasi Antik Lancang Kuning 2026 dan sejumlah kegiatan organisasi Polda.
Pada 30 Agustus 2026, Polri menetapkan rotasi sejumlah perwira, termasuk penempatan Hengky sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Posisi yang ditinggalkannya sebagai Wakapolda Riau kemudian diisi Brigjen Simson Zet Ringu.
Serah terima jabatan pada awal September menandai dimulainya tugas baru Hengky sebagai pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Dengan pengalaman dari berbagai penugasan sebelumnya, Hengky kini menghadapi lingkungan tugas baru dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat yang berbeda. Perjalanan dari Riau menuju Papua Barat Daya menjadi bagian terbaru dari kariernya sebagai perwira tinggi Polri.
penulis:M.R