Profil Hengky Haryadi dan Perjalanan Kariernya di Kepolisian

Nama Hengky Haryadi kembali menjadi perhatian setelah dirinya dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau sebelum mendapat penugasan baru memimpin Polda Papua Barat Daya.

Perjalanan karier Hengky Haryadi di Kepolisian Negara Republik Indonesia terbilang panjang. Sebelum mencapai posisi perwira tinggi dan memimpin kepolisian daerah, ia pernah menjalani berbagai penugasan, terutama di bidang reserse kriminal.

Kariernya juga banyak bersinggungan dengan penanganan tindak pidana kriminal, termasuk ketika bertugas di wilayah Jakarta. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.

Siapa Hengky Haryadi?

Hengky Haryadi merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol tahun 1996.

Menurut profil yang pernah dimuat Liputan6, sebagian besar perjalanan profesional Hengky di kepolisian berkaitan dengan bidang reserse kriminal. Ia mengawali penugasannya sebagai Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, Polda Lampung. Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut ke sejumlah posisi di wilayah Jakarta.

Pengalaman panjang di bidang reserse menjadi salah satu bagian penting dari profil Hengky Haryadi. Dalam berbagai penugasan, ia berhadapan dengan perkara kriminal yang membutuhkan proses penyelidikan, penyidikan, pengungkapan jaringan pelaku, hingga koordinasi dengan berbagai unsur penegak hukum.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke posisi yang semakin strategis di lingkungan kepolisian.

Hengky Haryadi Lulusan Akpol 1996

Salah satu informasi penting dalam profil Hengky Haryadi adalah latar belakang pendidikannya di Akademi Kepolisian.

Hengky tercatat sebagai lulusan Akpol tahun 1996. Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, ia memulai perjalanan sebagai anggota Polri dan secara bertahap mendapat penugasan di berbagai wilayah.

Dalam perjalanan berikutnya, Hengky juga mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan perwira. Liputan6 mencatat bahwa ia pernah menempuh pendidikan PTIK, SESPIM, SESPIMTI, serta pendidikan di Lemhannas. Ia juga disebut meraih predikat siswa terbaik umum ketika mengikuti SESPIMTI Polri angkatan 2020.

Pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan karier seorang perwira Polri sebelum menduduki jabatan yang memiliki tanggung jawab semakin besar.

Awal Karier Hengky Haryadi di Bidang Reserse

Karier Hengky Haryadi banyak dibangun melalui pengalaman di bidang reserse kriminal.

Setelah lulus dari Akpol, salah satu penugasan yang tercatat dalam perjalanan kariernya adalah sebagai Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, Polda Lampung. Jabatan tersebut menempatkannya pada bidang yang berhubungan langsung dengan penanganan berbagai perkara kriminal.

Bagi seorang perwira reserse, pengalaman di tingkat kewilayahan menjadi bagian penting untuk memahami karakteristik tindak pidana serta pola penanganannya. Penugasan tersebut juga menjadi dasar bagi perjalanan Hengky menuju sejumlah posisi lain.

Setelah dari Lampung, ia kemudian mendapatkan penugasan sebagai Kapolsek Metro Gambir di Jakarta.

Perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lainnya menunjukkan bahwa perjalanan karier Hengky tidak hanya berlangsung di satu daerah. Pengalaman tersebut memperluas tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankannya sebagai perwira kepolisian.

Perjalanan di Jakarta Barat

Nama Hengky Haryadi semakin dikenal ketika dirinya menjalankan sejumlah tugas kepolisian di wilayah Jakarta Barat.

Ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada periode Oktober 2017 hingga Desember 2019. Dalam posisi tersebut, tugasnya berkaitan erat dengan penanganan berbagai perkara kriminal di wilayah hukum Jakarta Barat.

Masa tugas di Jakarta Barat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Pada periode tersebut, Hengky dan jajarannya menangani sejumlah kasus yang mendapat perhatian publik.

Salah satu perkara yang dikaitkan dengan masa tugasnya adalah penanganan kasus yang melibatkan Rosario de Marshall alias Hercules.

Pengalaman menangani perkara kriminal dengan perhatian publik kemudian menjadi bagian dari rekam perjalanan Hengky sebelum dipercaya menduduki posisi yang lebih tinggi.

Hengky Haryadi Saat Menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat

Selain pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim, Hengky Haryadi juga pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

Posisi Kapolres memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan jabatan di satuan reserse. Seorang Kapolres harus mengoordinasikan berbagai fungsi kepolisian di wilayah hukumnya, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga penegakan hukum dan pelayanan publik.

Saat bertugas sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengky juga terlibat dalam penanganan perkara narkotika. Liputan6 melaporkan bahwa pada masa tersebut jajarannya menggagalkan penyelundupan 120 kilogram sabu dari jaringan narkoba internasional.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Hengky tidak hanya terbatas pada perkara kriminal konvensional, tetapi juga mencakup kasus dengan jaringan yang lebih luas.

Pengalaman Menangani Kasus Kriminal

Salah satu ciri perjalanan karier Hengky Haryadi adalah panjangnya pengalaman dalam bidang penegakan hukum.

Ketika berada di lingkungan reserse, ia menangani berbagai kasus yang membutuhkan penyelidikan dan penyidikan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal profesional ketika mendapat tugas sebagai pimpinan satuan kewilayahan.

Dalam kariernya di Jakarta, Hengky juga dikenal melalui penanganan perkara yang berkaitan dengan aksi premanisme dan kriminalitas jalanan.

Liputan6 mencatat bahwa pada 2018 ia terlibat dalam pengungkapan kasus premanisme dengan jumlah penangkapan yang besar. Sumber yang sama menyebut angka 1.105 orang yang ditangkap dalam rangka penanganan kasus premanisme pada periode tersebut.

Data tersebut merupakan catatan yang diberitakan pada masa tugasnya di Jakarta dan perlu ditempatkan sesuai konteks waktu tersebut, bukan sebagai gambaran seluruh kariernya.

Pendidikan Pengembangan Perwira

Selain pengalaman lapangan, pendidikan pengembangan menjadi bagian lain dari perjalanan karier Hengky Haryadi.

Sebagai perwira Polri, ia mengikuti sejumlah jenjang pendidikan untuk mendukung pengembangan kemampuan kepemimpinan dan profesionalitasnya. Beberapa pendidikan yang disebut dalam profilnya antara lain PTIK, SESPIM, SESPIMTI, dan pendidikan Lemhannas.

SESPIMTI merupakan salah satu pendidikan penting dalam jenjang pengembangan kepemimpinan perwira tinggi Polri. Dalam perjalanan karier Hengky, pendidikan tersebut menjadi salah satu tahap sebelum dirinya menjalankan tugas dengan tanggung jawab yang semakin besar.

Pengalaman pendidikan dan penugasan kemudian berjalan beriringan hingga akhirnya ia masuk ke jajaran perwira tinggi Polri.

Dari Jakarta Menuju Jabatan Strategis

Perjalanan Hengky Haryadi tidak berhenti setelah menjalankan sejumlah tugas di Jakarta.

Setelah berbagai pengalaman di bidang reserse dan kewilayahan, ia kemudian dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.

Pengalaman di tingkat daerah menjadi penting karena tugas seorang perwira tidak hanya berhubungan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup koordinasi internal, pelayanan masyarakat, serta hubungan dengan berbagai lembaga pemerintahan dan unsur masyarakat.

Tahapan tersebut kemudian membawa Hengky menuju jabatan di tingkat kepolisian daerah.

Hengky Haryadi Menjadi Wakapolda Riau

Pada Januari 2026, Hengky Haryadi resmi menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Serah terima jabatan Wakapolda Riau berlangsung pada 14 Januari 2026 di Mapolda Riau. Hengky menggantikan Brigjen Adrianto Jossy Kusumo. Upacara tersebut dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Jabatan Wakapolda memberikan pengalaman baru bagi Hengky karena tanggung jawabnya tidak lagi berfokus pada satu fungsi penegakan hukum tertentu.

Sebagai Wakapolda, ia berada dalam struktur pimpinan Polda dan membantu Kapolda dalam menjalankan organisasi kepolisian di tingkat provinsi.

Masa tugasnya di Riau juga berlangsung ketika berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum menjadi bagian dari agenda kepolisian daerah.

Apa yang Dikerjakan Hengky Haryadi Saat Menjadi Wakapolda Riau?

Selama menjabat Wakapolda Riau, Hengky terlibat dalam sejumlah kegiatan kepolisian daerah.

Perannya mencakup kegiatan operasional, koordinasi internal, penanganan keamanan, serta berbagai agenda yang berkaitan dengan pelayanan kepolisian.

Posisi tersebut juga memberikan pengalaman dalam mengelola organisasi kepolisian dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Tidak lama setelah menjabat sebagai Wakapolda Riau, perjalanan karier Hengky kembali berubah ketika Polri melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi.

Hengky Haryadi Dipercaya Menjadi Kapolda Papua Barat Daya

Pada akhir Agustus 2026, Polri melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi. Dalam perubahan tersebut, Hengky Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.

Penunjukan tersebut kemudian diresmikan melalui serah terima jabatan pada 2 September 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.

Sumber resmi Tribratanews Polri menyebut Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. menjadi Kapolda Papua Barat Daya setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Dengan jabatan tersebut, Hengky memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.

Jika sebelumnya ia berada pada posisi wakil kepala kepolisian daerah, kini ia menjadi pimpinan utama kepolisian di tingkat daerah untuk wilayah Papua Barat Daya.

Serah Terima Pataka Menandai Babak Baru

Perjalanan Hengky sebagai Kapolda Papua Barat Daya kemudian ditandai dengan Apel Kehormatan dan Serah Terima Pataka di Mapolda Papua Barat Daya, Aimas, Kabupaten Sorong, pada 9 September 2026.

Prosesi tersebut menjadi salah satu simbol dimulainya kepemimpinan Hengky di Polda Papua Barat Daya. Ia menerima tongkat komando dari pejabat sebelumnya, Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

Dalam kesempatan tersebut, Hengky menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya manajemen dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi kepolisian.

Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari kepemimpinan. Ia juga menyampaikan harapan agar jajaran kepolisian bekerja dengan ketulusan dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Bagaimana Pola Perjalanan Karier Hengky Haryadi?

Jika melihat perjalanan kariernya, pengalaman Hengky Haryadi dapat dilihat melalui beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah pengalaman di bidang reserse. Dari Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, ia kemudian mendapat penugasan di Jakarta dan menduduki sejumlah posisi yang berkaitan dengan penegakan hukum.

Tahap berikutnya adalah pengalaman sebagai pimpinan kewilayahan, termasuk ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat.

Setelah itu, perjalanan kariernya berkembang ke tingkat kepolisian daerah. Pengalaman sebagai Wakapolda Riau pada 2026 menjadi salah satu posisi penting sebelum ia dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.

Dengan demikian, perjalanan Hengky memperlihatkan perpindahan tanggung jawab dari fungsi teknis reserse menuju kepemimpinan organisasi kepolisian di tingkat daerah.

Apa yang Membuat Profil Hengky Haryadi Menarik?

Profil Hengky Haryadi menarik untuk diperhatikan karena perjalanan kariernya melewati berbagai jenis penugasan.

Ia memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, pernah menangani kasus kriminal yang mendapat perhatian masyarakat, menjadi Kapolres, kemudian menduduki posisi pimpinan di tingkat Polda.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya tidak hanya berkaitan dengan satu bidang kepolisian.

Di sisi pendidikan, ia juga mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan perwira. Kombinasi antara pengalaman lapangan dan pendidikan kedinasan menjadi bagian dari proses kariernya di lingkungan Polri.

Dari Perwira Reserse hingga Kapolda

Perjalanan Hengky Haryadi dapat dirangkum sebagai perjalanan panjang seorang perwira Polri yang banyak menghabiskan masa awal kariernya di bidang reserse sebelum memasuki jabatan kepemimpinan yang lebih luas.

Dari Lampung, ia kemudian bertugas di Jakarta. Pengalaman sebagai Kasat Reskrim dan Kapolres Metro Jakarta Barat menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Setelah melewati berbagai penugasan, ia kemudian masuk ke jajaran pimpinan Polda dan dipercaya sebagai Wakapolda Riau pada Januari 2026. Tidak sampai satu tahun kemudian, ia mendapatkan tugas baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Perubahan jabatan tersebut menunjukkan bahwa karier Hengky terus berkembang seiring dengan penugasan yang diberikan oleh institusi Polri.

Profil Hengky Haryadi Saat Ini

Per September 2026, Hengky Haryadi menjalankan tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Pengangkatannya merupakan bagian dari rotasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri. Dalam proses tersebut, Hengky menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan tersebut menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang Hengky Haryadi di kepolisian.

Dari seorang perwira yang mengawali karier di bidang reserse, ia kemudian menjalani berbagai penugasan di Lampung dan Jakarta, menjadi pimpinan kepolisian tingkat kota, masuk ke jajaran pimpinan Polda, hingga akhirnya dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya.

Perjalanan tersebut menjadi gambaran bagaimana seorang perwira Polri dapat melewati berbagai jenjang penugasan sebelum menduduki jabatan sebagai kepala kepolisian daerah.

Kesimpulan

Hengky Haryadi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1996 yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang reserse dan kepemimpinan kewilayahan.

Kariernya dimulai dari penugasan di bidang reserse, termasuk sebagai Kasat Reskrim Polres Tulangbawang. Perjalanannya kemudian berlanjut ke Jakarta, termasuk sebagai Kapolsek Metro Gambir, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolres Metro Jakarta Barat.

Setelah melewati berbagai penugasan, Hengky dipercaya menjadi Wakapolda Riau pada Januari 2026. Beberapa bulan kemudian, Polri melakukan rotasi dan menempatkannya sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Jabatan Kapolda Papua Barat Daya menjadi tahap terbaru dalam perjalanan karier Hengky Haryadi. Dengan pengalaman panjang di bidang reserse serta pengalaman memimpin organisasi kepolisian, kini ia menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan Polda Papua Barat Daya.

Perjalanan tersebut membuat profil Hengky Haryadi menjadi salah satu perjalanan karier perwira Polri yang menarik untuk diikuti, terutama setelah ia memasuki babak baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya pada 2026.

penulis:M.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *