Pabrik Gemuk Shell di Marunda Buka Peluang Substitusi Impor, Diprediksi Kurangi Ketergantungan Nasional hingga 30% dalam Lima Tahun

Shell memulai langkah strategis dengan membuka Pabrik Gemuk Shell di Marunda, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor hingga 30% dalam lima tahun.

Sejarah dan Konteks Impor Grease Indonesia

Di tahun 2025, Indonesia mengimpor grease atau gemuk pelumas dengan kode HS 27101944 mencapai sekitar 22.377 ton. Dari total impor tersebut, produk Shell Gadus mencakup sekitar 11.757 ton. Data ini menunjukkan proporsi signifikan produk Shell dalam pasar pelumas Indonesia, sekaligus menyoroti kebutuhan akan produksi dalam negeri yang lebih kuat.

Peran Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda

Dengan berdirinya Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Shell dapat memproduksi Shell Gadus sepenuhnya di Indonesia. GMP ini tidak berdiri sendiri; ia dilengkapi fasilitas Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) yang dikembangkan Shell pada tahun 2022. Kombinasi kedua fasilitas ini menempatkan kapasitas produksi pelumas Shell di Marunda pada angka 300 juta liter per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kapasitas GMP Marunda menempatkan fasilitas tersebut sebagai salah satu pabrik grease terbesar Shell secara global. “Dengan kapasitas tersebut, GMP Marunda berdasarkan data Shell, termasuk dalam tiga besar fasilitas grease Shell secara global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan kegiatan manufaktur Shell,” ujarnya dikutip pada Rabu (16/9/2026).

Ekosistem Rantai Pasok dan Dampak Ekonomi Lokal

Investasi ini diyakini turut memperluas keterlibatan industri pendukung melalui pelibatan vendor domestik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri. “Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan dan jasa industri, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas melalui tumbuhnya industri pendukung dan kegiatan ekonomi di sepanjang rantai pasok,” tambah Menteri Agus.

Shell saat ini melibatkan lebih dari 50 vendor domestik dengan nilai pengadaan mencapai Rp 30 miliar per tahun. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan partisipasi industri lokal, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan kecil dan menengah untuk berkontribusi pada produksi pelumas berkualitas tinggi.

Potensi Pengurangan Ketergantungan Impor

Dengan produksi Shell Gadus yang kini dapat dilakukan di Marunda, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor grease secara signifikan. Prediksi menunjukkan bahwa ketergantungan nasional dapat berkurang hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Penurunan impor ini tidak hanya berdampak pada neraca perdagangan, tetapi juga meningkatkan kemandirian industri pelumas nasional.

Manfaat bagi Industri dan Ekonomi Nasional

Peningkatan kapasitas produksi di Marunda dapat menciptakan sinergi antara Shell dan industri pendukung. Vendor lokal yang terlibat dalam rantai pasok akan memperoleh peluang bisnis baru, meningkatkan kompetensi teknis, dan memperluas jaringan distribusi. Selain itu, pertumbuhan industri pelumas domestik dapat memicu peningkatan lapangan kerja, pengembangan teknologi, dan transfer pengetahuan.

Dalam konteks industri otomotif dan manufaktur, ketersediaan pelumas berkualitas tinggi secara lokal dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Dengan demikian, investasi di GMP Marunda tidak hanya mempengaruhi sektor pelumas, tetapi juga sektor-sektor yang bergantung pada pelumas sebagai bahan baku penting.

Strategi Pembangunan Rantai Pasok Lokal

Shell berencana untuk terus memperluas local sourcing, khususnya untuk bahan baku, kemasan, dan jasa industri. Langkah ini bertujuan memperkuat rantai pasok dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing. Melalui kolaborasi dengan vendor domestik, Shell berharap dapat menciptakan ekosistem industri pelumas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Strategi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan pengembangan industri nasional. Dengan melibatkan lebih banyak perusahaan lokal, Shell berkontribusi pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pertumbuhan industri pelumas Indonesia.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Peresmian Pabrik Gemuk Shell di Marunda menandai tonggak penting dalam upaya mengurangi ketergantungan impor pelumas. Dengan kapasitas produksi 300 juta liter per tahun dan posisi sebagai salah satu pabrik grease terbesar Shell secara global, Marunda menjadi pusat produksi pelumas Shell di Indonesia.

Investasi ini tidak hanya meningkatkan kemandirian industri pelumas, tetapi juga membuka peluang bagi industri pendukung lokal. Melalui kolaborasi dengan lebih dari 50 vendor domestik dan nilai pengadaan Rp 30 miliar per tahun, Shell memperkuat ekosistem rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang rantai pasok.

Prediksi pengurangan ketergantungan impor hingga 30% dalam lima tahun menunjukkan dampak positif jangka panjang. Peningkatan kapasitas produksi, pengembangan industri pendukung, dan strategi local sourcing akan terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri pelumas global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7883134/pabrik-gemuk-shell-di-marunda-buka-peluang-substitusi-impor, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *