Malapraktik Khitan di Tasikmalaya: KPAID Dampingi Bocah Korban, IDI Diminta Evaluasi
Kasus dugaan malapraktik khitan yang menimpa seorang bocah di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) setempat. Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari orang tua korban dan akan memberikan pendampingan baik secara psikologis maupun hukum.
Kronologi Dugaan Malapraktik
Menurut Ato Rinanto, keluarga korban melaporkan bahwa anak mereka diduga menjadi korban malapraktik ketika menjalani khitan sekitar satu tahun yang lalu. Keluarga meminta pendampingan karena anak mereka kini akan memasuki bangku Sekolah Dasar dan rentan menjadi korban perundungan akibat peristiwa yang dialaminya.
KPAID Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menerima laporan tersebut, tetapi juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan kasus secara komprehensif. Ato Rinanto menegaskan bahwa pendampingan psikologis sangat penting untuk membantu korban memulihkan kondisinya.
Tindakan Lanjutan KPAID
Selain memberikan pendampingan kepada korban, KPAID juga akan mengirimkan surat resmi kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini bertujuan untuk meminta evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan khitan, terutama yang dilakukan kepada anak-anak. Ato Rinanto berharap bahwa setiap tindakan khitan terhadap anak seyogianya didampingi langsung oleh orang tua.
Mengapa Kasus Ini Penting?
Kasus dugaan malapraktik khitan ini penting karena menyangkut kerentanan anak terhadap perundungan dan dampak psikologis jangka panjang. KPAID Kabupaten Tasikmalaya berencana untuk terus mengawal perkembangan kasus ini, dengan fokus utama pada pemulihan kondisi psikis anak. Polres Tasikmalaya Kota juga telah mengetahui kasus ini dan tengah menindaklanjutinya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
KPAID Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendampingi korban dan memastikan bahwa kasus ini ditangani secara serius. Dengan koordinasi yang baik antara KPAID, IDI, dan pihak berwajib, diharapkan keadilan dapat ditegakkan dan korban dapat pulih sepenuhnya. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam tindakan medis, terutama yang melibatkan anak-anak.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177489/kpaid-tasikmalaya-dampingi-bocah-korban-dugaan-malapraktik-khitan-surati-idi-untuk-evaluasi, without altering the facts of the original article.