Mantan Menteri RI Ini Alami Krisis Finansial, Listrik Rumahnya Diputus
Mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU) era Orde Baru, Sutami, mengalami kesulitan finansial yang cukup parah hingga listrik rumahnya diputus. Kejadian ini terjadi setelah dia pensiun dari jabatannya pada 29 Maret 1978. Meskipun sebelumnya dia memimpin kementerian yang mengerjakan berbagai proyek infrastruktur raksasa, namun kehidupan ekonominya tetap jauh dari kata mewah.
Keputusan Finansial yang Berat
Sutami, yang menjabat sebagai Menteri PU selama 14 tahun dalam delapan kabinet, diketahui tidak memiliki rumah pribadi selama masih menjabat. Rumah baru dimilikinya setelah pensiun dan dibeli dengan cara mencicil. Namun, pada satu titik, rumah yang masih dicicil tersebut pernah diputus aliran listriknya karena dia tidak mampu membayar tagihan. Kondisi ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan finansial yang dialami oleh Sutami setelah pensiun.
Mengapa Kejadian Ini Terjadi?
Sutami memang dikenal sebagai pejabat yang memilih hidup sederhana. Selama menjadi menteri, dia menolak memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri. Dia lebih memilih untuk hidup apa adanya dan memprioritaskan kebutuhan rakyat kecil. Staf Ahli Sutami, Hendropranoto, menceritakan bahwa sang menteri kerap berjalan kaki saat meninjau proyek, terutama di pedesaan dan daerah terpencil. Cara itu dipilih agar dia bisa melihat langsung kondisi pembangunan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
Dampak dan Maksud di Balik Kesederhanaan
Kesederhanaan Sutami tidak hanya terlihat dalam cara hidupnya, tetapi juga dalam kebijakan yang diambilnya saat menjabat sebagai Menteri PU. Dia menilai pembangunan infrastruktur di desa dan pelosok lebih penting bagi rakyat kecil dibanding hanya berorientasi pada kepentingan industri dan pengusaha. Di bawah kepemimpinannya, lahir sejumlah proyek besar seperti Tol Jagorawi, Jembatan Semanggi, Jembatan Ampera, dan berbagai infrastruktur lain yang menjadi penopang aktivitas masyarakat Indonesia. Meskipun meninggal dalam keadaan sederhana, warisan pembangunan yang ditinggalkan Sutami masih berdiri hingga kini.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kisah Sutami menjadi pengingat bahwa kesuksesan dan kontribusi seseorang tidak selalu diukur dari kekayaan materi. Prinsip hidup sederhana dan dedikasi terhadap tugas dapat meninggalkan jejak yang lebih abadi. Sutami meninggal dunia pada 13 November 1980, namun semangat dan komitmennya terhadap pembangunan Indonesia tetap dikenang. Melalui kisahnya, kita diajak untuk memahami bahwa ada nilai-nilai yang lebih penting daripada sekadar uang atau materi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260624092052-25-745248/mantan-menteri-ri-ini-listrik-rumahnya-diputus-karena-tak-bisa-bayar, without altering the facts of the original article.