Sahroni Desak Polisi Evaluasi Keamanan Acara Sound Horeg Pasca 3 Warga Jatim Tewas, Tekanan Meningkat pada Penyelenggara Festival

Polisi di Jawa Timur kini dihadapkan pada pertanyaan serius tentang keamanan acara sound horeg setelah tiga warga tewas dalam insiden yang menimbulkan ketegangan pada penyelenggara festival. Sahroni, seorang jurnalis senior, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang. Dalam wawancara pada Rabu (2/9/2026), ia menegaskan bahwa “pihak Polri harus dan wajib evaluasi acara sound horeg tersebut karena sudah memakan korban.”

Evaluasi Keamanan Sebagai Prioritas Utama

Sahroni menilai bahwa evaluasi harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan semua pihak yang terkait, mulai dari penyelenggara, pengelola acara, hingga aparat keamanan. Ia menegaskan, “Jika tidak dievaluasi, semakin banyak korban ke depan.” Dengan kata lain, tanpa peninjauan kembali prosedur dan protokol keamanan, risiko serangan atau kecelakaan di masa depan akan tetap ada. Evaluasi ini juga harus mencakup analisis faktor-faktor penyebab, seperti kepadatan keramaian, kondisi teknis sound system, dan prosedur evakuasi.

Dalam konteks ini, Sahroni menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian dan penyelenggara acara. Ia mengatakan, “Kita hormati budaya, tapi jangan sampai memakan korban kembali ke depannya.” Menurutnya, penghormatan terhadap tradisi tidak boleh mengorbankan keselamatan publik. Oleh karena itu, polisi harus mengambil langkah tegas dalam mengawasi dan menilai setiap aspek kegiatan sound horeg.

Permintaan Penyelidikan atas Dugaan Kelalaian

Selain evaluasi, Sahroni juga menyerukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan kelalaian dalam pelaksanaan acara. Ia menegaskan, “Polisi wajib selidiki bilamana ada dugaan lalai dalam pelaksanaan event tersebut.” Hal ini mencakup pemeriksaan prosedur teknis, pengawasan teknisi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Jika ditemukan bukti kelalaian, pihak berwenang diharapkan mengambil tindakan tegas untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Permintaan ini juga mencerminkan keprihatinan terhadap potensi normalisasi budaya yang berujung pada hilangnya nyawa. Sahroni mengingatkan, “Jangan menormalisasi budaya mengakibatkan meninggalnya seseorang. Itu sangat menyedihkan.” Ia menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai bagian dari tradisi, melainkan sebagai peringatan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Tragedi yang Mencuat: Tiga Korban Tewas

Catatan detikJatim mencatat bahwa setidaknya tiga orang telah meninggal dunia dalam sejumlah insiden yang berkaitan dengan parade sound horeg di Jawa Timur selama Agustus 2026. Korban tersebut terdiri dari kru sound horeg hingga warga yang mengikuti atau berada di sekitar lokasi kegiatan. Korban pertama, seorang kru sound horeg berusia 29 tahun di Jember, mengalami cedera serius akibat kegagalan sistem audio yang menyebabkan ledakan. Meninggalnya korban ini menandai awal serangkaian tragedi yang memicu keprihatinan publik.

Insiden berikutnya terjadi di daerah lain, di mana seorang warga yang mengikuti parade terjebak dalam kerumunan padat. Keterbatasan jalur evakuasi dan ketidakpastian arah pergerakan kerumunan menyebabkan korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal. Kejadian ini menambah jumlah korban menjadi dua, menyoroti risiko yang melekat pada acara yang melibatkan kerumunan besar.

Korban ketiga ditemukan di lokasi lain, di mana kegagalan sistem peringatan dini menyebabkan ketidaktahuan warga tentang potensi bahaya. Dalam situasi ini, korban tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari bahaya, sehingga tragisnya, ia tidak dapat selamat. Kejadian ini menambah ketegangan pada penyelenggara dan menyoroti kebutuhan mendesak akan sistem keselamatan yang lebih baik.

Dampak Sosial dan Ekonomi dari Kejadian Ini

Tragedi ini tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Masyarakat setempat mengalami trauma psikologis akibat kehilangan orang terdekat mereka. Selain itu, kepercayaan publik terhadap penyelenggara acara dan aparat keamanan menurun, memicu ketidakpastian dalam partisipasi publik pada festival di masa depan.

Dari sisi ekonomi, biaya medis dan pengobatan bagi korban serta keluarga mereka meningkat drastis. Penyelenggara festival juga harus menanggung biaya ganti rugi dan peninjauan ulang prosedur keamanan, yang dapat mempengaruhi anggaran dan keberlanjutan acara. Dampak ini menekankan pentingnya investasi dalam sistem keselamatan yang efektif untuk melindungi tidak hanya nyawa, tetapi juga stabilitas ekonomi lokal.

Reaksi dan Tuntutan dari Masyarakat

Reaksi masyarakat tidak tinggal diam. Banyak warga menuntut transparansi dalam penyelidikan dan evaluasi. Mereka mengharapkan pihak kepolisian dan penyelenggara untuk secara terbuka mengungkap hasil analisis serta langkah-langkah perbaikan yang akan diambil. Keberadaan mekanisme umpan balik juga diharapkan menjadi bagian dari solusi, memungkinkan warga berpartisipasi aktif dalam proses perbaikan.

Selain itu, masyarakat menekankan pentingnya edukasi tentang keselamatan publik. Mereka berharap bahwa penyelenggara festival akan menyediakan pelatihan bagi staf dan sukarelawan tentang prosedur darurat, serta menempatkan sistem peringatan yang jelas dan mudah diakses. Hal ini diharapkan dapat memperkecil risiko terjadinya tragedi serupa.

Langkah Selanjutnya: Tindakan Konkret dan Kebijakan Baru

Untuk mencegah tragedi serupa di masa depan, beberapa langkah konkret diusulkan. Pertama, penetapan standar keselamatan yang ketat bagi semua acara publik, termasuk sound horeg. Standar ini harus mencakup persyaratan teknis, prosedur evakuasi, dan pelatihan staf. Kedua, pelaksanaan audit independen sebelum setiap acara, yang menilai kesiapan keamanan dan memeriksa kepatuhan terhadap standar.

Ketiga, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran keselamatan. Pihak kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas jika ditemukan kelalaian. Keempat, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan peny

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8644411/sahroni-minta-polisi-evaluasi-acara-sound-horeg-usai-3-warga-jatim-tewas, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *