Pelatihan Manajer KDMP Kurang Relevan, Pakar Beri Solusi Alternatif
Pelatihan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menggunakan metode militer belakangan menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, metode ini dianggap tidak relevan dengan tugas utama seorang manajer koperasi, yakni mengeksekusi kebijakan strategis dan mengelola operasional koperasi. Para pakar pun memberikan solusi alternatif untuk meningkatkan kemampuan manajer koperasi.
Apa yang Terjadi dengan Pelatihan Manajer KDMP?
Pelatihan manajer KDMP yang menggunakan metode militer dianggap tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab seorang manajer koperasi. Menurut Dr. Subarsono, dosen sekaligus peneliti di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), tugas utama seorang manajer adalah mengeksekusi kebijakan strategis yang dibuat pengurus dalam pengoperasian koperasi. Manajer koperasi harus mampu mengelola staf, mengawasi arus kas, memastikan target penjualan tercapai, serta melaporkan kinerja bisnis kepada pengurus secara berkala.
Dr. Aulia Nur Kasiwi, dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), juga menyatakan bahwa esensi dari pemberdayaan koperasi sepatutnya bertumpu pada peningkatan kapasitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional. Keterampilan utama yang dibutuhkan pengurus koperasi bukanlah soal ketahanan fisik, tetapi kecakapan administrasi, pengelolaan keuangan, dan kemampuan membangun jejaring dan partisipasi aktif anggota.
Mengapa Pelatihan Militer Tidak Relevan?
Pelatihan militer tidak relevan dengan tugas dan tanggung jawab seorang manajer koperasi karena koperasi adalah organisasi sipil yang mengutamakan prinsip demokrasi, partisipasi anggota, dan musyawarah. Metode militer lebih sesuai dengan budaya sistem komando, komunikasi satu arah, dan kurangnya partisipasi anggota. Dr. Subarsono menyatakan bahwa jika manajer koperasi dilatih secara militeristik, ada potensi akan menggunakan pendekatan militer dalam tatakelola koperasi dan menggeser budaya demokrasi ke arah sistem komando.
Apa Solusi Alternatifnya?
Para pakar建议 memberikan pelatihan yang berkaitan dengan tata kelola koperasi, kepemimpinan, manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen keuangan digital, kewirausahaan dan inovasi model bisnis, perencanaan strategis, serta pemasaran. Dengan demikian, manajer koperasi dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam mengelola koperasi secara profesional dan efektif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pelatihan manajer koperasi yang efektif dan relevan dengan tugas dan tanggung jawab mereka masih menjadi tantangan. Namun, dengan solusi alternatif yang diberikan oleh para pakar, diharapkan koperasi dapat meningkatkan kemampuan manajer mereka dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem pelatihan manajer koperasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja koperasi di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/01/bukan-pelatihan-militer-ini-saran-pakar-agar-pelatihan-manajer-kdmp-tetap-relevan, without altering the facts of the original article.