Meutya: Kunci Sukses Digitalisasi Bansos Ada pada Kualitas Data dan Literasi Publik

Keberhasilan digitalisasi bantuan sosial (bansos) tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga bergantung pada kualitas data, tata kelola yang baik, serta literasi digital masyarakat sebagai fondasinya. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar penyaluran bansos digital berjalan akurat, aman, dan tepat sasaran. Menurutnya, digitalisasi bansos membutuhkan kesiapan infrastruktur teknologi, namun tidak cukup hanya dengan teknologi semata.

Kunci Sukses Digitalisasi Bansos

Meutya Hafid menjelaskan bahwa Kementerian Komdigi menghadirkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai platform pertukaran data nasional yang mendukung integrasi dan interoperabilitas data antarsistem pemerintahan. SPLP telah digunakan untuk pertukaran data lintas delapan instansi dalam pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di 43 kabupaten dan kota. Selama periode 1 sampai 22 Juni 2026, sistem memproses sekitar 162 ribu transaksi dengan tingkat keberhasilan layanan mencapai 100 persen. Infrastruktur juga tetap stabil saat menangani lonjakan lebih dari 50 ribu transaksi dalam satu jam.

Tantangan dan Solusi

Namun, Meutya berpendapat bahwa keberhasilan transformasi digital tidak dapat bertumpu pada infrastruktur teknologi semata. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan standar dan kualitas data agar pertukaran data berjalan akurat dan mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia. Standar dan kualitas data juga tergantung dari masing-masing lembaga ataupun pemerintah daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan perbaikan standar dan kualitas data, khususnya bagi kepala daerah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ketangguhan sistem digital harus diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. Meutya mengingatkan bahwa masyarakat harus hanya mengakses layanan pemerintah melalui kanal resmi berdomain .go.id, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, menolak segala bentuk pungutan yang mengatasnamakan bantuan sosial, serta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat menjadi fondasi bagi digitalisasi bantuan sosial yang semakin akuntabel, aman, dan memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menkomdigi Meutya Hafid berharap bahwa dengan kolaborasi dan kesadaran masyarakat, digitalisasi bansos dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat dan memastikan kualitas data yang baik. Dengan demikian, digitalisasi bansos dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5631179/meutya-kualitas-data-literasi-publik-fondasi-digitalisasi-bansos, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *