BPBD Jatim Luncurkan Operasi âWater Bombingâ Masif, Upaya Tumpas Karhutla Arjuno dengan Helikopter dan Puluhan Ratus Ribu Liter Air
Water bombing menjadi taktik utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dalam upaya menumpas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan. Operasi ini memanfaatkan helikopter PKâDAP berkapasitas 1.000 liter untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau darat.
Operasi Mulai Dari Pagi Hari
Sejak tanggal 21 Agustus 2023, tim BPBD Jatim telah melakukan pemadaman melalui jalur darat. Namun, ketika cuaca membaik dan api kembali menyala, pimpinan operasi, Gatot Soebroto, memutuskan untuk memanfaatkan armada helikopter guna menambah kecepatan penanganan. Pada hari Selasa, 25 Agustus, laporan menunjukkan bahwa helikopter melakukan water bombing secara berulangâulang di berbagai titik hutan, menumpuk puluhan ratus ribu liter air ke area yang terkena kebakaran.
Helikopter PKâDAP, yang biasa dipakai untuk tugas penyelamatan dan pemadaman kebakaran, menurunkan air dalam bentuk kabut halus. Teknik ini memungkinkan air mencapai kedalaman akar dan vegetasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat. Selain itu, helikopter dapat menyesuaikan ketinggian dan jarak, sehingga menurunkan air tepat di titik yang paling membutuhkan.
Peran Tim Gabungan dalam Penanggulangan
Operasi water bombing tidak hanya melibatkan satu unit. BPBD Jatim bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak militer yang menyediakan helikopter. Di sisi darat, tim pemadam kebakaran lokal, petugas penegak hukum, dan relawan mobilisasi untuk menutup jalur api dan menahan penyebaran. Koordinasi ini dilakukan melalui sistem komunikasi radio dan aplikasi pemantauan kebakaran realâtime.
Tim gabungan ini juga melakukan patroli harian untuk memantau area rawan kebakaran. Setiap detik perubahan cuaca diukur melalui sensor satelit, sehingga mereka dapat merespons perubahan suhu, kelembapan, dan arah angin. Dengan demikian, penempatan helikopter dapat disesuaikan secara dinamis, memaksimalkan efektivitas air yang disiram.
Alasan Menggunakan Water Bombing
Gunung Arjuno memiliki topografi yang curam dan vegetasi lebat, sehingga akses darat terbatas. Tanpa water bombing, penyelamatan dan pemadaman akan memakan waktu lama, meningkatkan risiko penyebaran kebakaran ke daerah sekitarnya. Dengan menurunkan air secara langsung, tim dapat menurunkan suhu di area kritis dan menghentikan pertumbuhan api sebelum mencapai area yang lebih luas.
Selain itu, teknik water bombing juga membantu menurunkan kelembapan udara di sekitar area kebakaran. Penurunan kelembapan yang signifikan membuat kondisi menjadi kurang ideal bagi api, sehingga membantu menurunkan intensitas kebakaran. Hal ini juga memberikan waktu lebih bagi tim darat untuk menutup jalur api dan menyiapkan peralatan pemadaman.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Komunitas
Penumpasan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Arjuno memiliki dampak langsung pada ekosistem hutan tropis yang sangat penting. Tanpa penanganan cepat, hutan ini berisiko kehilangan keanekaragaman hayati, termasuk spesies tumbuhan dan satwa yang terancam punah. Dengan menumpas api lebih awal, BPBD Jatim berupaya melindungi habitat alami dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Bagi masyarakat sekitar, kebakaran hutan dapat menimbulkan polusi udara, mengancam kesehatan pernapasan, serta mengganggu aktivitas pertanian dan peternakan. Penurunan kebakaran secara signifikan mengurangi emisi karbon dioksida dan partikel halus, sehingga kualitas udara di daerah sekitarnya akan membaik. Selain itu, dengan menutup jalur api, risiko kebakaran meluas ke ladang dan kebun dapat diminimalisir, melindungi mata pencaharian petani.
Statistik Operasi Hingga Saat Ini
Berikut ini adalah beberapa statistik operasional yang dikumpulkan oleh BPBD Jatim:
– Helikopter PKâDAP melakukan 48 kali water bombing sejak 21 Agustus hingga 25 Agustus.
– Total air yang disiram mencapai sekitar 350.000 liter.
– Area hutan yang berhasil dipadamkan mencapai 12.500 hektar, sementara area masih terbakar menurun dari 15.000 hektar menjadi 9.000 hektar.
– Pekerja lapangan mencatat penurunan suhu rata-rata di area kritis sebesar 4 derajat Celsius setelah operasi water bombing.
Perkembangan Cuaca dan Tantangan Selanjutnya
Walaupun operasi water bombing berhasil menurunkan intensitas kebakaran, tantangan masih tetap ada. Cuaca di kawasan Gunung Arjuno cenderung kering dan berangin, yang dapat memicu penyebaran api ke area yang belum terjangkau. Oleh karena itu, tim BPBD Jatim terus memonitor kondisi cuaca dengan menggunakan data satelit dan radar lokal.
Selain itu, akses ke beberapa titik di lereng gunung masih terbatas karena kondisi jalan yang rusak akibat hujan sebelumnya. Tim darat harus menyiapkan peralatan tambahan, seperti truk air dan kendaraan offâroad, untuk menambah kapasitas penyaluran air ke area yang tidak dapat dijangkau helikopter.
Peran Pemerintah Daerah dan Komunitas
Dalam upaya menumpas kebakaran hutan, pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan juga mengadakan kampanye edukasi kepada masyarakat. Program ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan hutan, menghindari api unggun sembarangan, dan melaporkan kebakaran secara cepat. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan dana darurat untuk membeli peralatan pemadam kebakaran tambahan dan meningkatkan pelatihan bagi petugas lapangan.
Komunitas lokal turut berperan aktif dengan membentuk kelompok relawan yang siap turun tangan ketika terjadi kebakaran. Relawan ini dilengkapi dengan pelatihan dasar pemadaman kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan, serta pengetahuan dasar tentang cara mengatasi kebakaran hutan.
Kesimpulan
Operasi water bombing oleh BPBD Jatim di Gunung Arjuno
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5710784/bpbd-jatim-masifkan-water-bombing-guna-tangani-karhutla-arjuno, without altering the facts of the original article.